Kesbangpol Riau Gandeng Paguyuban Banyuwangi Rawat Toleransi demi Harmoni Bumi Lancang Kuning
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau terus memperkuat upaya menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Dalam langkah konkretnya, Kesbangpol Riau Gandeng Paguyuban Banyuwangi Rawat Toleransi dengan menerima kunjungan pengurus Perkumpulan Sebrayan Banyuwangi Riau (Sebar) di Pekanbaru, Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyinergikan peran organisasi kedaerahan dalam merawat persatuan di Bumi Lancang Kuning.
Kepala Kesbangpol Riau, Boby Rachmat, menegaskan bahwa keberadaan paguyuban daerah memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antarwarga perantauan dengan masyarakat setempat. Menurutnya, keberagaman yang ada di Riau merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama melalui penguatan wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan pembangunan karakter bangsa.
“Keberagaman di Bumi Lancang Kuning ini adalah kekayaan bangsa yang harus kita rawat bersama melalui penguatan wawasan kebangsaan, moderasi, dan karakter bangsa,” ujar Boby saat menerima rombongan Sebar.
Dalam pertemuan tersebut, Boby mengajak keluarga besar Sebar untuk membangun hubungan harmonis, tidak hanya di lingkungan internal organisasi, tetapi juga dengan paguyuban lain serta masyarakat tempatan. Ia menekankan bahwa organisasi kedaerahan seyogianya tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya warga perantauan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Kesbangpol Riau menyatakan kesiapannya memberikan pembinaan serta memfasilitasi berbagai kegiatan organisasi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, sosial kemasyarakatan, dan pelestarian budaya. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong paguyuban seperti Sebar untuk semakin aktif terlibat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Ketua Umum Sebar, Amma Kusbani, menyambut baik penerimaan dan dukungan dari Kesbangpol Riau. Ia menyebutkan bahwa kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan struktur kepengurusan dan keberadaan organisasi kepada pemerintah daerah. Amma menegaskan komitmen warga Banyuwangi di Riau untuk menjaga ketenteraman serta memperkuat keharmonisan antar-etnis.
“Kami memohon arahan, bimbingan, dan petunjuk agar Sebar terus berkembang menjadi wadah yang positif, taat hukum, dan bermanfaat nyata bagi seluruh masyarakat Provinsi Riau,” katanya.
Melalui koordinasi tersebut, Sebar berharap dapat terus menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dan mengambil bagian dalam kegiatan yang mempererat hubungan sosial masyarakat di Riau. Langkah ini sejalan dengan upaya Kesbangpol Riau Gandeng Paguyuban Banyuwangi Rawat Toleransi sebagai bagian dari strategi pembinaan organisasi kemasyarakatan di daerah.
Sinergi antara pemerintah dan paguyuban daerah seperti yang dilakukan Kesbangpol Riau bersama Sebar menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat dirawat melalui dialog dan kolaborasi. Ke depan, diharapkan semakin banyak organisasi kedaerahan yang aktif berkontribusi dalam menjaga kerukunan, sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi pembangunan di Provinsi Riau.
Dengan semangat kebersamaan, Kesbangpol Riau Gandeng Paguyuban Banyuwangi Rawat Toleransi tidak hanya menjadi wacana, tetapi diimplementasikan melalui program pembinaan dan fasilitasi kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang lebih maju dan harmonis.
Sebagai penutup, upaya Kesbangpol Riau dalam menggandeng paguyuban Banyuwangi merupakan investasi sosial jangka panjang untuk merawat toleransi dan persatuan. Partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kedaerahan, akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Bumi Lancang Kuning.
