Popularitas Bahlil Melonjak di Survei IPO, Golkar Ungkap Rahasia di Baliknya
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Nama Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan nasional. Dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO), popularitas Bahlil menempati posisi teratas sebagai menteri yang paling diingat publik di Kabinet Merah Putih. Angka yang diraih Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu mencolok, bahkan mengungguli sejumlah nama besar lain di jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Survei bertajuk “Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih” itu digelar pada 12–20 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen. Hasilnya dirilis pada 24 Oktober 2026 dan langsung memantik beragam tanggapan, termasuk dari Partai Golkar.
Angka yang Menempatkan Bahlil di Puncak
Dalam kategori top of mind, yakni pengenalan spontan masyarakat tanpa dibantu daftar nama, popularitas Bahlil mencapai 37,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dengan 34,1 persen, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan 21,7 persen, dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 16,5 persen.
Ketika responden disodorkan daftar nama menteri, popularitas Bahlil kian menonjol dengan perolehan 70,4 persen. Ia unggul atas AHY yang memperoleh 62,5 persen, Abdul Muhaimin Iskandar 60,9 persen, dan Zulkifli Hasan 48 persen. Data ini menunjukkan bahwa nama Bahlil relatif mudah muncul dalam ingatan publik, baik secara spontan maupun setelah dipandu daftar nama.
| Nama Menteri | Top of Mind (%) | Setelah Diberi Daftar Nama (%) |
|---|---|---|
| Bahlil Lahadalia | 37,5 | 70,4 |
| Abdul Muhaimin Iskandar | 34,1 | 60,9 |
| Zulkifli Hasan | 21,7 | 48,0 |
| Agus Harimurti Yudhoyono | 16,5 | 62,5 |
Tanggapan Golkar: Cermin Kebijakan yang Menyentuh Rakyat
Sekretaris Akademi Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, menilai tingginya popularitas Bahlil menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankannya selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo mendapat perhatian masyarakat. Menurut Arief, keberpihakan ekonomi tidak cukup diwujudkan melalui pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional, tetapi juga harus memastikan masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi.
“Pemerintah juga perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, memperoleh manfaat dari sumber daya alam, serta terlindungi daya belinya,” kata Arief dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Ia menyoroti sejumlah kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Di antaranya pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, serta upaya menjaga harga bahan bakar minyak bersubsidi. Agenda transisi energi dan pengembangan sumber energi bersih juga disebut menarik perhatian generasi muda.
Popularitas Bukan Otomatis Ukuran Kinerja
Meski angka survei terlihat menggembirakan, sejumlah pengamat mengingatkan agar popularitas Bahlil dibaca dengan kepala dingin. Top of mind bukanlah ujian kinerja, melainkan ukuran seberapa mudah sebuah nama muncul dari ingatan responden. Pengukuran semacam ini sangat dipengaruhi oleh paparan publik, pemberitaan, pernyataan pejabat, dan kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Psikolog Amos Tversky dan Daniel Kahneman sejak 1973 telah mengingatkan konsep availability heuristic, yakni kecenderungan orang menilai sesuatu berdasarkan kemudahan contoh atau peristiwa muncul dalam ingatan. Kemudahan mengingat tidak selalu sama dengan frekuensi atau bobot sebenarnya. Dalam konteks ini, eksposur yang tinggi dapat memperbesar peluang sebuah nama menonjol, tanpa otomatis mencerminkan hasil kerja yang terukur.
Bahlil memang memiliki modal untuk mudah diingat. Ia tidak hanya memegang Kementerian ESDM, tetapi sejak 1 Oktober 2026 Presiden Prabowo juga menugaskannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Pemerintah menyatukan dua agenda besar tersebut dalam satu koordinasi, sehingga nama Bahlil kerap muncul di ruang publik.
Dinamika Politik di Tubuh Golkar
Di internal Partai Golkar, nama Bahlil juga menjadi bagian dari dinamika organisasi. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu, Patahudding, menyatakan keyakinannya bahwa Golkar Sulawesi Selatan akan kembali berjaya di bawah kepemimpinan IAS. Keyakinan itu disampaikan seiring pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji sempat menyampaikan permintaan maaf karena Bahlil tidak hadir dalam sejumlah agenda organisasi.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, mengapresiasi penyelenggaraan Rakornis Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur Gelombang II di Bali. Kegiatan pada 23–25 Oktober 2026 itu diikuti 318 peserta dan dinilai memberikan dampak ganda bagi perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM.
Kesimpulan
Lonjakan popularitas Bahlil dalam survei IPO menjadi cermin bagaimana eksposur, kebijakan, dan komunikasi publik bekerja dalam membentuk persepsi masyarakat. Di satu sisi, angka tersebut menjadi modal politik yang kuat bagi Bahlil dan Partai Golkar. Di sisi lain, publik perlu membaca data survei secara kritis, sebab popularitas bukan otomatis bukti kinerja. Yang terpenting bukan sekadar seberapa dikenal, melainkan seberapa besar manfaat kebijakan yang dirasakan rakyat secara nyata.
