Gol Bunuh Diri Casemiro Bikin Inter Miami Keok, Messi Gagal Jadi Penyelamat
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Inter Miami harus menelan pil pahit dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026. Bermain di Sports Illustrated Stadium, Harrison, New Jersey, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat, tim asuhan Cristian Gonzalez tumbang 0-2 dari New York Red Bulls. Petaka datang sangat cepat lewat gol bunuh diri Casemiro yang membuka jalan kemenangan tuan rumah sekaligus menghentikan tren tiga kemenangan beruntun skuad berjuluk The Herons tersebut.
Kekalahan ini terasa menyesakkan karena Lionel Messi baru dimasukkan pada menit ke-56. Bintang asal Argentina itu absen dari starting eleven setelah menjalani perjalanan panjang ke Oviedo, Spanyol, untuk menerima Penghargaan Putri Asturias 2026 bidang olahraga dari Kerajaan Spanyol pada 23 Oktober. Sang pelatih pun angkat bicara soal keputusan tersebut.
“Ini sudah disepakati sebelumnya. Jelas, dia menjalani perjalanan yang cukup panjang, perubahan zona waktu, perubahan suhu, dan banyak faktor lain. Kami sepenuhnya menyadari semua ini, dan kami sepakat bahwa ini adalah pendekatan terbaik untuk memastikan Messi tidak mengalami masalah apa pun, terutama untuk menghindari cedera karena kami masih punya pertandingan lain pada Rabu nanti,” ujar Cristian Gonzalez kepada awak media usai laga.
Bermula dari Umpan Silang Cade Cowell
New York Red Bulls langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal. Pada menit ketujuh, Cade Cowell menerima bola di sisi kanan dan melepaskan umpan silang mendatar ke depan gawang Inter Miami. Dalam upaya menghalau bola di bawah tekanan penyerang muda Amerika Serikat, Julian Hall, Casemiro justru mengarahkan si kulit bundar ke gawangnya sendiri. Kiper Dayne St. Clair gagal mengantisipasi perubahan arah bola, dan tuan rumah unggul 1-0.
Gol bunuh diri itu menjadi yang kedua bagi mantan gelandang Real Madrid dan Manchester United tersebut sejak merumput di Amerika Serikat. Insiden tersebut jelas mengubah jalannya pertandingan dan memaksa Inter Miami bermain mengejar sepanjang laga.
Meski tertinggal, tuan rumah sebenarnya sempat mengancam lewat Julian Hall dan Jorge Ruvalcaba yang tampil sebagai starter bersama rekan senegaranya, German Berterame. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap 1-0 hingga turun minum.
Masuknya Messi Belum Cukup
Kehadiran Messi pada menit ke-56, menggantikan Riquelme Fillipi, langsung menyuntikkan energi baru bagi Inter Miami. Beberapa momen magis khas pemain delapan kali peraih Ballon d’Or itu sempat menyihir penonton di Harrison. Salah satu umpan terobosannya yang membelah pertahanan New York nyaris berbuah gol, andai sepakan Telasco Segovia tidak membentur mistar gawang.
Namun, hingga menit-menit akhir, Inter Miami tetap kesulitan menembus rapatnya lini belakang tuan rumah. Casemiro dan rekan-rekannya terus mencoba membangun serangan, tetapi sering kehilangan bola di area tengah. Justru pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-46, New York Red Bulls memastikan kemenangan.
Berawal dari kesalahan umpan pemain belakang Inter Miami, Cameron Harper merebut bola dan berlari hingga kotak penalti sebelum menyodorkan bola kepada Emil Forsberg. Dengan gawang yang terbuka, pemain asal Swedia itu dengan mudah menaklukkan St. Clair dan mengubah skor menjadi 2-0.
“Kami terlalu banyak kehilangan bola di area tengah, terlalu banyak mengoper saat menghadap ke gawang sendiri, dan kesulitan membangun permainan dari lini belakang. Saya harus bertanggung jawab atas kekalahan ini,” tegas Gonzalez.
Dampak pada Klasemen
Hasil ini membuat Inter Miami tertahan di peringkat kedua Konferensi Timur MLS dengan koleksi 55 poin, sekaligus menempati posisi ketiga klasemen keseluruhan. Sementara itu, New York Red Bulls naik ke posisi kesembilan dengan 39 poin, salah satu dari dua slot menuju babak play-in, dan unggul satu poin atas Columbus Crew.
| Klub | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Inter Miami | 55 | 2 (Konferensi Timur) |
| New York Red Bulls | 39 | 9 (Konferensi Timur) |
| Columbus Crew | 38 | 10 (Konferensi Timur) |
Dengan tiga pertandingan tersisa, New York Red Bulls wajib mempertahankan posisinya agar tetap bertahan di jalur kompetisi. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan bagi ambisi Inter Miami menjaga momentum di papan atas.
Bagi Casemiro, laga ini menjadi malam yang ingin segera dilupakan. Sang gelandang veteran yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai tembok pertahanan kini harus menerima kenyataan pahit mencetak gol ke gawang sendiri. Meski demikian, kualitas dan pengalamannya tetap dibutuhkan Inter Miami untuk menghadapi jadwal padat berikutnya, termasuk pertandingan pada Rabu mendatang.
Secara keseluruhan, pertandingan ini membuktikan bahwa kehadiran Messi saja tidak selalu cukup untuk menyelamatkan Inter Miami. Kolektivitas tim, disiplin bertahan, dan ketenangan dalam penguasaan bola menjadi pekerjaan rumah besar bagi Gonzalez. Sementara itu, New York Red Bulls membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan dalam perburuan tiket playoff musim ini.
