Carlos Alcaraz Makin Panas di Wina, Peluang Pecahkan Rekor Sinner Terbuka Lebar
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Carlos Alcaraz kembali menunjukkan kelasnya di lapangan keras indoor. Bintang tenis Spanyol itu sukses melewati ujian berat di babak pertama Erste Bank Open 2026 di Wina, Austria, dengan mengalahkan Karen Khachanov dalam dua set langsung, 6-4 dan 7-6(5), Selasa (27/10/2026). Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak kedua, tetapi juga membuka jalan bagi Carlos Alcaraz untuk menorehkan sejarah baru di level ATP 500.
Pertandingan berlangsung sengit selama dua jam empat menit. Alcaraz sempat tertinggal 1-3 di set pertama sebelum bangkit dan menutup set dengan 6-4. Set kedua berjalan lebih alot hingga tiebreak, di mana petenis berusia 23 tahun itu memastikan kemenangan lewat sebuah passing shot spektakuler. “Saya sendiri tidak tahu bagaimana saya bisa melakukan passing shot itu,” ujar Alcaraz sambil tersenyum dalam konferensi pers.
Kemenangan atas Khachanov menjadi kemenangan ke-22 beruntun Carlos Alcaraz di ajang ATP 500 sejak gelar di Queen’s Club 2025. Catatan ini membawanya hanya terpaut dua kemenangan dari rekor all-time milik Jannik Sinner, yang mencatat 24 kemenangan beruntun di ATP 500 sebelum akhirnya diputus oleh Alcaraz sendiri di China Open 2024. Jika mampu mengalahkan Nikoloz Basilashvili atau Jurij Rodionov di babak kedua, serta memenangi perempat final, Alcaraz akan menyamai rekor Sinner.
Peluang itu terbuka lebar. Di perempat final, Alcaraz kemungkinan besar akan menghadapi Tommy Paul, lawan yang memiliki rekor buruk melawannya. Alcaraz menang dalam enam pertemuan terakhir dan unggul 7-2 secara head-to-head. Sementara di semifinal, Jakub Mensik atau Daniil Medvedev bisa menjadi penghalang. Jika mampu melaju lebih jauh, Carlos Alcaraz berpeluang mendekati rekor 28 kemenangan beruntun milik Roger Federer.
Meski demikian, Alcaraz mengaku masih dalam proses menemukan performa terbaiknya setelah lama absen akibat cedera. “Saya berada di jalur yang benar dan mengambil langkah yang tepat. Saya masih kehilangan sedikit rasa otomatis seperti di awal tahun, tetapi saya semakin dekat,” ungkapnya. Ia justru melihat sisi positif dari jeda panjang tersebut: mentalnya masih segar dan lapar akan kompetisi di penghujung musim.
Di sisi lain, persaingan di puncak ranking ATP semakin menarik. Ben Shelton, yang kini menempati peringkat keempat dunia dan menjadi unggulan utama di Basel, menolak anggapan bahwa dominasi Alcaraz dan Sinner mulai memudar. Menurut Shelton, pernyataan itu tidak adil. Ia menegaskan bahwa keduanya telah meraih dua dari empat gelar Grand Slam tahun ini, sementara Sinner mengoleksi lima titel Masters 1000. “Mereka berdua telah melakukan hal-hal luar biasa. Saya berharap mereka kembali dalam kondisi terbaik di Australia Terbuka 2027,” kata Shelton.
Shelton sendiri memiliki cerita menarik melawan Alcaraz. Ia mengalahkan Carlos Alcaraz di perempat final US Open dalam pertarungan lima set yang berakhir hingga pukul 03.33 dini hari, menjadi kemenangan pertamanya atas sang petenis Spanyol. Namun, Alcaraz masih memimpin head-to-head 2-1. Sementara melawan Sinner, Shelton masih tertinggal jauh dengan rekor 1-9.
Bagi Alcaraz, turnamen di Wina adalah pijakan penting menuju ATP Finals di Turin dan final Piala Davis. Ini menjadi penampilan pertamanya di Wina sejak 2021. Kemenangan atas Khachanov juga memperpanjang rekor sempurnanya melawan petenis Rusia tersebut menjadi 6-0. Dengan modal 22 kemenangan beruntun di ATP 500, Carlos Alcaraz bukan hanya mengejar gelar keempatnya di 2026, tetapi juga memburu rekor yang selama ini menjadi milik Sinner. Jika konsisten, sejarah baru di dunia tenis tinggal menunggu waktu.
