Starlink Elon Musk Kembali Normal di Ukraina, Musk Tuding Kyiv Langgar Aturan Drone
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Jaringan satelit Starlink Elon Musk kembali beroperasi normal di Ukraina setelah lebih dari sepekan mengalami pembatasan kecepatan yang mengganggu operasi militer Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan pada Sabtu (25/10/2026) bahwa layanan Starlink dan Starshield telah pulih ke kecepatan sebelum pembatasan. “Starlink dan Starshield berfungsi kembali dengan kecepatan yang kami butuhkan. Ini krusial untuk logistik garis depan dan perlindungan Ukraina dari serangan rudal,” kata Zelenskyy melalui Telegram.
Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara juga mengonfirmasi pemulihan tersebut. “Kami mengukur kecepatan di atas 400 km/jam, koneksi stabil,” ujarnya. Namun, pemulihan ini tidak serta-merta meredakan ketegangan antara Kyiv dan miliarder teknologi AS itu. Elon Musk, pendiri SpaceX, secara terbuka menuding militer Ukraina telah melanggar ketentuan layanan Starlink dengan menggunakannya untuk serangan drone ofensif yang bertujuan membunuh.
Dalam serangkaian unggahan di platform X, Musk menyatakan bahwa celah penyalahgunaan tersebut telah ditutup pada pekan lalu. “Menggunakan Starlink, layanan komersial sipil, untuk serangan drone ofensif guna membunuh orang tidak pernah diizinkan, dan seharusnya tidak pernah diizinkan. Militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink. Celah itu ditutup pekan lalu,” tulis Musk. Ia menegaskan bahwa Starshield, varian militer Starlink, adalah sistem berbeda yang dikendalikan pemerintah AS, sehingga keputusan penggunaannya ada di tangan Washington.
Pernyataan Starlink Elon Musk ini memicu reaksi keras dari Kyiv. Penasihat Zelenskyy untuk teknologi pertahanan, Serhii Beskrestnov, yang dikenal sebagai “Flash”, membantah tuduhan tersebut. “Aneh bahwa Elon Musk tidak mengetahui pembatasan Starlink di Ukraina. Kami secara fisik tidak mampu menggunakan Starlink untuk operasi tempur dengan drone ofensif jarak menengah dan jauh,” kata Beskrestnov di Facebook. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak bergantung pada Starlink untuk serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia, meski sistem itu tetap penting untuk komunikasi di garis depan.
Kontroversi ini mencuat sejak 21 Oktober 2026, ketika laporan muncul bahwa pembatasan pada Starlink dan Starshield mengganggu operasi militer Ukraina. Perlambatan dilaporkan memengaruhi komunikasi garis depan, pengawasan, dan operasi drone. Situasi makin rumit karena bersamaan dengan gangguan peringatan serangan rudal Rusia dari sekutu. Musk dan pejabat AS sempat saling menunjuk soal siapa yang memerintahkan pembatasan. Presiden AS Donald Trump membantah memberi instruksi dan menyatakan Musk tidak bisa disalahkan, sementara Wakil Presiden J.D. Vance mengindikasikan Gedung Putih bertindak terkoordinasi dengan Musk. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth membantah keterlibatan pemerintah.
Musk akhirnya mengakui bahwa perusahaannya, SpaceX, yang membatasi kecepatan layanan Starlink Elon Musk untuk Ukraina. Ia menegaskan Starlink tetap krusial bagi pertahanan Ukraina. “Starlink adalah satu-satunya sistem yang tidak dapat di-jam atau diledakkan, setidaknya untuk saat ini. Jika Starlink dimatikan, garis depan Ukraina akan runtuh seketika. Ini BUKAN ancaman, melainkan pernyataan fakta,” tegasnya. Musk juga menyinggung peran Starlink dalam mencegah Rusia menguasai Ukraina pada awal invasi, ketika semua sarana komunikasi lain hancur atau terhenti.
Meski demikian, Musk melontarkan kritik pedas kepada pihak yang mendorong perpanjangan perang. “SpaceX telah berbuat lebih banyak untuk pertahanan Ukraina daripada perusahaan swasta mana pun di Bumi. Namun, saya tidak punya apa pun selain penghinaan total terhadap para penghasut perang jahat yang berlagak saleh, mendorong pembantaian tanpa akhir, dan tidak menawarkan solusi realistis. Semoga kalian terbakar di neraka,” tulisnya.
Di tengah polemik, Presiden Zelenskyy menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan AS, yang ia nilai sebagai bentuk pengkhianatan. Namun, ia bersyukur layanan Starlink Elon Musk telah pulih. “Hal utama hari ini adalah Starlink dan Starshield telah beroperasi kembali pada kecepatan sebelum pembatasan. Kecepatan sekarang berada pada level yang kami butuhkan,” ujarnya. Pemulihan ini diharapkan dapat memperkuat logistik garis depan dan sistem peringatan dini terhadap serangan rudal Rusia.
Pengamat menilai insiden ini menunjukkan kompleksitas ketergantungan militer Ukraina pada infrastruktur swasta asing. Starlink, yang dikendalikan SpaceX, menjadi tulang punggung komunikasi di medan perang, tetapi kebijakan perusahaannya dapat berubah sewaktu-waktu. Sementara itu, Starshield yang dikendalikan pemerintah AS menambah lapisan birokrasi dan ketidakpastian. Hingga berita ini diturunkan, SpaceX belum memberikan komentar resmi tambahan terkait permintaan klarifikasi.
Dengan pulihnya layanan, Ukraina dapat kembali mengandalkan Starlink Elon Musk untuk koordinasi tempur dan komunikasi darurat. Namun, polemik soal penyalahgunaan dan kedaulatan layanan satelit diprediksi akan terus menjadi isu sensitif dalam hubungan Kyiv-Washington di masa mendatang. Masyarakat internasional pun mencermati bagaimana Musk menyeimbangkan peran sebagai penyedia teknologi global dengan kepentingan geopolitik yang kian memanas.
