Rio Ferdinand 'Sangat Menyesal' Manchester United Gagal Rekrut Ayyoub Bouaddi, Bintang Muda Manchester City
Inforiau – 20 Oktober 2026 | Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku sangat menyesal karena mantan klubnya gagal merekrut gelandang muda Maroko, ayyoub bouaddi, yang kini bersinar bersama Manchester City. Dalam pernyataannya di kanal YouTube pribadinya, Ferdinand menyoroti penampilan impresif Bouaddi saat masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan City dari Paris Saint-Germain di Liga Champions pekan lalu. Menurutnya, penampilan singkat itu sudah cukup membuktikan kualitas luar biasa yang dimiliki pemain berusia 19 tahun tersebut.
Ferdinand mengungkapkan bahwa Manchester United sebenarnya sangat tertarik untuk merekrut ayyoub bouaddi pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, harga yang diminta Lille—dilaporkan sebesar £86 juta—dianggap terlalu tinggi oleh manajemen Setan Merah. Akibatnya, United beralih ke opsi lain dengan mendatangkan Carlos Baleba, Youri Tielemans, dan Andrey Santos dengan total biaya sekitar £155-163 juta. Keputusan itu kini dinilai Ferdinand sebagai sebuah kesalahan besar.
“Apakah kamu melihat saat Ayyoub Bouaddi masuk? Inilah alasan saya membicarakannya selama setahun terakhir dan selama jendela transfer musim panas,” ujar Ferdinand. “Dia masuk dan menunjukkan kepada PSG bahwa mereka mungkin melewatkan seseorang yang ada di depan mata mereka saat dia bermain di Prancis. Dia baru berusia 19 tahun bulan ini. Nilai transfernya sama dengan Santos dan Tielemans jika digabung. Manchester United 100 persen menginginkannya, tetapi harganya terlalu mahal.”
Ferdinand menambahkan bahwa penampilan singkat melawan PSG membuatnya sangat menyesal. “Hanya dengan penampilan singkat melawan PSG itu membuatmu berkata, ‘oh, saya tidak percaya kita melewatkannya.’ Saya sangat menyesal, sangat menyesal. Dia luar biasa! Dia sangat tenang di bawah tekanan,” tegasnya.
Bouaddi sendiri bergabung dengan Manchester City pada musim panas setelah City menjual Rodri ke Barcelona, Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah, dan kehilangan Bernardo Silva secara gratis. City juga mendatangkan Elliot Anderson dan Enzo Fernandez untuk memperkuat lini tengah. Meski bersaing ketat, City berhasil mendapatkan tanda tangan ayyoub bouaddi dengan kontrak lima tahun, menjadikannya remaja termahal dalam sejarah Premier League.
Sejak bergabung, Bouaddi mulai menunjukkan kualitasnya. Debutnya sebagai starter di Premier League terjadi saat City mengalahkan Ipswich Town 3-2. Dalam pertandingan itu, ia tampil penuh dan mencatatkan statistik impresif: memenangkan 8 dari 14 duel, melakukan 3 penyelamatan, 4 intersepsi, dan 3 tekel sukses. Ia juga menyelesaikan 68 dari 73 umpan. Salah satu momen viral terjadi di menit ke-102 ketika ia melakukan solo run lebih dari 50 meter dari sudut lapangan sendiri, melewati dua pemain lawan sebelum dijatuhkan di area pertahanan lawan.
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, memuji pengaruh Bouaddi terhadap tim. “Dia pemain yang fantastis. Ketika dia di lapangan, semua pemain di sekitarnya menjadi lebih baik. Mereka menjadi pemain yang lebih baik,” kata Maresca. Sementara itu, direktur olahraga City, Hugo Viana, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah terobsesi dengan Bouaddi sejak lama. “Kami sudah mengikutinya selama setahun terakhir dan berbicara dengan presiden Lille sebelum Piala Dunia. Kami yakin jika kami merekrut seorang gelandang bertahan, itu harus dia karena ketenangan dan penguasaan bolanya. Dia memiliki potensi besar dan bisa menjadi pemain yang sangat penting,” ujarnya.
Bouaddi sendiri mengaku senang bisa bermain di Premier League. “Tentu saja saya sangat senang. Ini sepak bola, saya suka bermain. Saya ingin bermain di setiap pertandingan. Tapi saya tahu ini bagian dari proses,” katanya. “Lebih mudah bermain dengan pemain-pemain seperti ini. Bahkan jika kadang saya memberikan umpan buruk, mereka bisa memperbaikinya.”
Dengan performa yang terus meningkat, ayyoub bouaddi diprediksi akan menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League dalam beberapa tahun ke depan. Ferdinand bahkan menyebut Bouaddi berpotensi menjadi yang terbaik di antara tiga gelandang anyar City—Elliot Anderson dan Enzo Fernandez. “City memiliki banyak pertandingan sehingga bisa berbagi beban. Karena usianya, Anda bisa memainkannya secara bergantian, tetapi cepat atau lambat itu tidak akan berhasil karena dia pesepakbola yang luar biasa. Mereka punya Elliot Anderson dan Enzo Fernandez di lini tengah, tetapi anak ini bisa menjadi yang terbaik dari ketiganya, dengan mudah,” tutup Ferdinand.
Kisah ayyoub bouaddi menjadi pengingat bagi klub-klub besar bahwa bakat muda terkadang membutuhkan keberanian untuk ditebus dengan harga tinggi. Manchester United kini harus menelan pil pahit melihat potensi besar yang lewat begitu saja, sementara Manchester City tersenyum lebar karena telah mengamankan permata masa depan. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah keputusan City ini akan dikenang sebagai salah satu transfer paling cerdas dalam sejarah Premier League.
