Muhammad Toha Curi Perhatian di Panggung JDT, Mampukah Guncang Peta Klasemen Johor Darul Ta'zim FC vs Port FC?
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Peta persaingan sepak bola Asia Tenggara kembali menghangat setelah bek Indonesia Muhammad Toha tampil memukau saat DPMM FC menghadapi Johor Darul Ta’zim (JDT). Laga semifinal leg pertama Piala FA Malaysia 2026 di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Jumat (23/10/2026), menjadi sorotan, terutama ketika publik mulai membicarakan bagaimana dinamika klasemen Johor Darul Ta’zim FC vs Port FC menjadi cermin ketatnya kompetisi antar klub di kawasan ini. Meski DPMM FC harus menelan kekalahan 0-2, penampilan Toha justru menuai pujian luas dari media Malaysia.
Dua gol kemenangan JDT di laga tersebut dicetak Bergson da Silva pada menit ke-21 dan Eddy Israfilov pada menit ke-71. Namun, hasil itu tak menyurutkan apresiasi terhadap performa Toha di lini belakang. Bek berusia 29 tahun itu mengawali pertandingan sebagai bek kanan, lalu digeser ke sisi kiri pada sepuluh menit terakhir untuk mengawal winger andalan JDT sekaligus Timnas Malaysia, Arif Aiman.
Pujian Media Malaysia untuk Toha
Media lokal Malaysia, Palatao Bola, melontarkan apresiasi tinggi terhadap kualitas permainan mantan kapten Persita Tangerang tersebut. Mereka bahkan menilai Toha layak mendapat panggilan memperkuat Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman. “Layak dipanggil John Herdman,” tulis media tersebut dalam ulasannya.
Media itu juga menyoroti kontribusi Toha yang dinilai mampu membawa DPMM FC bersaing dengan klub-klub kuat di kawasan Asia Tenggara. Menariknya, pujian semakin menguat ketika kemampuan Toha mengawal Arif Aiman dibandingkan dengan pemain yang berkompetisi di Belanda. Sorotan ini secara tidak langsung mempertegas betapa kompetitifnya persaingan klub-klub elite, sejalan dengan diskursus mengenai klasemen Johor Darul Ta’zim FC vs Port FC yang kerap menjadi rujukan pengamat untuk mengukur kekuatan tim di level regional.
Pilar Tak Tergantikan di DPMM FC
Toha tengah menemukan periode terbaik dalam kariernya. Sejak diboyong dari Persita Tangerang pada awal musim, ia menjelma menjadi pemain yang nyaris tak tergantikan di DPMM FC, klub asal Brunei yang berkompetisi di Liga Super Malaysia. Berikut rekam jejaknya musim ini:
- Selalu menjadi starter dalam lima pertandingan Liga Super Malaysia 2026/2027.
- Menjalani lima laga Piala FA Malaysia, juga selalu sebagai starter di posisi bek kanan.
- Total 10 pertandingan di semua kompetisi atau lebih dari 900 menit bermain.
- Membantu DPMM FC mengalahkan Penang (1-0), Sabah (2-1), dan Kuching City (3-2).
- Hanya menelan dua kekalahan, dari Kuala Lumpur (0-1) dan JDT (0-3).
Konsistensi tersebut membuat Toha disebut-sebut sebagai bukti kualitas yang mampu membawa DPMM Brunei sebaris dengan JDT, Selangor, dan Kuching City di empat besar Liga Super. Dalam konteks yang lebih luas, performa klub-klub ini turut memengaruhi perbincangan seputar klasemen Johor Darul Ta’zim FC vs Port FC, terutama ketika penggemar membandingkan kekuatan wakil Malaysia dengan klub Thailand di kompetisi Asia.
Terima Kasih untuk Suporter Indonesia
Usai laga, Toha menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter Indonesia yang hadir langsung di stadion. Kehadiran mereka menjadi energi tersendiri bagi sang pemain di tengah tekanan menghadapi salah satu klub terkuat di Asia Tenggara. Dukungan ini juga dinilai menjadi modal berharga bagi Toha untuk terus tampil konsisten di level internasional.
Bagi banyak pengamat, penampilan solid Toha melawan JDT menjadi pembuktian bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di kompetisi lintas negara. Hal ini pun menambah warna dalam diskusi mengenai klasemen Johor Darul Ta’zim FC vs Port FC, yang sering dijadikan tolok ukur untuk menilai daya saing klub-klub di kawasan.
Dengan kontrak satu musim bersama DPMM, Toha memiliki peluang besar untuk terus menaikkan pamornya. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin panggilan ke Timnas Indonesia benar-benar datang. Sementara itu, persaingan klub-klub elite Asia Tenggara diprediksi kian sengit, dan perbincangan tentang klasemen Johor Darul Ta’zim FC vs Port FC akan terus menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola.
Secara keseluruhan, kisah Muhammad Toha menjadi cermin bagaimana performa individu dapat mengangkat nama klub sekaligus membuka peluang lebih besar di kancah internasional. Di tengah dominasi klub-klub besar seperti JDT, kehadiran pemain seperti Toha memberi warna baru dan harapan bagi sepak bola Indonesia. Kiprahnya di Liga Super Malaysia patut diapresiasi, dan publik tentu menantikan apakah torehan ini berujung pada kesempatan membela Merah Putih di ajang resmi.
