Kronologi Lengkap Ketamin Polri: 1,16 Ton Narkotika dari Malaysia Digagalkan, Jutaan Anak Bangsa Terselamatkan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Keberhasilan ketamin Polri dalam menggagalkan penyelundupan narkotika kelas berat kembali mencuri perhatian publik nasional. Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara berhasil menyergap kapal tanker MT Global 168 yang mengangkut 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Operasi ini disebut sebagai salah satu pengungkapan terbesar sepanjang tahun dan menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa operasi gabungan tersebut berhasil mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Barang bukti berupa 58 karung berisi ketamin dibawa ke Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Operasi gabungan itu melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumut,” ujar Kapolri dalam konferensi pers di Pelabuhan Bandar Deli, Medan.
Jejak Panjang Pengungkapan Ketamin Polri
Keberhasilan ketamin Polri kali ini bukanlah hasil kerja instan. Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama, pengungkapan MT Global 168 berawal dari pengembangan analisis bersama setelah petugas melakukan penegahan terhadap kapal MV Fuchangxing 1 pada September 2026. Analisis terhadap data dan informasi yang dikumpulkan menemukan dugaan keterkaitan antara kedua kapal tersebut, sehingga ketiga instansi menyusun langkah penindakan bersama.
Pemantauan terhadap MT Global 168 telah berlangsung sejak Agustus 2026. Identitas kapal terungkap melalui dokumen docking yang ditemukan dalam pengungkapan kapal lain sebelumnya. Aparat juga mendalami anomali pergerakan kapal serta indikasi pemadaman sistem identifikasi otomatis atau AIS ketika diduga berlangsung pemindahan muatan antarkapal di Laut Andaman. Puncaknya, pada Senin (19/10/2026), disepakati pelaksanaan operasi yang mengerahkan kapal patroli BC 20006 milik Bea Cukai dan KP Murai 4018 milik Baharkam Polri. Sehari kemudian, kapal berhasil diamankan di perairan timur laut Tanjung Siapi-Api.
Apresiasi DPR atas Kinerja Ketamin Polri
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai langkah ketamin Polri yang menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ini telah menyelamatkan anak-anak bangsa dari bahaya yang sangat merusak. Ia menyebut penggunaan narkoba berdampak buruk terhadap kreativitas pemuda dan pemudi tanah air. “Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri, sehingga kalau sudah narkoba ini kreativitasnya sangat-sangat berkurang,” kata Dasco dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Dasco juga mengaku prihatin karena ketamin tersebut diduga berasal dari wilayah Malaysia untuk disebar di Indonesia. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, kapal pengangkut terdaftar atas nama PT Makmur Merin Petroleum dengan alamat di Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia. “Saya juga mengucapkan rasa turut prihatin kita yang mendalam terhadap apa yang terjadi,” ujarnya. Ia pun mengapresiasi kerja Polri di bawah komando Kapolri Suyudi Ario Seto beserta tim gabungan termasuk BNN.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri. Menurutnya, keberhasilan ketamin Polri tersebut mencerminkan keseriusan dalam menjadikan pemberantasan narkoba sebagai prioritas utama untuk melindungi masyarakat. “Pengungkapan dalam jumlah besar ini merupakan capaian penting yang menunjukkan bahwa perhatian Kapolri terhadap ancaman narkoba diwujudkan melalui kerja penegakan hukum yang konkret, terukur, dan melibatkan sinergi antarinstansi,” kata Rano.
Sinergi Lintas Instansi sebagai Kunci
Keberhasilan ketamin Polri bersama Bea Cukai dan BNN menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut. Djaka Budhi Utama menekankan bahwa kerja sama berkesinambungan akan membuat upaya melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba semakin optimal. Sementara itu, Rano menilai penyelundupan melalui jalur laut membutuhkan kemampuan deteksi, analisis intelijen, dan koordinasi operasional yang kuat, sehingga pendekatan berbasis intelijen perlu terus diperkuat mengikuti perubahan modus sindikat.
Dengan pengungkapan 1,16 ton ketamin ini, publik berharap langkah ketamin Polri tidak berhenti pada penindakan semata, tetapi juga diikuti penguatan pengawasan jalur laut, peningkatan kapasitas intelijen, serta edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika. Kolaborasi antara Polri, BNN, Bea Cukai, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk memastikan Indonesia bebas dari ancaman peredaran gelap narkoba yang terus berupaya menyusup melalui berbagai celah.
