Peringkat Dunia BWF Berubah Drastis: Ubed Tembus 25 Besar, Christo Vovop Cetak Sejarah Dunia
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Peta persaingan peringkat dunia BWF kembali mengalami perubahan signifikan pada pembaruan pekan ke-44 yang dirilis Selasa (27/10/2026). Berbagai kejutan mewarnai daftar terbaru tersebut, mulai dari sejarah baru di sektor tunggal putra hingga kebangkitan ganda campuran Indonesia. Ajang French Open 2026 yang berakhir Minggu (25/10) menjadi salah satu faktor utama yang mengerek naik sejumlah nama, sekaligus membuat peringkat dunia BWF semakin menarik untuk dicermati menjelang bergulirnya musim kualifikasi Olimpiade.
Ubed Melesat ke 25 Besar Dunia
Pebulu tangkis muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, mencatatkan pencapaian terbaiknya sepanjang karier di level elite. Dalam peringkat dunia BWF terbaru, pemain berusia 19 tahun asal Madura itu naik tiga tingkat ke posisi ke-25 dunia dengan koleksi 48.951 poin.
Kenaikan tersebut tak lepas dari capaiannya sebagai runner-up French Open 2026. Tambahan 9.350 poin dari turnamen berlevel Super 750 itu menjadi perolehan poin terbesar bagi Ubed sepanjang kiprahnya di pentas dunia. Meski harus puas berada di posisi kedua setelah kalah di partai final, hasil tersebut tetap menjadi modal berharga bagi masa depannya.
Berkat lonjakan ini, Ubed berhasil melewati sejumlah pemain berpengalaman. Ia kini berada di atas Ng Ka Long Angus dari Hong Kong yang menempati peringkat ke-27, Weng Hong Yang dari China di urutan ke-29, serta Kenta Nishimoto dari Jepang di posisi ke-30. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia berjalan sesuai harapan.
Meski sudah menembus 25 besar, Ubed masih membidik target yang lebih tinggi. Ia berambisi menembus 10 besar peringkat dunia BWF dan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. “Bismillah bisa tembus 10 besar. Apalagi tahun depan sudah mulai race to Olympic, ya bisa main di 2028,” ujarnya.
Setelah menuntaskan tur Eropa, Ubed masih akan tampil di tiga turnamen hingga akhir musim 2026, yakni Korea Open, Kumamoto Masters Japan, dan Hong Kong Open. Kualifikasi Olimpiade sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 3 Mei 2027 hingga 30 April 2028.
Christo Vovop Tulis Sejarah untuk Prancis
Kabar mengejutkan datang dari sektor tunggal putra. Christo Vovop resmi menyandang status pemain nomor satu dunia dalam peringkat dunia BWF pekan ke-44 dengan koleksi 89.932 poin. Ia menjadi pebulu tangkis Prancis pertama yang berhasil menempati posisi puncak tersebut.
Posisi Vovop menggeser Kunlavut Vitidsarn dari Thailand yang harus turun ke peringkat kedua dengan 89.465 poin setelah langsung tumbang di babak pertama French Open 2026. Kemenangan Vovop di kandang sendiri, termasuk saat mengalahkan Ubed di partai final, menjadi kunci utama lonjakannya.
“Menang di rumah selalu menjadi sesuatu yang istimewa. Sebuah gelar yang memiliki rasa khusus, dengan begitu banyak emosi dan kenangan,” kata Vovop melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Jonatan dan Alwi Bertahan di 10 Besar
Di tengah sorotan terhadap Ubed dan Vovop, Indonesia masih menempatkan dua wakilnya di jajaran 10 besar peringkat dunia BWF. Jonatan Christie bertahan di posisi keenam dengan 80.031 poin, sementara Alwi Farhan menempati peringkat ke-10 dengan 73.699 poin.
Kabar positif juga datang dari sektor ganda putra. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin naik enam tingkat ke posisi ke-19 dunia setelah mencapai babak semifinal French Open 2026. Sebelumnya, mereka juga meraih gelar juara Taiwan Open 2026.
Amri/Nita Kembali Bawa Ganda Campuran ke 10 Besar
Sektor ganda campuran Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menembus jajaran 10 besar peringkat dunia BWF dengan menempati peringkat kesembilan, posisi tertinggi sepanjang karier mereka berpasangan.
Amri/Nita naik tiga tingkat dari posisi ke-12 pada pekan sebelumnya. Capaian ini menjadi yang terbaik setelah sebelumnya wakil Indonesia terakhir kali menembus 10 besar melalui Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu pada Juni lalu.
Sejumlah hasil positif menjadi fondasi kenaikan mereka, di antaranya medali perunggu Kejuaraan Dunia 2026 yang menyumbang 10.500 poin, medali perak Asian Games 2026, serta tambahan 6.050 poin dari French Open 2026 meski langkah mereka terhenti di perempat final.
Persaingan Menuju Olimpiade Memanas
Dinamika peringkat dunia BWF yang berubah cepat menunjukkan bahwa persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 semakin ketat. Bagi Indonesia, kombinasi antara pemain senior seperti Jonatan Christie dan talenta muda seperti Ubed, Alwi Farhan, Leo/Daniel, serta Amri/Nita menjadi modal berharga untuk bersaing di panggung dunia.
Dengan masih tersisanya sejumlah turnamen hingga akhir musim 2026, peluang para pemain untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar. Ragam capaian pada pembaruan terbaru ini menjadi sinyal bahwa bulu tangkis Indonesia terus menjaga daya saingnya di level global, sekaligus menegaskan bahwa peta kekuatan peringkat dunia BWF akan terus bergerak dinamis menyambut musim kualifikasi Olimpiade.
Editor: Sukri Mustakim
