Inforiau – 27 Oktober 2026 | Klub raksasa Arab Saudi, Al Ahli Jeddah, menorehkan hasil positif sekaligus mengirim sinyal kebangkitan menjelang lanjutan kompetisi antarklub Asia. Dalam laga pekan ketiga Liga Champions Asia Elite zona Barat yang digelar di Alinma Stadium, Al Ahli Jeddah berhasil mengalahkan wakil Qatar, Al Gharafa, dengan skor 2-1 pada Senin (26/10/2026) malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Marino Pusic yang tengah berburu posisi puncak klasemen.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Al Ahli Jeddah langsung mengambil inisiatif menyerang dan membuka keunggulan pada menit keempat melalui sundulan tajam Ivan Toney memanfaatkan umpan matang Eduard Spertsyan. Gol kilat tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri dan mendominasi penguasaan bola hingga menyentuh angka 73 persen pada fase awal pertandingan.
Al Gharafa bukannya tanpa perlawanan. Tim tamu yang dilatih Pedro Martins beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53 ketika Florinel Coman menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan terukur dari Saifeldeen Fadlalla. Gol tersebut sempat mengejutkan publik tuan rumah dan menghidupkan kembali asa tim Qatar untuk meraih poin pertamanya di fase grup.
Namun, Al Ahli Jeddah menunjukkan mentalitas juara. Mereka kembali tampil agresif dan akhirnya memastikan kemenangan melalui gol kedua yang lahir dari kombinasi serangan yang rapi. Kemenangan 2-1 ini membawa Al Ahli Jeddah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen zona Barat, terpaut dua angka dari Al Ain yang memimpin dengan sembilan poin. Sementara itu, Al Gharafa masih tertahan di posisi ke-15 atau kedua dari bawah tanpa mengoleksi poin sama sekali.
Yang menarik, kemenangan ini diraih di tengah situasi skuad yang belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, ada kabar gembira yang menyelimuti kubu tuan rumah. Dua pemain kunci, penjaga gawang Edouard Mendy dan winger Wanderson Galeno, dilaporkan telah kembali mengikuti sesi latihan penuh pada Minggu (25/10/2026). Keduanya sempat absen cukup lama akibat cedera, dan kembalinya mereka menjadi suntikan tenaga besar bagi Al Ahli Jeddah dalam menghadapi jadwal padat ke depan.
Pelatih Marino Pusic mengaku belum mengambil keputusan final terkait penurunan kedua pemain tersebut. Menurutnya, keputusan akan diambil dalam pertemuan teknis beberapa jam sebelum pertandingan, dengan mempertimbangkan kondisi fisik serta kebutuhan taktik tim. Meski begitu, kehadiran Mendy di bawah mistar dan kecepatan Galeno di sisi sayap tentu memberi opsi lebih luas bagi lini serang Al Ahli Jeddah.
Di sisi lain, Al Ahli Jeddah masih dibayangi masalah cedera pemain belakang. Bek asal Turki, Merih Demiral, serta Saleh Abu Al Shamat dan Nayef Masoud, masih menjalani program pengobatan dan rehabilitasi. Demiral mengalami cedera persendian kaki saat sesi latihan menjelang laga melawan Al Khaleej. Saleh Abu Al Shamat absen dalam dua laga terakhir karena cedera bahu, sedangkan Nayef Masoud masih dalam proses pemulihan cedera persendian kaki yang membuatnya melewatkan empat pertandingan liga sebelumnya. Ketiganya dipastikan belum bisa diturunkan dalam waktu dekat.
Dalam sesi latihan terakhir, Pusic fokus memberikan sentuhan akhir pada aspek teknis dan taktis. Ia menekankan pentingnya disiplin posisi serta efektivitas penyelesaian akhir, mengingat lawan-lawan di kompetisi Asia Elite memiliki kualitas pertahanan yang solid. Pendekatan ini terbukti membuahkan hasil ketika Toney dan rekan-rekan mampu mengeksekusi peluang dengan efisien.
Kemenangan atas Al Gharafa menjadi sinyal bahwa Al Ahli Jeddah siap bersaing di level tertinggi Asia. Dengan komposisi pemain yang mulai lengkap serta semangat juang yang tinggi, tim asal Jeddah ini berpeluang besar mengamankan tiket ke fase gugur. Kini, tugas Pusic adalah menjaga konsistensi performa dan memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi prima agar ambisi meraih gelar juara Liga Champions Asia Elite tetap terjaga.
Ke depan, Al Ahli Jeddah akan menghadapi rangkaian laga berat yang menuntut rotasi cerdas dan kedalaman skuad. Kembalinya Mendy dan Galeno menjadi angin segar, namun kesabaran dalam memulihkan Demiral dan dua pemain lainnya tetap menjadi prioritas. Dengan strategi yang matang dan dukungan penuh dari suporter, Al Ahli Jeddah optimistis dapat terus melaju dan menorehkan prestasi gemilang di kancah sepak bola Asia.
