Hossam Hassan Sebut Sanksi FIFA sebagai Kehormatan, Mesir Terancam Kehilangan Pelatih di Kualifikasi Piala Afrika
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengumumkan bahwa Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan sanksi berat kepada pelatih kepala timnas Mesir, Hossam Hassan, beserta saudara kembarnya yang menjabat sebagai manajer tim, Ibrahim Hassan, dan penyerang Mostafa Ziko. Keputusan yang diumumkan pada Senin, 19 Oktober 2026 tersebut menjadi buntut dari kritik keras kubu Mesir terhadap kualitas perwasitan dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan masing-masing dijatuhi larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan, sementara Mostafa Ziko menerima hukuman lebih berat berupa skorsing lima laga. Selain itu, ketiganya juga dikenai denda finansial dengan total mencapai 60 ribu dolar Amerika Serikat, atau sekitar 20 ribu dolar per orang.
Berawal dari Kekalahan Menyakitkan di Atlanta
Polemik bermula ketika Mesir menyerah 2-3 kepada Argentina pada laga babak 16 besar di Atlanta, Amerika Serikat, 7 Juli 2026. Saat itu, The Pharaohs sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kehilangan kendali atas pertandingan. Sejumlah keputusan wasit menjadi sorotan, termasuk dianulirnya gol pembuka Ziko karena pelanggaran di awal serangan, serta penalti yang diklaim Mesir pada akhir laga ketika skor masih imbang 2-2, tepat sebelum Argentina mencetak gol kemenangan.
Kekecewaan tersebut memuncak dalam pernyataan-pernyataan tajam dari kubu Mesir. Hossam Hassan secara terbuka menuding kekalahan timnya disebabkan oleh kesalahan perwasitan. Menurut EFA, sanksi terhadap Hossam Hassan dijatuhkan karena ia mengaitkan kekalahan dengan keputusan hakim garis dan wasit. Sementara itu, Ziko dihukum akibat komentarnya yang menyerang wasit usai pertandingan.
Sejumlah laporan menyebut bahwa proses disipliner yang dibuka sejak Agustus 2026 mencakup berkas tebal terkait perilaku sebelum dan sesudah laga melawan Argentina. Hossam Hassan disebut mempertanyakan sportivitas turnamen dan menuding penyelenggara lebih berpihak kepada Argentina demi alasan daya tarik komersial. Ia juga dilaporkan terlibat ketegangan dengan wasit di lapangan setelah pertandingan berakhir.
Reaksi Menkejutkan dari Hossam Hassan
Dalam reaksi pertamanya terhadap sanksi tersebut, Hossam Hassan justru melontarkan pernyataan mengejutkan. Kepada media Mesir, pelatih berusia 60 tahun itu menyebut keputusan larangan bertanding sebagai sebuah kehormatan bagi dirinya.
“Kehormatan bagi saya. Saya serahkan segala urusan kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, dan kita akan lihat apa yang akan terjadi di masa depan,” ujar Hossam Hassan dalam pernyataan khususnya.
Sikap tegas tersebut mencerminkan posisi Hossam Hassan yang tetap membela pendiriannya pasca peristiwa kontroversial di Piala Dunia 2026. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan menarik pernyataannya terkait dugaan ketidakadilan yang menimpa timnas Mesir.
Dampak Besar bagi Perjalanan Mesir
Jika sanksi dipertahankan, dampaknya akan sangat terasa bagi timnas Mesir yang tengah bersiap menghadapi kualifikasi Piala Afrika 2027. Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan berpotensi absen pada dua laga melawan Malawi pada November mendatang, serta pertandingan pertama Mesir pada jendela internasional Maret 2027 melawan Angola.
Keduanya tidak hanya dilarang mendampingi tim di pinggir lapangan, tetapi juga tidak diperkenankan memasuki ruang ganti maupun berkomunikasi dengan para pemain. Hossam Hassan bahkan mendapat larangan tambahan berupa tidak boleh melakukan panggilan telepon dari tribun selama pertandingan berlangsung.
Adapun Mostafa Ziko, masa skorsingnya akan berlangsung hingga Juni tahun depan. Artinya, ia harus melewatkan empat pertandingan tersisa Mesir di kualifikasi Piala Afrika 2027 ditambah satu laga lainnya. Hal ini tentu menjadi pukulan tersendiri mengingat kontribusinya sebagai salah satu penyerang andalan The Pharaohs.
EFA Pelajari Peluang Banding
Federasi Sepak Bola Mesir mengonfirmasi telah menerima keputusan sanksi tersebut dan secara resmi meminta kepada komisi disiplin FIFA alasan lengkap dan rinci di balik keputusan itu. Pihak federasi ingin menelaah setiap aspek hukum yang tersedia sebelum menentukan apakah akan mengajukan banding resmi.
Langkah ini menunjukkan bahwa EFA tidak tinggal diam dan berupaya mencari celah untuk meringankan hukuman yang dinilai terlalu berat. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan banding akan diajukan dan bagaimana peluangnya untuk dikabulkan.
Terlepas dari upaya banding tersebut, kasus ini telah menjadi salah satu sorotan terbesar pasca-Piala Dunia 2026. Bagi Hossam Hassan, yang dikenal sebagai sosok karismatik dan vokal, sanksi ini justru tampaknya semakin memperkuat tekadnya untuk terus menyuarakan pendapatnya. Sementara bagi timnas Mesir, absennya sang pelatih dan sejumlah tokoh penting di tengah kualifikasi Piala Afrika 2027 menjadi tantangan besar yang harus segera diantisipasi oleh federasi. Perjalanan The Pharaohs menuju putaran final Piala Afrika kini menghadapi ujian yang tidak ringan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
