iOS 16 Kini Berjalan di Android! Eksperimen Hackintosh Gaya Baru Gegerkan Dunia Teknologi
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh pencapaian luar biasa dari komunitas pengembang independen. Untuk pertama kalinya, sistem operasi iOS 16 berhasil dijalankan secara native di perangkat Android tanpa menggunakan emulator. Eksperimen ini menandai babak baru dalam sejarah modifikasi perangkat keras, mengingat selama ini sistem operasi besutan Apple tersebut dikenal sangat eksklusif dan hanya bisa berjalan di perangkat iPhone.
Proyek ambisius ini diprakarsai oleh seorang pengembang yang dikenal dengan nama One-Hair875 di forum komunitas r/hackintosh. Melalui unggahannya, ia mendemonstrasikan bagaimana sebuah ponsel Xiaomi Redmi Note 10 Pro yang ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 732G mampu memuat iOS 16 versi 16.7.16 secara langsung. Video demonstrasi tersebut dengan cepat menyebar di platform media sosial X, bahkan salah satu klip yang menampilkan Redmi Note 12 telah melampaui dua juta tayangan.
Membedah Cara Kerja Proyek ios-sweet
Pencapaian ini bukanlah hal yang instan. Tim pengembang mengekstraksi kernel XNU asli serta lingkungan userland dari firmware iOS 16 yang dirancang untuk iPhone X, kemudian memportingnya agar dapat berjalan di arsitektur perangkat Android. Karena tidak adanya dukungan driver GPU, proses grafis untuk sementara dialihkan melalui software framebuffer. Selain itu, para pengembang harus membangun sendiri driver penyimpanan UFS, driver layar sentuh, hingga driver tombol fisik agar perangkat dapat berinteraksi dengan sistem.
Meskipun proses booting memakan waktu sekitar empat menit, hasilnya cukup mengesankan. Layar kunci, layar beranda, navigasi gestur, hingga respons sentuhan dilaporkan berfungsi normal. Proyek yang diberi nama ios-sweet ini bersifat open source dan seluruh kode serta riwayat commit-nya dipublikasikan di GitHub. Menariknya, pengembang mengaku memanfaatkan kecerdasan buatan generatif atau LLM untuk mempercepat proses rekayasa balik dan penulisan kode.
Untuk meminimalkan risiko, metode yang digunakan tidak melakukan flashing permanen pada penyimpanan internal. Sistem iOS 16 dijalankan secara sementara melalui perintah fastboot boot pada Android, sehingga pengguna dapat kembali ke sistem aslinya kapan saja. Meski demikian, sejumlah keterbatasan masih menjadi pekerjaan rumah, seperti belum berfungsinya kamera, Wi-Fi, koneksi seluler, audio, dan akselerasi grafis.
Fenomena HackinPhone dan Masa Depan Modifikasi
Keberhasilan ini mengingatkan pada sejarah panjang modifikasi sistem operasi. Pada April 2010, proyek iDroid berhasil menjalankan Android di iPhone, dan sekitar satu dekade kemudian Project Sandcastle dari Corellium mengulang prestasi serupa di perangkat iPhone yang lebih baru. Kini, arahnya justru terbalik, dan komunitas menyebutnya sebagai era “HackinPhone” atau “HackiOS”.
Antusiasme tidak hanya datang dari pengguna Redmi Note 10 Pro. Sejumlah pengembang lain mulai mencoba menerapkan metode serupa pada perangkat Nothing 3a hingga model lain yang menggunakan chipset Qualcomm. Kemampuan AI dalam mempercepat proses dekompilasi dan porting diyakini akan membuat eksperimen semacam ini semakin masif di masa depan.
Di sisi lain, Apple sendiri terus memperkuat ekosistem keamanannya. Di ajang Hexacon di Paris, firma keamanan Calif.io mendemonstrasikan jailbreak untethered untuk iOS 27.0.1 pada iPhone 18 Pro, yang memungkinkan akses root tetap bertahan bahkan setelah perangkat di-restart. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa meskipun sistem operasi terus berkembang, upaya untuk membongkar batasannya tidak pernah surut.
Kendati iOS 16 di Android masih jauh dari kata sempurna untuk penggunaan sehari-hari, pencapaian ini membuktikan bahwa batas antara perangkat keras dan perangkat lunak semakin kabur. Eksperimen ini bukan sekadar unjuk kebolehan teknis, melainkan simbol dari semangat eksplorasi tanpa batas yang menjadi ciri khas komunitas open source. Ketika AI dan kolaborasi global semakin mempermudah proses rekayasa balik, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita melihat sistem operasi eksklusif berjalan mulus di perangkat yang tidak pernah dirancang untuknya. Bagi para penggemar teknologi, fenomena ini adalah pengingat bahwa inovasi sejati sering kali lahir dari rasa penasaran untuk melampaui apa yang dianggap mustahil.
