Klasemen Akhir Perolehan Medali Asian Para Games 2026: Indonesia Peringkat 8, China Juara Umum, 15 Emas Lampaui Target
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan membanggakan. Dalam klasemen akhir perolehan medali Asian Para Games 2026: Indonesia peringkat 8, China juara umum, Merah Putih mengoleksi 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu atau total 73 medali. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedelapan dari 45 negara peserta, sekaligus memastikan tempat di jajaran 10 besar.
Pencapaian ini melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Dengan demikian, jumlah emas Indonesia mencapai lebih dari dua kali lipat sasaran semula. Ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut resmi berakhir pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dan penampilan kontingen Merah Putih menjadi salah satu sorotan utama pada penutupan.
Emas Penutup dari Boccia
Kepastian Indonesia mengoleksi emas ke-15 datang pada hari terakhir melalui cabang boccia. Tim beregu campuran BC1/BC2 yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha tampil impresif dengan mengalahkan Thailand 11-3 di partai final. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia pada klasemen akhir perolehan medali Asian Para Games 2026: Indonesia peringkat 8, China juara umum.
Boccia menjadi cabang paling produktif bagi Indonesia dengan empat medali emas. Selain emas beregu campuran, tiga emas lainnya dipersembahkan Handayani pada nomor tunggal putri BC1, Gischa Zayana di tunggal putri BC2, serta Felix Ardi Yudha melalui tunggal putra BC2.
Pada hari terakhir, cabang para powerlifting juga menambah pundi medali. Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi masing-masing menyumbangkan medali perak bagi Indonesia.
Kontribusi Para Atletik, Bulu Tangkis, dan Renang
Selain boccia, tiga cabang lain turut menyumbangkan tiga medali emas. Dari para atletik, emas diraih I Kadek Yasa pada lempar cakram putra F57, Karisma Evi Tiarani pada lari 100 meter putri T63, serta Partin Muhlisin di nomor 100 meter putra T63.
Cabang para bulu tangkis menyumbangkan tiga emas melalui pasangan Muh Al Imran/Suryo Nugroho, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, serta Subhan/Rina Marlina. Sementara itu, para renang memberikan tiga emas lewat Maulana Rifky Yavianda yang berjaya pada 100 meter gaya punggung S12 dan 100 meter gaya bebas S12, serta Abdil Majid Rahman pada 100 meter gaya dada SB7.
Dua emas tambahan berasal dari para balap sepeda melalui Muhammad Fadli Imammuddin dan para tenis meja lewat pasangan Bayce Layaba/Leli Marlina. Berikut rincian kontribusi emas Indonesia:
| Cabang Olahraga | Jumlah Emas |
|---|---|
| Boccia | 4 |
| Para Atletik | 3 |
| Para Bulu Tangkis | 3 |
| Para Renang | 3 |
| Para Balap Sepeda | 1 |
| Para Tenis Meja | 1 |
Apresiasi dan Sinergi Antarlembaga
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia. Menpora Erick menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, National Paralympic Committee Indonesia, serta Chef de Mission kontingen.
Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan target prestasi dapat dicapai, bahkan dilampaui. Pembangunan olahraga nasional, kata dia, membutuhkan perencanaan matang, strategi terukur, dan kerja sama yang solid.
Indonesia berada tepat di bawah Thailand yang finis di urutan ketujuh dengan 19 emas, 40 perak, dan 66 perunggu. Sementara itu, China memastikan diri sebagai juara umum, sehingga klasemen akhir perolehan medali Asian Para Games 2026: Indonesia peringkat 8, China juara umum menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga disabilitas nasional.
Kesimpulan
Raihan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu merupakan hasil positif bagi Indonesia. Capaian ini tidak hanya melampaui target awal, tetapi juga menempatkan Merah Putih di peringkat kedelapan. Dengan boccia sebagai penyumbang emas terbanyak, kontingen Indonesia membuktikan bahwa pembinaan olahraga disabilitas terus menunjukkan kemajuan. Ke depan, konsistensi prestasi dan sinergi antarlembaga menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing lebih tinggi pada ajang berikutnya.
Editor: Sukri Mustakim
