Athletic Bilbao Hancurkan Getafe 4-0: Kebangkitan San Mamés di Tengah Badai Kartu Merah Laporte
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Pertandingan athletic vs getafe pada pekan ke-10 LaLiga akhirnya menjadi momen pembuktian bagi Athletic Bilbao. Setelah empat pertandingan tanpa kemenangan, tim asuhan Edin Terzić akhirnya memecah kebuntuan dengan kemenangan meyakinkan 4-0 di Stadion San Mamés. Hasil ini sekaligus memperpanjang penderitaan Getafe yang masih belum meraih satu pun poin di laga tandang musim ini.
Laga athletic vs getafe berlangsung dengan tekanan besar bagi tuan rumah. Athletic datang dengan modal kurang menggembirakan setelah kalah 1-3 dari Levante, sementara Getafe juga tengah dilanda krisis usai dihancurkan Lugano 2-5 di ajang UEFA Conference League. Kedua tim sama-sama mengoleksi sembilan poin sebelum pertandingan, menjadikan duel ini sebagai pertarungan gengsi untuk keluar dari zona bawah klasemen.
Badai Kartu Merah Aymeric Laporte
Situasi Athletic sebenarnya sempat rumit. Bek andalan Aymeric Laporte harus absen pada laga melawan Getafe setelah menerima kartu merah langsung saat melawan Levante. Ia diusir wasit pada menit ke-73 karena melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir yang menghalangi peluang emas lawan. Ketiadaan Laporte sempat membuat lini belakang Athletic diragukan, namun Aitor Paredes dan Dani Vivian tampil solid mengisi posisi tersebut.
Kabar baiknya, Laporte kini sudah kembali tersedia untuk pertandingan berikutnya melawan Real Sociedad. Kembalinya bek berpengalaman itu menjadi tambahan amunisi penting bagi Athletic yang tengah berusaha menstabilkan performa di kompetisi domestik.
Pesta Gol di San Mamés
Pertandingan athletic vs getafe berjalan sesuai skenario tuan rumah. Bermain dengan formasi 4-4-2, Athletic langsung mengambil inisiatif serangan. Alex Berenguer membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui tendangan bebas menyamping yang langsung masuk ke gawang David Soria. Keunggulan itu berlipat pada menit ke-35 ketika Iñaki Williams memanfaatkan umpan terobosan brilian Berenguer untuk menaklukkan kiper Getafe.
Memasuki babak kedua, dominasi Athletic berlanjut. Pada menit ke-70, Paredes mencetak gol ketiga melalui sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok Berenguer. Yuri Berchiche kemudian menutup pesta gol pada menit ke-88 dengan tembakan keras dari luar kotak penalti melalui skema tendangan bebas tidak langsung. Getafe semakin terpuruk setelah Mario Martín menerima kartu merah langsung pada menit ke-86.
Unai Simón nyaris tidak mendapat ancaman berarti sepanjang laga. Kiper timnas Spanyol itu menikmati pertandingan paling santainya musim ini karena Getafe tampak kehilangan karakter dan kekuatan yang biasanya menjadi ciri khas tim asuhan José Bordalás. Sepanjang 90 menit, gawang Simón tetap perawan tanpa kebobolan.
Debut Manis Para Pemain Muda
Dengan pertandingan yang sudah aman, Edin Terzić memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Beñat Prados akhirnya kembali bermain setelah lebih dari setahun absen, sementara dua talenta muda, Imga dan Vizcay, mencatatkan debut profesional mereka. Keputusan ini disambut hangat oleh 44.160 penonton di San Mamés yang akhirnya bisa pulang dengan senyum setelah sebulan terakhir dilanda kekecewaan.
Meski menang besar, laga athletic vs getafe juga diwarnai ketegangan di tribun. Bek Getafe, Dani Carvajal, menjadi sasaran cemoohan sepanjang pertandingan. Suporter Athletic masih menyimpan dendam atas insiden pada 2023 silam ketika Carvajal, yang kala itu membela Real Madrid, melakukan tekel keras terhadap Yuri Berchiche hingga menyebabkan fraktur tulang betis. Namun, seusai laga, Berchiche dan Carvajal justru berpelukan, menunjukkan bahwa keduanya telah melupakan masa lalu meski para penggemar masih sulit memaafkan.
Dampak bagi Kedua Tim
Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Athletic yang kini mengoleksi 12 poin. Sementara itu, Getafe semakin terpuruk dengan kekalahan tandang kelima secara beruntun, menempatkan posisi Bordalás di kursi panas. Duel athletic vs getafe kali ini menjadi cermin jelas perbedaan arah kedua tim: Athletic menemukan kembali identitasnya, sedangkan Getafe kehilangan sosok keras dan disiplin yang selama ini menjadi kekuatan mereka.
Bagi Athletic, konsistensi menjadi tantangan berikutnya saat menghadapi Real Sociedad dengan Laporte yang siap kembali memperkuat lini belakang. Sementara Getafe harus segera berbenah jika tidak ingin semakin tenggelam di papan bawah klasemen LaLiga musim ini.
