Al Ittihad Jeddah di Tepi Jurang: Wessing Coret Dua Bintang, En-Nesyri Jadi Penyelamat di Menit 90
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Tekanan besar menyelimuti al ittihad jeddah menjelang laga krusial Liga Champions Elite Asia 2026/27. Berada di peringkat ke-11 dengan hanya satu poin dari dua pertandingan, tim asal Arab Saudi itu wajib meraih kemenangan saat bertandang ke markas Neftchi Fergana di Stadion Fargona, Uzbekistan, Senin sore waktu Makkah. Situasi ini membuat al ittihad jeddah berada di tepi jurang, karena kekalahan akan semakin mempersulit langkah mereka menuju babak gugur.
Sehari sebelum pertandingan, suasana di dalam kamp al ittihad jeddah dilaporkan memanas. Pelatih asal Jerman, Jens Wessing, mengambil keputusan mengejutkan dengan menunda pengumuman susunan pemain inti hingga pertemuan teknis terakhir sebelum laga. Langkah ini diyakini sebagai upaya mengacaukan perhitungan lawan dan menjaga kartu taktisnya tetap tertutup.
Yang lebih mengejutkan, Wessing mencoret penyerang internasional Arab Saudi Saleh Al-Shehri dan gelandang Rakan Al-Kaabi sepenuhnya dari daftar pertandingan. Keputusan tersebut dibaca sebagai sinyal ketidakpuasan pelatih terhadap performa teknis keduanya, sekaligus niat menciptakan kejutan di dalam skuad. Wessing sendiri baru bergabung pada musim panas lalu setelah menjuarai Liga Champions Asia Dua bersama Gamba Osaka, dan ia belum mampu mereplikasi performa apik di kompetisi domestik ke panggung benua.
Rekor al ittihad jeddah di kompetisi ini memang jauh dari harapan. Dari 270 menit pertama, mereka belum pernah sekali pun memimpin pertandingan. Hasil imbang 1-1 melawan Al-Shamal dari Qatar di laga pembuka, lalu takluk 1-2 dari Shabab Al-Ahli Uni Emirat Arab di Jeddah pada pekan kedua. Sementara itu, Neftchi Fergana datang dengan moral lebih baik, menempati peringkat ketujuh dengan tiga poin setelah mengalahkan Al-Quwa Al-Jawiya Irak 1-0, meski kemudian kalah 1-3 dari Al-Nassr.
Di lapangan, laga berjalan tidak mudah bagi al ittihad jeddah. Pada menit ke-17, George Ilenikhena yang tengah berusaha menghalau sepak pojok justru mengenai bola dengan tangannya, dan wasit menunjuk titik putih. Jamshid Iskandarov mengeksekusi penalti untuk Neftchi, meski kiper Predrag Rajkovic sempat menyentuh bola. Tertinggal lebih dulu, pasukan Jeddah meningkatkan serangan melalui sayap kanan.
Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-34. Umpan silang Steven Bergwijn ke tiang jauh disambut lompatan Houssem Aouar yang mengungguli bek kanan Koffi Kouao, dan sundulannya menggetarkan gawang tuan rumah. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, dan Wessing kemudian memasukkan Youssef En-Nesyri menggantikan Ilenikhena pada menit ke-60.
Namun, penyerang asal Maroko itu harus menunggu hingga detik-detik akhir untuk menemukan momennya. Di menit ke-90, al ittihad jeddah mendapatkan tendangan bebas sekitar 25 yard dari gawang. En-Nesyri berdiri di belakang bola, dan dengan satu tendangan melengkung melewati pagar betis menuju sudut atas gawang, ia membawa timnya memimpin untuk pertama kalinya di kompetisi ini sekaligus meraih kemenangan perdana musim ini. Bangku cadangan pun meluap ke garis lapangan merayakan gol dramatis tersebut.
Kemenangan 2-1 ini mengangkat posisi al ittihad jeddah ke delapan besar klasemen, sebuah syarat mutlak bagi Wessing dan anak-anak asuhnya untuk menjaga peluang lolos. Hasil ini juga menjadi pembuktian bahwa keputusan taktis sang pelatih, termasuk mencoret dua pemain bintangnya, membuahkan hasil yang diinginkan.
Meski demikian, perjalanan masih panjang. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama bagi al ittihad jeddah, terlebih mereka masih akan menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik dan benua. Kemenangan dramatis di Fergana setidaknya memberikan modal moral berharga bahwa tim ini mampu bangkit di bawah tekanan.
Dengan modal tiga poin pertama, al ittihad jeddah kini memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan kiprahnya di Liga Champions Elite Asia. Namun, jika ingin tetap bersaing hingga akhir, mereka harus segera menemukan stabilitas permainan dan memastikan performa impresif En-Nesyri serta Aouar dapat terus berlanjut di laga-laga berikutnya.
