Sevilla Akhiri Puasa Kemenangan, Isaac Romero Jadi Mimpi Buruk Osasuna di Sánchez-Pizjuán
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Sevilla akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menghentikan rentetan hasil buruk dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Osasuna dalam laga lanjutan La Liga di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán. Kemenangan ini menjadi oase di tengah padang gurun hasil bagi tim asuhan Luis García Plaza, yang sebelumnya sempat menelan kekalahan dari Real Madrid, Barcelona, dan Aston Villa. Bagi Sevilla, tiga poin ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa mereka masih punya nyali untuk bersaing di papan atas.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Osasuna nyaris mengejutkan tuan rumah pada menit keempat melalui Flavien Boyomo yang gagal memanfaatkan peluang dari situasi bola mati. Tiga menit berselang, giliran Félix Correia yang membuang kesempatan emas setelah sepakannya dari dalam kotak penalti melebar. Ante Budimir juga sempat mengancam, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran. Kedua tim tampak kesulitan menemukan ritme permainan di sepertiga akhir lapangan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24 lewat aksi brilian yang melibatkan tiga pemain. Youssouf Fofana, yang tampil luar biasa sepanjang laga, mengirimkan umpan tumit cerdik kepada Isaac Romero. Penyerang muda Sevilla itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan melepaskan tembakan kaki kanan akurat ke sudut gawang yang dikawal Aitor Fernández. Gol tersebut menjadi gol ketiga Romero dalam tiga pertandingan terakhir, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai top skor Sevilla musim ini.
Keunggulan 1-0 membuat Sevilla semakin percaya diri. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Chidera Ejuke memaksa Aitor Fernández melakukan penyelamatan penting, sementara Juan Iglesias sempat membentur tiang gawang di babak kedua. Kike Salas juga nyaris menambah keunggulan lewat sundulannya, namun kiper Osasuna masih sigap mengamankan gawangnya. Statistik mencerminkan dominasi Sevilla dengan 17 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang, berbanding sepuluh tembakan Osasuna yang hanya dua tepat sasaran.
Kemenangan Sevilla akhirnya dipastikan delapan menit sebelum bubaran. Félix Correia, yang juga mencetak gol saat bermain imbang 3-3 melawan Levante dua pekan lalu, menuntaskan serangan balik cepat dengan tembakan yang sempat membentur pemain lawan sebelum bersarang di gawang. Gol tersebut menjadi gol kedua Correia musim ini dan menutup perlawanan Osasuna yang tampak kehabisan tenaga di babak kedua.
Hasil ini membawa Sevilla naik ke posisi keenam klasemen dengan koleksi 17 poin, memangkas jarak dengan Real Sociedad di peringkat kelima menjadi dua poin. Sevilla juga memperpanjang rekor kemenangan kandang mereka menjadi lima pertandingan beruntun melawan tim-tim di luar trio besar La Liga. Sementara itu, Osasuna tetap tertahan di peringkat ke-12 dan gagal memanfaatkan peluang menyamakan poin dengan lawannya. Catatan buruk pun membayangi tim tamu, yang dalam 18 kunjungan terakhir ke Sánchez-Pizjuán hanya mampu meraih satu kemenangan.
Pelatih Sevilla, Luis García Plaza, disebut-sebut berhasil mengubah wajah timnya musim ini. Berbeda dengan musim lalu yang penuh penderitaan, kali ini Sevilla tampil lebih solid, agresif, dan tahu cara memenangkan pertandingan yang seharusnya mereka menangkan. Permainan dua penyerang yang diterapkan García Plaza dengan memasang Stassin dan Isaac Romero terbukti merepotkan lini belakang Osasuna yang dikenal rentan.
Meski demikian, catatan evaluasi tetap ada. Sevilla masih kerap kesulitan mengontrol tempo dan membuat keputusan yang terburu-buru di area pertahanan lawan. Fofana menjadi pembeda dengan visi dan ketenangannya, sementara Kike Salas tampil impresif baik dalam bertahan maupun membantu serangan. Kedatangan Rubén Vargas yang kabarnya semakin dekat juga menjadi angin segar bagi ambisi Sevilla menembus zona Eropa.
Dengan kemenangan ini, Sevilla membuktikan bahwa mereka bukan tim yang mudah menyerah. Rentetan hasil buruk melawan raksasa La Liga tidak membuat mental para pemain runtuh. Sebaliknya, mereka bangkit dan menunjukkan kelas sesungguhnya saat menghadapi lawan yang sepadan. Jika konsistensi ini mampu dijaga, bukan tidak mungkin Sevilla kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Bagi Osasuna, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tren negatif di laga tandang terus berlanjut, dengan hanya satu kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir di luar kandang. Pelatih Jagoba Arrasate jelas memiliki pekerjaan rumah besar untuk membangkitkan kembali semangat juang anak asuhnya, terutama saat bermain di hadapan publik lawan yang tidak memberikan ruang sedikit pun untuk bernapas.
Sevilla akan menghadapi tantangan berikutnya dengan modal kepercayaan diri yang tinggi. Kemenangan atas Osasuna menjadi fondasi penting untuk menatap laga-laga selanjutnya. Jika Romero terus mencetak gol dan Fofana tampil konsisten, bukan hal mustahil bagi Sevilla untuk terus merangkak naik di klasemen dan mewujudkan target tampil di kompetisi Eropa musim depan.
