Atlético Madrid Tersandung di Stuttgart, Hjulmand Absen Lawan Bayern
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Club Atlético de Madrid harus puas membawa pulang satu poin dari lawatan ke Jerman setelah bermain imbang 1-1 melawan VfB Stuttgart dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Arena Stuttgart, Selasa malam waktu setempat. Hasil ini membuat club atlético de madrid mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan fase liga, sebuah catatan yang belum sepenuhnya aman bagi ambisi mereka untuk finis di delapan besar.
Stuttgart tampil menggebrak sejak peluit pertama. Tuan rumah menekan tinggi dan memanfaatkan kecenderungan Atleti yang kesulitan menghadapi intensitas lawan. Tanpa kehadiran Cuti Romero di jantung pertahanan, garis belakang club atlético de madrid kerap goyah. Marcos Llorente bahkan hampir membuat kesalahan fatal di menit pertama yang berhasil diselamatkan Jan Oblak dengan penyelamatan gemilang. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah pada menit ke-35 melalui Jamie Leweling, yang membuka keunggulan Stuttgart.
Memasuki babak kedua, Diego Simeone melakukan penyesuaian. Hasilnya instan: dua menit setelah restart, Ademola Lookman mengirim umpan yang diselesaikan Julián Alvarez untuk menyamakan kedudukan. Gol itu menjadi gol pertama Alvarez musim ini dan sempat membangkitkan asa club atlético de madrid untuk berbalik unggul. Namun, momentum tersebut buyar pada menit ke-60-an ketika Morten Hjulmand menerima kartu merah langsung akibat tekel terlambat di tengah lapangan.
Bermain dengan sepuluh pemain, Atleti terpaksa bertahan. Stuttgart kembali menguasai jalannya pertandingan, tetapi rapatnya pertahanan serta ketangguhan Oblak membuat skor bertahan 1-1 hingga peluit panjang. Dzenan Pejcinovic sempat menyundul bola terlalu tinggi, sementara tembakan Grischa Prömel masih bisa diamankan Oblak di menit-menit akhir. Bagi club atlético de madrid, satu poin ini terasa seperti hasil yang disyukuri mengingat keadaan yang tidak menguntungkan.
Konsekuensi dari kartu merah Hjulmand sangat signifikan. Gelandang musim panas itu dipastikan absen saat club atlético de madrid menjamu Bayern Munich di Metropolitano pada awal November mendatang. Kehilangan Hjulmand menambah daftar tantangan Simeone di lini tengah, terlebih Bayern datang dengan catatan empat poin dari dua laga dan sedang dalam performa menjanjikan.
Secara keseluruhan, performa individu para pemain Atleti menuai sorotan. Dávid Hancko dinilai sebagai salah satu yang paling konsisten berkat kemampuannya memenangi duel udara dan umpan panjang akurat. Alejandro Grimaldo tampil disiplin dalam bertahan meski minim kontribusi ofensif. Sebaliknya, Marc Pubill dan Giuliano Simeone mendapat penilaian rendah karena dianggap kehilangan fokus dan tempo permainan.
Dalam konteks klasemen fase liga yang dihuni 36 tim, persaingan di papan atas sangat ketat. Sembilan klub masih sempurna dengan poin penuh, termasuk PSG, Barcelona, Liverpool, Arsenal, dan Real Madrid. Sementara itu, sejumlah klub besar seperti Inter dan Napoli justru belum mengumpulkan poin sama sekali. Posisi club atlético de madrid dengan empat poin menuntut konsistensi jika ingin menghindari jalur play-off.
Dengan format baru yang hanya meloloskan delapan tim teratas langsung ke 16 besar dan posisi 9-24 harus melewati play-off, setiap poin menjadi krusial. Kekalahan dari Liverpool di matchday pertama dan hasil imbang di Stuttgart membuat club atlético de madrid wajib meraih hasil maksimal di laga-laga berikutnya, dimulai dari duel melawan Bayern Munich. Simeone dituntut segera menemukan keseimbangan antara soliditas pertahanan dan ketajaman lini depan tanpa kehilangan sosok seperti Hjulmand.
Secara keseluruhan, hasil di Stuttgart mencerminkan karakter Atleti yang pantang menyerah, tetapi juga mengungkap kerentanan yang harus segera diperbaiki. Jika mampu bangkit dan tampil disiplin melawan Bayern, peluang club atlético de madrid untuk tetap bersaing di jalur utama Liga Champions masih terbuka lebar.
