Cavaliers Nyaris Kehilangan Keunggulan 22 Poin, tapi Tetap Tundukkan Nets 125-121 di Laga Pembuka Kandang
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Laga cavaliers vs nets di Rocket Arena, Cleveland, Sabtu malam waktu setempat, berakhir dengan skor 125-121 untuk kemenangan tuan rumah. Cleveland Cavaliers sempat memimpin hingga 22 poin sebelum Brooklyn Nets nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, namun Donovan Mitchell dan kawan-kawan berhasil bertahan untuk meraih kemenangan pertama mereka di musim 2026-27.
Kemenangan ini menjadi obat setelah Cavaliers mengalami keruntuhan memalukan di laga pembuka musim. Pada 22 Oktober lalu di Philadelphia, Cavs sempat unggul 29 poin atas 76ers sebelum akhirnya tumbang 114-106. Kekalahan itu menyisakan luka, dan pelatih Kenny Atkinson memilih menggelar sesi telaah rekaman pada 24 Oktober ketimbang latihan fisik.
“Sesi telaah rekaman itu bagus sebagai pembelajaran,” kata Atkinson. “Hal terbaik dari para pemain kami adalah mereka bisa menerima kebenaran. ‘Ini yang saya lihat. Ini yang bisa kita perbaiki.’ Lalu kami membahas detail strateginya. Hari-hari mental sangat penting di NBA. Ini bukan liga latihan, ini liga fokus mental.”
Melawan Nets, Cavaliers tampil lebih metodis. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 68-54, lalu memperlebar jarak menjadi 104-82 setelah tembakan tiga angka Jaylon Tyson dengan sisa waktu 9:29 di kuarter keempat. Namun, pola keruntuhan yang sama kembali menghantui tuan rumah.
Egor Demin mencetak tiga tembakan tiga angka dalam rentang 47 detik saat Nets melesat 9-2 dan memangkas jarak menjadi 11 poin di pertengahan kuarter akhir. Brooklyn terus merangsek, dan tembakan tiga angka keempat Michael Porter Jr. membuat kedudukan menjadi 123-121 dengan sisa 8,1 detik. Beruntung bagi Cavs, Sam Merrill mencetak dua lemparan bebas setelah Porter melakukan pelanggaran keenamnya, memastikan kemenangan cavaliers vs nets tetap aman.
Donovan Mitchell memimpin dengan 22 poin, disusul Jarrett Allen yang menambah 21 poin, dan Evan Mobley dengan 20 poin plus 10 rebound. Cavaliers menembak 50,6 persen dari lapangan dan 29 dari 38 dari garis lemparan bebas, termasuk 11 dari 15 di kuarter keempat.
Di kubu Nets, Michael Porter Jr. menjadi top skor dengan 28 poin dan sembilan rebound, Julius Randle menyumbang 23 poin serta enam rebound, dan Demin menutup laga dengan 22 poin, 15 di antaranya di kuarter keempat. Meski begitu, Brooklyn hanya menembak 40,2 persen dari lapangan, walau hampir sempurna dari garis lemparan bebas dengan 23 dari 27.
Nets sebenarnya sempat mengawali laga dengan baik, tetapi inkonsistensi di dua kuarter pertama membuat mereka tertinggal gabungan 14 poin. Pertahanan Brooklyn juga kesulitan membendung Mitchell, Allen, dan Mobley sepanjang pertandingan. Day’ron Sharpe tampil kurang meyakinkan dengan tujuh poin dan delapan rebound, menembak 3 dari 10, serta menerima dua pelanggaran flagran sebelum akhirnya keluar karena pelanggaran.
Laga cavaliers vs nets ini juga menegaskan tren menarik di awal musim. New York Knicks, juara bertahan, kalah di dua laga pertamanya, sementara Cavaliers sempat tergelincir sebelum bangkit. Atkinson menilai fenomena itu wajar mengingat kerasnya kompetisi Wilayah Timur.
Dengan hasil ini, Cavaliers memperpanjang rekor kemenangan beruntun atas Brooklyn menjadi delapan laga dan menang di empat dari lima laga pembuka kandang terakhir mereka. Sementara itu, Nets harus segera berbenah jika tak ingin prediksi finis di dasar Wilayah Timur dengan rekor menang-kalah 24,5 itu menjadi kenyataan.
Bagi Cavaliers, kemenangan cavaliers vs nets ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah pembuktian bahwa mereka mampu merespons tekanan, meski masih harus belajar menutup pertandingan tanpa memberi harapan bagi lawan. Atkinson sendiri menegaskan bahwa Cavs harus lebih konsisten mempertahankan intensitas selama 48 menit penuh. Kemenangan kandang perdana ini menjadi fondasi penting, tetapi ancaman keruntuhan yang nyaris terulang menjadi peringatan serius bagi perjalanan panjang musim ini.
