Hurzeler Sindir Pendekatan Liverpool Usai Brighton & Hove Albion F.C. Tumbang 2-0 di Anfield
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Kekalahan Brighton & Hove Albion F.C. dari Liverpool dengan skor 2-0 dalam lanjutan Premier League 2026/27 di Anfield, Minggu (25/10/2026), menyisakan rasa tidak puas bagi pelatih Fabian Hurzeler. Ia menilai hanya satu tim yang benar-benar berusaha menyerang dan menciptakan peluang dalam pertandingan tersebut.
Dalam konferensi pers usai laga, Hurzeler mengungkapkan kekecewaannya terhadap pendekatan pragmatis Liverpool yang memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik setelah unggul lebih dulu. “Saya pikir semua orang di stadion melihat bahwa ada satu tim yang benar-benar mencoba menciptakan peluang dan berusaha memenangkan pertandingan ini, dan karena itu saya harus memuji para pemain saya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa timnya sebenarnya memiliki satu atau dua peluang besar sebelum Liverpool mencetak gol. “Hari ini, saya pikir perbedaannya hanyalah mereka mencetak gol dan kami tidak. Mereka menjaga clean sheet karena mereka bertahan dengan baik bersama bek tengah, bek sayap Ronald Araujo dan Milos Kerkez. Mereka memblok banyak tembakan dan benar-benar menjaga kotak penalti dengan baik. Kami tidak memiliki efisiensi itu,” jelas Hurzeler.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Brighton & Hove Albion F.C. sejak Agustus, sekaligus menghentikan tren positif mereka dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, Hurzeler tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. “Kami tidak bisa menjaga clean sheet karena kami membuat kesalahan mudah. Kami kalah dalam duel-duel penting. Tapi secara keseluruhan saya melihat tim dengan banyak hal baik yang bisa diambil. Saya melihat tim yang benar-benar percaya pada pendekatan kami,” tuturnya.
Di sisi lain, kemenangan Liverpool atas Brighton & Hove Albion F.C. diraih berkat gol bunuh diri Pascal Gross yang diawali tembakan Florian Wirtz, serta gol Alexander Isak di babak pertama. Bagi Liverpool, ini adalah kemenangan kandang pertama mereka di liga di bawah pelatih kepala baru Andoni Iraola. Iraola pun mengaku senang dengan hasil tersebut.
“Sangat senang untuk hari ini, sangat senang secara keseluruhan untuk empat kemenangan ini. Saya pikir kami menghadapi lawan yang sangat baik, mirip dengan Villarreal beberapa waktu lalu—tim yang secara teknis sangat bagus. Sulit untuk bertahan melawan mereka berkali-kali. Kunci hari ini adalah bagaimana kami memulai. Kami perlu memulai dengan lebih kuat, agresif, merebut bola, memenangkan duel, dan berbahaya dalam transisi. Saya pikir kami melakukannya dan pertandingan berjalan berbeda dari yang terakhir, di mana kami kebobolan lebih dulu dan kemudian harus bangkit,” kata Iraola.
Ia juga memberikan kabar terbaru tentang kondisi Wirtz yang harus ditarik keluar pada menit ke-65 karena cedera pergelangan kaki. “Sayangnya, ia harus meninggalkan lapangan dengan sedikit terkilir pergelangan kaki. Tidak terlihat terlalu parah, tetapi kami bermain setiap tiga hari jadi kami perlu melihat perkembangannya,” tambahnya.
Kemenangan ini juga disambut gembira oleh para penggemar Liverpool di Anfield. Setelah peluit akhir, pengumuman hasil pertandingan lain yang berlangsung bersamaan—kekalahan 3-0 Manchester United dari Bournemouth di Old Trafford—memicu sorakan sinis dari tribun. Hasil tersebut membuat Liverpool naik ke posisi dua poin di atas Chelsea, sementara Manchester United terpuruk di peringkat 16, hanya satu poin di atas zona degradasi.
Pertandingan Liverpool vs Brighton sendiri disiarkan secara langsung di Indonesia melalui platform Vidio, pemegang hak siar resmi Premier League 2026/27. Liga musim ini diikuti 20 tim, termasuk tiga tim promosi: Coventry City, Ipswich, dan Hull City.
Dengan hasil ini, Brighton & Hove Albion F.C. harus segera bangkit untuk menghadapi jadwal padat berikutnya. Sementara Liverpool semakin percaya diri menyongsong pertemuan dengan rival berat mereka pada November mendatang. Bagi Hurzeler, kritik terhadap pendekatan lawan mungkin menjadi cambuk bagi timnya untuk lebih efisien di depan gawang.
