Orian Goren, Remaja Israel 17 Tahun yang Mengguncang El Clasico: Debut di Panggung Terbesar Dunia
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Nama Orian Goren tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola dunia. Remaja berusia 17 tahun asal Israel itu resmi masuk dalam daftar 23 pemain Barcelona untuk laga El Clasico melawan Real Madrid di Spotify Camp Nou, Minggu malam. Ini adalah momen bersejarah, karena Orian Goren menjadi pemain Israel pertama yang pernah masuk skuad untuk salah satu pertandingan paling bergengsi dan paling banyak ditonton di dunia tersebut.
Keputusan pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick, memasukkan Orian Goren ke dalam skuad bukan tanpa alasan. Gelandang muda itu telah menunjukkan kualitasnya bersama tim cadangan, Barça Atlètic, di mana ia menjadi pemain kunci dan starter reguler berkat konsistensinya di lini tengah. Media olahraga Spanyol, Marca, menyoroti perkembangan pesat sang pemain, menyebut bahwa keikutsertaannya dalam skuad merupakan langkah baru dalam proses pengembangan kariernya.
Profil Singkat Sang Talenta Muda
Lahir di Savyon, Israel, pada 2009, Orian Goren telah tinggal di Spanyol sejak usia 11 tahun dan menempuh pendidikan sepak bola di akademi legendaris La Masia. Ia beroperasi sebagai gelandang interior, namun juga mampu berperan sebagai playmaker maupun gelandang serang. Selain kewarganegaraan Israel, ia juga memegang paspor Ceko, sehingga tidak memakan kuota pemain non-Uni Eropa. Saat ini ia tercatat sebagai pemain timnas Israel U-21.
Meski belum mencatatkan debut resmi bersama tim utama Barcelona, Goren sudah tampil dalam laga Trofi Joan Gamper dengan menggantikan Xavi Espart. Pengalaman itu menjadi bukti kepercayaan Flick terhadap potensinya, setelah sebelumnya ia beberapa kali dilibatkan dalam sesi latihan tim utama dan pertandingan pramusim.
Peluang Emas di Tengah Badai Cedera
Masuknya Orian Goren ke skuad tak lepas dari badai cedera yang menerpa Barcelona. Dani Olmo dipastikan absen selama beberapa pekan akibat cedera otot adductor di kaki kirinya, yang membuatnya ditarik keluar pada babak pertama saat melawan Paris Saint-Germain. Selain Olmo, sejumlah nama seperti Eric Garcia, Jules Kounde, Andreas Christensen, dan Roony Bardghji juga tidak tersedia.
Kondisi ini membuka pintu bagi para pemain muda akademi untuk unjuk gigi. Selain Goren, nama Alex Campos juga mendapat panggilan pertamanya di laga liga, setelah sebelumnya masuk skuad untuk pertandingan Liga Champions melawan PSG. Brian Fariñas dan Hamza Abdelkarim turut melengkapi daftar pemain muda yang dipercaya.
| Kategori | Pemain yang Dipanggil |
|---|---|
| Kiper | Joan Garcia, Livakovic, Szczesny |
| Bek | Xavi Espart, Joao Cancelo, Balde, Cubarsi, Gerard Martin, Alex Campos |
| Gelandang | Rodri, Pedri, Frenkie de Jong, Fermin, Gavi, Marc Bernal, Brian Fariñas, Orian Goren |
| Penyerang | Lamine Yamal, Gabriel Jesus, Raphinha, Gordon, Adeyemi, Hamza Abdelkarim |
Duel Penentu Puncak Klasemen
Laga El Clasico edisi pertama musim 2026/27 ini memiliki makna krusial bagi kedua tim. Barcelona tampil sempurna dengan memenangi sembilan laga liga dan berpeluang memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari Real Madrid jika meraih kemenangan. Sementara itu, Los Blancos yang dilatih Jose Mourinho berada di posisi ketiga dengan selisih enam poin, dan tengah dalam tren empat kemenangan beruntun di semua kompetisi setelah mengalahkan Leipzig 4-1 di Liga Champions.
Barcelona sendiri datang dengan modal kurang mengesankan usai kalah 4-2 di markas PSG. Flick melakukan dua perubahan di lini tengah dengan memasukkan Rodri dan Fermin Lopez, menggantikan Olmo yang cedera dan Marc Bernal yang beralih ke bangku cadangan.
Di tengah tensi tinggi pertandingan sebesar ini, kehadiran Orian Goren menjadi simbol harapan baru. Orang-orang terdekatnya mengaku sangat gembira setelah sesi latihan tim utama dan pemeriksaan medis terakhir pada Minggu. Mereka berharap sang remaja mendapat kesempatan tampil di laga yang menjadi impian setiap pesepak bola.
Kisah Orian Goren juga mengingatkan publik pada Gai Assulin, pemain Israel yang pernah memperkuat tim senior Barcelona di ajang Copa del Rey namun tak pernah tampil di laga La Liga. Kini, harapan besar disematkan agar pencapaian Goren menjadi awal dari karier gemilang di panggung sepak bola dunia.
