João Neves Jadi Kunci PSG, Vitinha Sebut Mirip Kvaratskhelia dan Bungkam Lamine Yamal
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Nama joão neves kembali mencuri perhatian di panggung Eropa. Gelandang muda Paris Saint-Germain itu menjadi sorotan setelah tampil impresif dalam kemenangan 2-1 atas Barcelona di Liga Champions, sekaligus mendapat pujian langsung dari rekan setimnya, Vitinha, yang menyebut performanya memiliki kemiripan dengan Khvicha Kvaratskhelia.
Pujian tersebut disampaikan Vitinha dalam konferensi pers menjelang laga. Menurutnya, dalam dunia sepak bola, performa pemain kerap naik dan turun. Ia menyinggung Kvaratskhelia yang sempat kehilangan tempat di tim inti asuhan Luis Enrique dan hanya mencetak dua gol serta satu assist dalam sepuluh pertandingan pertama musim ini. Kebangkitan joão neves, kata Vitinha, berada di jalur yang serupa dan diharapkan terus meningkat seiring waktu.
“Ini adalah hal yang normal. Ketika tim tidak mendapatkan hasil baik, pembicaraan mulai muncul. Kami memiliki banyak pemain berkualitas yang selalu siap, dan kompetisi di dalam tim sangat sehat. Itu membantu kami tetap positif,” ujar Vitinha.
Sebelum laga melawan Barcelona, joão neves memang sempat kesulitan menembus starting eleven. Ia belum mencetak gol maupun memberikan assist dan belum menjadi starter dalam dua pertandingan pertama Liga Champions. Namun, kepercayaan Luis Enrique terbukti tepat ketika sang pemain kembali mengisi posisi gelandang bertahan dan langsung mengubah dinamika permainan Paris.
Dalam pertandingan di Paris tersebut, joão neves tampil sebagai motor di lini tengah. Trio yang ia bentuk bersama Vitinha dan Fabián Ruiz mampu mendominasi area tengah, mengungguli kombinasi Pedri, Bernal, dan Dani Olmo milik Barcelona. Energi dan agresivitasnya menjadi fondasi bagi PSG untuk menekan sejak menit awal, dengan sebuah peluang Kvaratskhelia yang membentur tiang gawang pada menit kedua.
Kontribusi nyata joão neves terlihat pada gol pembuka di menit ke-38. Umpan lambung ke area tengah berhasil ia menangkan lewat sundulan, sebelum bola diteruskan kepada Désiré Doué yang menyelesaikan aksinya dengan tembakan dari tepi kotak penalti. Assist tersebut menjadi bukti peran gandanya sebagai pemutus serangan sekaligus penyambung transisi.
Barcelona sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui Espart. Namun PSG kembali unggul lewat sundulan Lucas Hernández, yang masuk menggantikan Nuno Mendes yang cedera. Meski Lamine Yamal sempat mencetak gol indah pada menit ke-79 usai melewati Zaïre-Emery, perlawanan Barcelona tak cukup untuk menghindari kekalahan. Kegemilangan Yamal, yang disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia, ternyata mampu diredam oleh kerja keras lini tengah Paris, termasuk oleh joão neves.
Vitinha sendiri mengaku tengah berada dalam fase permainan terbaiknya. “Saya merasa baik saat ini. Ini bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi saya dalam kondisi yang bagus dan berharap bisa terus seperti ini,” tambahnya.
Menjelang duel melawan Barcelona, Vitinha menegaskan timnya tidak merasa tertekan. Ia menilai Lamine Yamal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia dan mengaku tertantang menghadapi kualitas seperti itu. Namun, ia menekankan fokus PSG tidak hanya tertuju pada satu pemain, mengingat banyak individu hebat di kubu Barcelona.
Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian strategi menghadapi tekanan lawan. “Kadang kita harus bertahan lebih dalam, dan di lain waktu, kita perlu lebih agresif. Semua ini membutuhkan penyesuaian di lapangan,” pungkasnya.
Performa joão neves menjadi salah satu cerita menarik dari kemenangan PSG atas Barcelona. Dari pemain yang sempat tersisih, ia kini menjelma menjadi elemen krusial di lini tengah tim asuhan Luis Enrique. Fleksibilitas dan kedalaman skuad Paris terbukti menjadi kekuatan tersendiri, mampu mencetak gol melalui pemain yang tak selalu menjadi bintang utama.
Bagi PSG, kemenangan ini mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat di Liga Champions musim ini. Sementara bagi joão neves, laga ini bisa menjadi titik balik untuk merebut tempat di tim inti secara permanen. Jika konsistensi dan energi seperti yang ditunjukkan melawan Barcelona terus terjaga, bukan tidak mungkin pujian Vitinha tentang kemiripannya dengan Kvaratskhelia akan terbukti dalam perjalanan panjang musim ini.
