Emas Melonjak, Bank Mandiri Buka Jalan Baru Investasi Mulai 0,005 Gram
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Layanan Bullion Bank Mandiri perluas akses investasi emas [titlebase] menjadi kenyataan yang kian terasa di tengah masyarakat. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri kini menghadirkan ekosistem emas terintegrasi yang memungkinkan siapa pun mulai berinvestasi logam mulia hanya dengan modal kecil. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan nasabah yang semakin beragam dalam mengelola kekayaan, terutama di tengah dinamika harga emas yang terus bergerak fluktuatif.
Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto menjelaskan bahwa pengembangan bisnis bullion melengkapi pilihan layanan keuangan masyarakat. Melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan pembelian awal mulai 0,02 gram, lalu bertransaksi pembelian mulai 0,005 gram dan penjualan mulai 0,01 gram secara real time selama 24 jam.
Ekosistem Emas Terintegrasi dalam Satu Genggaman
Layanan Bullion Bank Mandiri perluas akses investasi emas [titlebase] tidak berhenti pada tabungan digital. Nasabah juga dapat memanfaatkan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Emas, fasilitas cicilan untuk pembelian emas, sehingga pilihan layanan semakin sesuai kebutuhan. Untuk menghubungkan layanan digital dengan kebutuhan emas fisik, nasabah dapat mengambil emas dari saldo Tabungan Emas melalui 28 ATM Emas dan 458 cabang yang dapat dipilih lewat Livin’.
Bank Mandiri menyediakan pilihan merek emas ANTAM LM dan HRTA GOLD untuk melengkapi layanan tersebut. “Melalui bisnis bullion, kami ingin memudahkan masyarakat mengakses layanan emas yang terintegrasi melalui Livin’ by Mandiri, mulai dari menabung, mencicil emas, hingga mengambil emas fisik,” ujar Sunarto dalam Paparan Publik Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026 di Jakarta.
Ditopang Kinerja Keuangan yang Solid
Ekspansi bisnis bullion ini berdiri di atas fondasi keuangan yang kuat. Hingga kuartal III 2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp 45,5 triliun, tumbuh 20,7 persen secara tahunan. Kredit bank only mencapai Rp 1.605,8 triliun atau tumbuh 16 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 1.750,2 triliun, naik 17,7 persen. Total aset tercatat Rp 2.404,1 triliun, meningkat 20,1 persen.
| Indikator Kinerja | Posisi Kuartal III 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Laba Bersih Konsolidasi | Rp 45,5 triliun | 20,7 persen |
| Kredit Bank Only | Rp 1.605,8 triliun | 16 persen |
| Dana Pihak Ketiga | Rp 1.750,2 triliun | 17,7 persen |
| Total Aset | Rp 2.404,1 triliun | 20,1 persen |
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menegaskan, pertumbuhan bisnis telah menjangkau berbagai sektor, dari pemerintah dan BUMN hingga UMKM. Sepanjang 2026, perseroan membagikan dividen Rp 50,6 triliun, termasuk dividen interim Rp 6,16 triliun. Livin’ by Mandiri sendiri telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026.
Momentum di Tengah Fluktuasi Harga Emas
Layanan Bullion Bank Mandiri perluas akses investasi emas [titlebase] hadir saat harga logam mulia bergerak dinamis. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia pekan depan berada di kisaran 3.884-4.138 dolar AS per troy ounce, sementara logam mulia domestik diprediksi bergerak di Rp 2,39-2,69 juta per gram. Pada akhir pekan, harga logam mulia ditutup di Rp 2,525 juta per gram.
Fluktuasi ini justru menegaskan pentingnya akses investasi yang fleksibel. Dengan pembelian mulai 0,005 gram dan transaksi real time, masyarakat dapat memanfaatkan momentum koreksi maupun penguatan harga secara lebih terukur.
Sinergi yang Menguatkan Sektor Riil
Selain layanan ritel, Bank Mandiri memperkuat sinergi dengan sektor pertambangan. PT Timah (Persero) Tbk memperoleh fasilitas kredit talangan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE-SDA) senilai Rp 4 triliun berjangka 12 bulan untuk modal kerja. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah, Fina Eliani, menyebut pembiayaan ini mencerminkan pengakuan pasar terhadap fundamental bisnis dan perbaikan tata kelola perusahaan.
Dengan ekosistem yang lengkap, Layanan Bullion Bank Mandiri perluas akses investasi emas [titlebase] menempatkan emas bukan lagi barang mewah yang sulit dijangkau, melainkan instrumen investasi yang inklusif. Masyarakat kini dapat menabung, mencicil, dan memiliki emas fisik dalam satu platform digital yang terintegrasi.
Ke depan, langkah ini berpotensi memperluas basis investor emas nasional sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat. Kombinasi kinerja keuangan yang solid, inovasi digital, dan pemahaman pasar terhadap dinamika harga menjadikan layanan ini pilihan menarik bagi nasabah yang ingin melindungi nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.
