Rentetan 12 Laga Lionel Messi Terhenti di New York, Inter Miami Takluk 2-0
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Bintang Argentina lionel messi kembali ke Amerika Serikat hanya berselang 24 jam setelah terbang ke Spanyol untuk menerima Penghargaan Putri Asturias bidang Olahraga 2026 di Teatro Campoamor, Oviedo. Kapten Inter Miami itu memaksakan diri tampil demi menjaga peluang timnya, namun langkah tersebut tak berbuah manis saat New York Red Bulls mempermalukan tuan rumah dengan skor 2-0 di Sports Illustrated Stadium, Harrison, New Jersey, dalam lanjutan fase reguler Major League Soccer (MLS).
Kekalahan ini sekaligus menghentikan rentetan impresif lionel messi yang sebelumnya selalu terlibat langsung dalam terciptanya gol selama 12 pertandingan beruntun. Jika dihitung bersama ajang Campeones Cup yang direbut Inter Miami bulan lalu, catatan itu bahkan menembus 13 laga. Sebuah rekor yang runtuh tepat ketika sang mega bintang memilih menuntaskan pengabdiannya bersama tim meski baru saja menempuh perjalanan lintas benua.
Pelatih Cristian “Kily” González memutuskan menyimpan lionel messi di bangku cadangan. Keputusan itu sempat membuat pendukung yang memadati stadion bersorak kecewa, sebab tiket ludes terjual jauh sebelum kick-off hanya untuk menyaksikan aksi pemain berusia 39 tahun tersebut. Messi baru masuk pada menit ke-55 menggantikan Riquelme Fillipi, ketika tim tuan rumah sudah tertinggal 1-0 akibat gol bunuh diri Casemiro pada menit ketujuh. Sorakan nyaring menyambut langkahnya menuju lapangan, atmosfer stadion pun membara.
Meski kehadiran lionel messi membuat Inter Miami lebih agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, anak asuh Kily González gagal membalikkan keadaan. Emil Forsberg memastikan kemenangan Red Bulls lewat gol kedua pada menit ke-91. Bagi New York Red Bulls, hasil ini menjadi obat setelah sebelumnya menelan kekalahan 2-0 dari Toronto, sekaligus memutus tren tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhir. Kini mereka menempati posisi kesembilan di Wilayah Timur dengan 39 poin dan masih berjuang menembus babak play-off.
Di sisi lain, hasil minor ini tidak menggerus torehan pribadi sang mega bintang. Sepanjang musim, lionel messi telah mengoleksi 25 gol dan 15 asisten dari 28 pertandingan, mempertahankannya di puncak persaingan Sepatu Emas MLS dengan asisten sebagai kriteria penentu pertama jika terjadi poin imbang. Ia juga tercatat sebagai pemain pertama dalam sejarah MLS yang mampu mencetak minimal 15 asisten dalam tiga musim berturut-turut. Nama Messi bersaing ketat dengan penyerang asal Korea Selatan, Son Heung-min dari Los Angeles FC, sementara rekan senegaranya, Rodrigo De Paul, mengumpulkan 14 asisten.
Secara keseluruhan, pemain kelahiran Rosario itu telah mengemas 936 gol dalam 1.183 pertandingan sepanjang karier profesionalnya. Ia masih memimpin lebih dari 40 gol atas Cristiano Ronaldo, yang tengah memburu rekor sebagai pesepak bola pertama dalam sejarah yang mencapai 1.000 gol. Kontroversi sempat menyeruak ketika CR7 disebut mencetak gol ke-982 saat Al Nassr mengalahkan Al Faisaly 3-1. Situs resmi Saudi Pro League mengkreditkan gol itu kepada penyerang Portugal tersebut, tetapi OPTA, salah satu penyedia statistik terkemuka dunia, menilainya sebagai gol bunuh diri pemain Brasil, Andrei Girotto. Media Spanyol, Marca, bahkan menyebutnya sebagai “gol hantu”, sehingga status torehan Ronaldo masih diperdebatkan.
Perdebatan serupa juga menghangat menjelang malam penganugerahan Ballon d’Or 2026 di London, Senin mendatang. France Football membuka pemungutan suara bagi penggemar untuk memilih peraih Ballon d’Or terbaik sepanjang masa, sebuah inisiatif bertajuk BOAT (Ballon d’Or of All Time). Cristiano Ronaldo untuk sementara memimpin perolehan suara, memicu reaksi di media sosial. Penyelenggara menegaskan bahwa BOAT merupakan program terpisah dan tidak berkaitan dengan Ballon d’Or reguler, serta menolak anggapan bahwa hasilnya setara dengan Super Ballon d’Or. Mekanisme pemungutan suara yang memungut biaya satu euro per suara turut menuai kritik.
Setelah laga melawan New York Red Bulls, Inter Miami akan menjamu Cincinnati, bertandang ke markas New England Revolution, lalu menutup fase reguler di kandang melawan Charlotte. Sementara itu, New York Red Bulls masih harus melakoni dua laga tandang melawan New England dan Nashville, pemuncak klasemen, sebelum mengakhiri jadwal dengan menjamu Atlanta United di stadion sendiri. Klasemen akhir nanti akan menentukan keuntungan bermain di kandang pada babak berikutnya.
Bagi para penggemar yang datang dari berbagai penjuru, termasuk seorang pendukung yang rela menempuh perjalanan dari Connecticut, kekalahan bukanlah hal utama. Mereka mengaku sengaja membeli tiket demi melihat langsung aksi lionel messi, meski hanya tampil sekitar 35 menit di babak kedua. Antusiasme itu terlihat dari jersey, poster, dan cendera mata bernuansa Messi yang memenuhi tribun sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi pengingat bahwa bahkan seorang maestro sekaliber lionel messi tak selalu bisa menutup perjalanan panjang dengan kemenangan. Kekalahan dari New York Red Bulls mengakhiri rentetan bersejarah, tetapi tidak menghapus fakta bahwa musim ini tetap menjadi salah satu periode paling produktif dalam kariernya. Inter Miami sudah memastikan tempat di play-off, dan dengan sisa tiga pertandingan, peluang untuk bangkit sekaligus mengamankan Sepatu Emas masih terbuka lebar. Bagi Messi, fokus kini beralih ke perjuangan mempertahankan konsistensi demi membawa timnya melangkah jauh di postseason.
