Jobe Bellingham: Dari Bench BVB ke Investor Teknologi VR Rp160 Miliar
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Nama Jobe Bellingham kembali mencuri perhatian, bukan karena aksi heroiknya di atas lapangan hijau, melainkan karena langkah cerdasnya di dunia bisnis. Gelandang muda Borussia Dortmund berusia 21 tahun itu resmi menjadi investor dalam pendanaan senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp160 miliar) untuk Rezzil, perusahaan teknologi olahraga asal Manchester yang mengembangkan perangkat realitas virtual (VR) untuk latihan, video game, dan siaran pertandingan. Langkah Jobe Bellingham ini menandai babak baru dalam kariernya sebagai pesepak bola modern yang tidak hanya fokus pada performa di lapangan, tetapi juga membangun portofolio bisnis sejak usia dini.
Kabar investasi ini mencuat bersamaan dengan laga Dortmund melawan Sabah FK di ajang Liga Champions. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Olimpiade, Baku, Selasa malam (20/10/2026), Jobe Bellingham harus puas memulai laga dari bangku cadangan. Pelatih Niko Kovac melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan empat pemain baru, termasuk Carney Chukwuemeka yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-23. Kovac juga mengubah formasi menjadi 3-2-3-2 dengan dua penyerang, Serhou Guirassy dan Fabio Silva, didukung Chukwuemeka di belakang mereka.
Meski tanpa Jobe Bellingham sejak menit awal, Dortmund tampil dominan. Mereka menguasai 69 persen bola dan menciptakan peluang demi peluang. Gol pembuka datang pada menit ke-10 lewat aksi jemput bola Guirassy setelah tembakan keras Felix Nmecha dari jarak 16 meter gagal ditangkap sempurna oleh kiper Sabah, Stas Pokatilov. Namun, keunggulan itu sirna pada menit ke-39 ketika bek tengah Aden McCarthy menyundul bola hasil tendangan bebas Puchacz ke sudut jauh gawang Gregor Kobel. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Dortmund kembali mengambil kendali. Pada menit ke-52, umpan silang tajam dari Joey Veerman berhasil diselesaikan dengan indah oleh Guirassy melalui tendangan voli menggunakan kaki kiri yang terulur. Gol itu membawa Dortmund unggul 2-1 dan bertahan hingga peluit akhir. Kemenangan ini mengakhiri tren tiga laga tanpa kemenangan bagi Die Schwarzgelben dan mengangkat posisi mereka dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan Liga Champions. Jobe Bellingham sendiri masuk pada menit ke-75 menggantikan Nmecha, bersama Marcel Sabitzer dan Joane Gadou, untuk memberikan tenaga segar di sisa pertandingan.
Keputusan Jobe Bellingham berinvestasi di Rezzil bukan tanpa alasan. Perusahaan tersebut telah digunakan oleh klub-klub besar seperti Grêmio di Brasil sejak 2021 untuk melatih pemain muda dalam mengambil keputusan cepat dan meningkatkan konsentrasi. Teknologi Rezzil juga dimanfaatkan oleh TNT Sports dan program Match of the Day BBC untuk menganalisis ulang pertandingan secara virtual. Investasi ini merupakan bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara Rezzil dan keluarga Bellingham untuk mengembangkan proyek digital di masa depan. Adik dari Jude Bellingham ini bergabung dengan Dortmund pada Juni 2025 dengan kontrak hingga 2030, setelah sebelumnya mencatat 90 penampilan bersama Sunderland dan membantu klub tersebut promosi ke Premier League pada musim 2024-2025.
Sementara itu, kakaknya, Jude Bellingham, juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Bintang Real Madrid itu dikabarkan mendukung 300 anak di Kenya dan menyumbangkan tiga defibrilator untuk kota Birmingham. Jude ingin dikenang bukan hanya karena sepak bola, tetapi juga karena dampak positif yang ia berikan bagi masyarakat. Kisah dua bersaudara ini menjadi inspirasi bahwa pesepak bola modern dapat berkontribusi di berbagai bidang, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dengan performa Dortmund yang kembali ke jalur kemenangan dan langkah bisnis Jobe Bellingham yang semakin matang, masa depan gelandang muda Inggris ini tampak cerah. Ia tidak hanya berpotensi menjadi bintang di lapangan, tetapi juga tokoh berpengaruh di industri teknologi olahraga. Kombinasi bakat, visi, dan keberanian mengambil risiko membuat Jobe Bellingham layak diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di generasi saat ini.
