Amri/Nita Bangkit dari Luka French Open, Jadi Harapan Indonesia di Hylo Open 2026
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Pasangan ganda campuran Indonesia, amri/nita, kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya Hylo Open 2026. Setelah menelan kekalahan pahit di perempat final French Open, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kini mengalihkan fokus penuh ke turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, mulai Selasa (27/10/2026). Bagi amri/nita, ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan panggung pembuktian bahwa mereka mampu bangkit dan bersaing di level elite dunia.
Kekalahan dari ganda China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan skor 21-13, 13-21, 13-21 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (23/10/2026), meninggalkan catatan evaluasi mendalam. Amri mengakui bahwa banyak skema permainannya yang terbaca oleh lawan. Ia juga menyoroti kondisi angin di arena yang cukup menyulitkan pengembalian bola. “Pengembalian kami tidak boleh terlalu polos dan harus ada inisiatif menurunkan bola, tapi mereka juga sedang sangat baik penempatan bolanya jadi sangat menyulitkan,” ujar Amri dikutip dari PBSI.
Dari sisi Nita, kekalahan tersebut membuka matanya pada variasi permainan lawan. Menurutnya, Huang Dong Ping tampil dengan skema yang berbeda dibanding dua pertemuan sebelumnya. “Huang Dong Ping hari ini bermain dengan lebih banyak variasi. Penempatan bola di depannya sangat baik,” kata Nita. Meski demikian, amri/nita memilih tidak larut dalam kekecewaan. Keduanya sepakat untuk segera melakukan reset dan mengarahkan fokus ke Hylo Open dengan harapan meraih hasil lebih baik.
Modal kepercayaan diri amri/nita sejatinya cukup kuat. Dalam pembaruan ranking BWF pekan 20 Oktober 2026, mereka menempati peringkat ke-12 dunia dengan koleksi 57.750 poin. Posisi tersebut menempatkan amri/nita sebagai salah satu pasangan Indonesia yang punya peluang bersaing di kelompok elite. Di French Open lalu, mereka bahkan mampu melewati babak pertama dengan mengalahkan pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Cheng Su Yin, dua gim langsung 22-20, 21-18.
Hylo Open 2026 sendiri menjadi ajang besar bagi kontingen Indonesia. Sebanyak 10 wakil Merah Putih dikirim ke Jerman, tersebar di empat sektor. Ganda putra menjadi sektor dengan jumlah terbanyak, yakni empat pasangan, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang berstatus unggulan pertama, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Sektor ganda putri diisi Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sementara di ganda campuran, selain amri/nita, ada Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil di tunggal putra sekaligus juara bertahan.
Pada hari pertama, Selasa (27/10/2026), tujuh wakil Indonesia dijadwalkan tampil di babak pertama utama ganda putra dan ganda putri. Sabar/Reza akan menghadapi pasangan Inggris, Alex Green/Zach Russ, dan bertekad memperbaiki performa setelah menjadi runner-up Hylo Open 2025. Leo/Daniel menantang pemenang babak kualifikasi. Adapun babak pertama utama ganda campuran, termasuk amri/nita, dijadwalkan pada Rabu (28/10/2026). Urutan pertandingan dapat berubah mengikuti susunan harian penyelenggara.
Bagi amri/nita, Hylo Open adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa peringkat ke-12 dunia bukanlah batas akhir. Pelajaran dari French Open, mulai dari variasi serangan lawan hingga pengelolaan momentum, menjadi bekal berharga. Jika mampu menjaga konsentrasi dan memperbaiki penempatan bola, bukan tidak mungkin amri/nita melangkah lebih jauh dan memperbaiki posisi mereka di ranking dunia.
Secara keseluruhan, Hylo Open 2026 menjadi ujian penting bagi skuad bulu tangkis Indonesia, terutama di sektor ganda. Dengan komposisi merata di empat sektor, harapan meraih gelar terbuka lebar. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada amri/nita yang diharapkan mampu mengubah luka French Open menjadi energi positif. Perjalanan mereka di Saarbrücken akan menjadi indikator sejauh mana pasangan ini siap bersaing di level tertinggi dan mengukuhkan posisi sebagai harapan Indonesia di sektor ganda campuran.
