Debut Impian Ivan Provedel di Inter: Ayah Baru, Kiper Baru, dan Kemenangan Dramatis atas Fiorentina
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Ivan Provedel akhirnya mencatatkan debut resminya bersama Inter Milan dalam laga Serie A melawan Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2026). Kiper berusia 32 tahun itu dipercaya oleh pelatih Cristian Chivu untuk mengawal gawang Nerazzurri menggantikan Josep Martinez yang harus duduk di bangku cadangan. Keputusan ini menjadi sorotan publik, terlebih karena Ivan Provedel baru saja dikaruniai seorang anak, sehingga laga ini terasa begitu emosional bagi sang pemain.
Chivu menjelaskan bahwa keputusan menurunkan Ivan Provedel bukan tanpa alasan. Menurutnya, kiper yang didatangkan dari Lazio pada Juli 2026 dengan kontrak tiga tahun tersebut menunjukkan etos kerja luar biasa selama beberapa bulan terakhir, termasuk saat harus mendukung Martinez dari bangku cadangan. “Provedel pantas menjadi starter setelah pekan ini, ketika anaknya juga lahir, serta berkat kerja kerasnya selama beberapa bulan terakhir, termasuk dalam mendukung Pepo,” ujar Chivu kepada DAZN sebelum pertandingan.
Keputusan tersebut langsung memicu diskusi di kalangan pengamat sepak bola. Legenda kiper Italia, Walter Zenga, memberikan pandangan strategisnya. Menurut Zenga, rotasi kiper adalah hal yang wajar dalam sepak bola modern. “Jika sebuah tim memainkan 60 pertandingan dalam satu musim, tidak mungkin kiper kedua tidak pernah bermain. Cedera pemain utama adalah kemungkinan yang selalu ada, dan dalam situasi itu, pengganti tidak boleh dalam kondisi tidak siap,” jelas Zenga.
Lebih lanjut, Zenga menegaskan bahwa keputusan Chivu bukanlah bentuk hukuman bagi Martinez. Sebaliknya, ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga soliditas skuad. Martinez sendiri sempat melakukan beberapa kesalahan, namun kemudian bangkit dengan penampilan positif melawan Shakhtar Donetsk di Liga Champions. Chivu dinilai cerdas dalam mengelola kedua kipernya agar tetap termotivasi dan kompetitif.
Dalam pertandingan melawan Fiorentina, Inter tampil dengan formasi 3-5-2. Ivan Provedel berdiri di bawah mistar, dengan trio Bisseck, Akanji, dan Bastoni di lini belakang. Di lini tengah, Barella, Calhanoglu, dan Mkhitaryan dipercaya mengatur serangan, didukung Diouf dan Carlos Augusto di sisi sayap. Sementara itu, duet Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram menjadi ujung tombak.
Fiorentina yang dilatih dengan baik oleh pelatihnya tampil disiplin. David de Gea di bawah mistar La Viola beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Pio Esposito dan tembakan keras Thuram. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Namun, drama terjadi di babak kedua. Fiorentina sempat unggul lebih dulu melalui gol Alejandro Jimenez, membuat Inter harus bekerja ekstra keras.
Inter terus menekan. Peluang demi peluang diciptakan, namun De Gea tampil gemilang. Hingga akhirnya, pada masa injury time, Marcus Thuram dan Piotr Zielinski mencetak dua gol yang membalikkan keadaan. Kemenangan dramatis 2-1 ini membawa Inter mengoleksi 22 poin dari delapan pertandingan, menyamai perolehan Lazio di puncak klasemen berkat selisih gol yang lebih baik. Sementara itu, Fiorentina terpuruk di peringkat ke-18 dengan empat poin.
Bagi Ivan Provedel, laga ini menjadi momen tak terlupakan. Debutnya bersama Inter bertepatan dengan kebahagiaan menjadi ayah baru, dan ia berhasil menjaga gawang meski harus kebobolan satu gol. Penampilannya memberikan sinyal bahwa ia siap menjadi opsi andalan dalam rotasi kiper hingga akhir musim. Chivu sendiri menegaskan bahwa mulai sekarang hingga akhir musim, Provedel akan membantu tim dalam rotasi.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Inter di Serie A dan mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen. Kisah Ivan Provedel menjadi bukti bahwa dalam sepak bola modern, setiap pemain memiliki peran penting, dan kesempatan bisa datang kapan saja, bahkan di tengah momen paling pribadi sekalipun.
