Terkuak! Tao Eks EXO dan Xu Yiyang Ungkap Alasan Rahasiakan Kelahiran Putra Selama Dua Tahun, Ternyata Ini Penyebabnya
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Asia. Tao Eks EXO dan Xu Yiyang ungkap alasan rahasiakan kelahiran putra selama dua tahun yang selama ini disembunyikan dari publik. Pasangan suami istri ini akhirnya membuka suara setelah Xu Yiyang membagikan foto keluarga kecil mereka di media sosial, memicu gelombang perhatian dari para penggemar di berbagai belahan dunia.
Pengakuan tersebut disampaikan Xu Yiyang melalui siaran langsung yang berlangsung hangat bersama para penggemarnya. Dalam kesempatan itu, ia mengungkap bahwa dirinya melahirkan seorang putra pada tahun 2024. Selama ini, publik hanya mengetahui bahwa Huang Zitao dan Xu Yiyang menikah pada Desember 2024 tanpa mengetahui bahwa mereka telah dikaruniai seorang anak.
Alasan di Balik Penundaan Pengumuman
Menariknya, Tao Eks EXO dan Xu Yiyang ungkap alasan rahasiakan kelahiran putra selama dua tahun bukan karena ingin menutupi sesuatu yang negatif. Xu Yiyang menjelaskan bahwa Tao sebenarnya sangat ingin mengumumkan kabar bahagia tersebut sejak anak mereka lahir. Bahkan, sang suami sempat merekam video khusus untuk memperkenalkan buah hati mereka kepada publik.
Namun, kondisi fisik dan emosional Xu Yiyang saat itu belum stabil. Ia pun meminta agar pengumuman tersebut ditunda hingga dirinya benar-benar siap. Keduanya juga ingin menghindari tekanan serta komentar dari luar agar dapat menjalani masa awal sebagai orang tua dengan lebih tenang dan fokus merawat sang bayi.
Dalam siaran langsungnya, Xu Yiyang mengaku mengalami perubahan emosional setelah melahirkan. Kondisi tersebut turut memengaruhi hubungannya dengan Tao dan membuat mereka beberapa kali mengalami pertengkaran. Seiring berjalannya waktu, keadaan fisik dan emosionalnya berangsur membaik, sementara ia mulai kembali menjalani aktivitas profesional.
Bantah Tuduhan Ibu Pengganti
Foto kebersamaan keluarga kecil mereka di sebuah pantai pada Kamis, 15 Oktober 2026 langsung menuai beragam dugaan. Sejumlah warganet berspekulasi tentang proses kehamilan Xu Yiyang, mantan trainee SM Entertainment itu, dan menduga ia hamil sebelum pernikahan didaftarkan pada Desember 2024. Dari situ muncul tuduhan bahwa Xu Yiyang memakai jasa ibu pengganti untuk melahirkan anaknya.
Xu Yiyang dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya melahirkan anaknya dan Tao melalui operasi caesar. Ia bahkan menyebut bekas lukanya tidak terlihat meski memakai bikini. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa anaknya lahir di Amerika Serikat pada 2024.
Menurut Xu Yiyang, ia dan Tao adalah orang Tiongkok dan anak mereka berkewarganegaraan Tiongkok. Sang anak akan tinggal dan menerima pendidikan di Tiongkok. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa keputusan Tao Eks EXO dan Xu Yiyang ungkap alasan rahasiakan kelahiran putra selama dua tahun murni dilatarbelakangi kondisi keluarga, bukan hal lain.
Respons Publik dan Penggemar
Pengakuan pasangan ini mendapat beragam respons. Sebagian besar penggemar menyambut bahagia kabar tersebut dan memahami keputusan mereka untuk menjaga privasi di masa awal menjadi orang tua. Banyak yang menilai bahwa kesehatan mental dan emosional seorang ibu pasca persalinan memang layak menjadi prioritas utama.
Kisah Tao Eks EXO dan Xu Yiyang ungkap alasan rahasiakan kelahiran putra selama dua tahun juga menjadi pengingat bahwa kehidupan selebritas tidak selalu seindah yang tampak di layar. Tekanan publik, spekulasi, dan komentar negatif menjadi beban tersendiri bagi pasangan muda yang tengah beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua.
Hingga kini, keduanya tampak mulai lebih terbuka berbagi momen kebersamaan keluarga. Keputusan untuk akhirnya memperkenalkan sang putra kepada publik dinilai sebagai langkah positif dalam membangun hubungan yang lebih jujur dengan para penggemar.
Pada akhirnya, apa yang dilakukan Tao dan Xu Yiyang menunjukkan bahwa privasi keluarga adalah hal yang berharga. Keputusan untuk menunda pengumuman bukan berarti menyembunyikan kebahagiaan, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi keluarga kecil mereka. Kini, setelah kondisi membaik, mereka memilih berbagi kebahagiaan tersebut dengan publik secara perlahan dan penuh kehati-hatian.
