Percikan Air di Kaca Bikin Sopir Terios Banting Setir, Tabrakan Mobil Sleman Tak Terhindarkan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Sebuah tabrakan mobil Sleman terjadi di Jalan Padjajaran, tepatnya di depan Warung Bebek Bejo, Jombor Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Insiden yang melibatkan mobil Honda HR-V dan Daihatsu Terios ini bermula dari hal yang terbilang sepele: percikan air hujan yang mengenai kaca depan salah satu kendaraan.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan berawal ketika Daihatsu Terios yang dikemudikan MYI (28), warga Margosari, Samigaluh, Kulon Progo, melaju dari arah timur menuju barat. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi disebut terkejut lantaran kaca depan mobilnya tiba-tiba terkena percikan air.
“Berdasarkan keterangan awal, Daihatsu Terios melaju dari arah timur ke barat. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi disebut terkejut setelah kaca depan mobilnya terkena percikan air,” ujar Argo saat dikonfirmasi.
Karena panik, pengemudi Terios kemudian membanting setir ke arah kanan hingga kendaraannya keluar dari jalur semula. Pada saat yang bersamaan, Honda HR-V yang dikemudikan AS (44), perempuan warga Tlogoadi, Mlati, Sleman, melaju dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak dapat dihindari. Peristiwa nahas itu pun menjadi salah satu tabrakan mobil Sleman yang menyita perhatian warga sekitar.
Dua Pengemudi Alami Luka
Benturan antara kedua kendaraan mengakibatkan kedua pengemudi mengalami luka dengan kondisi yang berbeda. Pengemudi Honda HR-V, AS, dilaporkan mengalami trauma dan pusing usai kejadian. Sementara itu, pengemudi Daihatsu Terios, MYI, mengalami luka sobek di bagian kepala.
“Kedua pengemudi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Argo.
Selain menimbulkan korban luka, insiden tabrakan mobil Sleman ini juga mengakibatkan kedua mobil mengalami kerusakan. Perkiraan kerugian materi akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp10 juta. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Percikan Air Jadi Pemicu
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hal-hal kecil di jalan dapat memicu kejadian fatal. Percikan air yang mengenai kaca depan kendaraan memang kerap membuat pengemudi kaget dan kehilangan konsentrasi sejenak. Dalam kondisi seperti itu, refleks membanting setir justru berisiko besar, terutama di jalan yang ramai dan dilalui kendaraan dari dua arah.
Pengamat keselamatan berkendara mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan saat menghadapi gangguan mendadak di jalan. Pengemudi disarankan tetap mengendalikan kendaraan, mengurangi kecepatan secara perlahan, dan tidak melakukan manuver mendadak. Langkah sederhana seperti memastikan wiper dan kaca depan dalam kondisi baik juga dapat meminimalkan risiko.
Selain itu, kejadian tabrakan mobil Sleman ini menegaskan pentingnya jarak aman antarkendaraan. Dengan menjaga jarak yang cukup, pengemudi memiliki waktu lebih untuk bereaksi ketika kendaraan di depan tiba-tiba keluar jalur. Kesadaran akan kondisi jalan, cuaca, dan lingkungan sekitar menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
Imbauan bagi Pengendara
Polresta Sleman mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalan yang ramai dan ketika cuaca tidak menentu. Pengendara diminta tidak panik dan tetap fokus agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan di jalan raya.
Peristiwa ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja, bahkan akibat hal yang tampak sepele. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh saat berkendara menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya tabrakan mobil Sleman maupun kecelakaan di wilayah lainnya.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan para pengemudi semakin disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain. Mari jadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Editor: Sukri Mustakim
