Drama 95 Menit di Maracanã: Flamengo Kembali ke Puncak, Atlético Mineiro Tertunduk Usai Penalti Kontroversial
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Laga flamengo vs atletico mineiro di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, pada Senin malam (26/10), tersaji sebagai salah satu pertandingan paling dramatis di pekan ke-32 Campeonato Brasileiro 2026. Lebih dari 50 ribu penonton yang memadati stadion legendaris itu menyaksikan bagaimana Flamengo mencuri kemenangan 3-2 atas Atlético Mineiro lewat gol penalti Jorge Carrascal pada menit 90+9, tepat di detik-detik terakhir pertandingan.
Kemenangan ini membawa Flamengo kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 70 poin, unggul satu angka atas Palmeiras yang berada di posisi kedua dengan 69 poin. Sementara Atlético Mineiro harus puas tertahan di posisi keenam dengan 50 poin.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan flamengo vs atletico mineiro dibuka dengan kejutan. Meski tampil dengan formasi mesclado atau campuran karena padatnya jadwal, Atlético Mineiro justru unggul lebih dulu pada menit ketujuh melalui gol Bernard, memanfaatkan serangan balik cepat yang diinisiasi Angelo Preciado.
Flamengo yang tampil dengan kekuatan utama sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu. Kiper Gabriel Delfim beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis peluang Erick Pulgar dari jarak jauh. Namun, dominasi tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit 34 lewat umpan silang Gonzalo Plata yang tidak tersentuh siapa pun dan masuk ke gawang. Tujuh menit kemudian, aksi individu brilian Giorgian de Arrascaeta membawa Flamengo berbalik unggul 2-1 sebelum turun minum.
Di babak kedua, Flamengo tetap mendominasi. Namun kejutan kembali terjadi pada menit 58 ketika Renan Lodi mencetak gol spektakuler melalui tendangan kaki kiri yang menyambut bola panjang Victor Hugo, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol itu sempat membuat Atlético Mineiro tampil lebih percaya diri dan menyulitkan tuan rumah.
Kesalahan Taktik dan Penalti Kontroversial
Pelatih Atlético Mineiro, Eduardo Domínguez, menuai kritik tajam setelah keputusannya menarik dua pemain ofensif terbaiknya untuk memasukkan bek tengah dan gelandang bertahan justru membuat timnya semakin tertekan. Keputusan itu berbuntut fatal pada menit 90+3, ketika Aleksander yang baru masuk menjatuhkan Léo Pereira di kotak penalti.
Renan Lodi secara terbuka mengakui kesalahannya dalam insiden tersebut. “Pertama, situasi dengan Léo Pereira. Bola sedang diperebutkan, dan saya menendang kakinya. Saya mengakui, saya melakukan pelanggaran. Itu tidak mencerminkan apa yang tim kami lakukan sepanjang pertandingan,” ujarnya usai laga. “Babak pertama buruk. Di babak kedua kami membaik. Itulah Galo, itulah cara kami seharusnya bermain di setiap pertandingan.”
Domínguez sendiri menilai pertandingan flamengo vs atletico mineiro berjalan dengan dua wajah berbeda. “Kami mencetak gol sangat cepat sesuai rencana. Tapi lawan tumbuh dan jika diberi ruang serta waktu untuk bermain, mereka akan bermain. Di babak kedua kami mencoba memperbaiki situasi, terutama tekanan. Sayang sekali apa yang terjadi di momen terakhir,” tuturnya.
Krisis Cedera Jelang Jadwal Padat
Kekalahan ini menambah beban Atlético Mineiro yang harus menghadapi jadwal berat. Kamis (29/10) mereka akan melakoni laga klasik melawan Cruzeiro, lalu Minggu (1/11) menghadapi leg pertama semifinal Copa do Brasil kontra Grêmio. Domínguez pun memberikan pembaruan mengenai kondisi tiga pemain pentingnya: kiper Everson, gelandang Fred, dan penyerang Tomás Cuello.
“Everson tidak ikut agar bisa memulihkan kondisi. Kami belum tahu apakah ia akan bermain di laga klasik atau Minggu. Ketika saya menilai ia sudah siap, saya akan memutuskan,” kata Domínguez. Untuk Cuello yang absen karena nyeri punggung, ia menyebut, “Kami berharap ia bisa bergabung. Tergantung rasa sakitnya. Jika tidak 100 persen, ia tidak akan bermain.” Sedangkan Fred yang masih dalam pemulihan cedera otot paha belakang kiri disebut terus menunjukkan perkembangan positif.
Sementara itu, bagi Flamengo, kemenangan dramatis dalam laga flamengo vs atletico mineiro ini menjadi obat setelah tersingkir di semifinal Copa Libertadores oleh Estudiantes. Kini tersisa enam laga final bagi kedua tim, termasuk pertemuan krusial di São Paulo pada 22 November mendatang.
Kesimpulan
Duel flamengo vs atletico mineiro di Maracanã kembali membuktikan bahwa sepak bola Brasil selalu menyajikan drama hingga detik terakhir. Flamengo memanfaatkan peluang terakhir untuk merebut kembali takhta klasemen, sementara Atlético Mineiro harus menelan pil pahit akibat kesalahan individu dan keputusan taktik yang dipertanyakan. Dengan jadwal berat menanti, Galo dituntut segera bangkit jika ingin tetap bersaing di tiga kompetisi yang masih mereka jalani musim ini.
