Vinícius Kembali, Diomande Reuni Lawan Leipzig: Real Madrid C.F. Incar Tiga Kemenangan Beruntun di Liga Champions
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Real Madrid C.F. kembali menjadi sorotan utama menjelang Matchday 3 Liga Champions 2026/27. Tim asuhan José Mourinho dijadwalkan menjamu RB Leipzig di Santiago Bernabéu pada Kamis dini hari WIB, dengan misi menjaga rekor sempurna di fase liga. Laga ini menjadi momen penting bagi Real Madrid C.F. yang telah meraih dua kemenangan dari dua pertandingan sebelumnya, sekaligus menjadi panggung kembalinya Vinícius Júnior ke starting lineup setelah menjalani sanksi panjang di kompetisi domestik.
Perjalanan Real Madrid C.F. di Eropa musim ini memang belum sepenuhnya mulus, namun hasil akhirnya selalu berpihak. Mereka menaklukkan Inter Milan 2-1 di kandang, sebelum mencatat kemenangan dramatis 4-3 di markas AS Roma. Pada laga di Roma itu, Madrid sempat tertinggal 3-1 sebelum mencetak tiga gol dalam delapan menit terakhir untuk membalikkan keadaan secara heroik. Tren positif berlanjut di La Liga ketika mereka menghancurkan Sevilla 4-1 akhir pekan lalu, dengan Kylian Mbappé mencetak dua gol. Secara keseluruhan, Real Madrid C.F. telah memenangkan sembilan dari sebelas pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.
Fokus Penuh, El Clásico Dikesampingkan
Meski El Clásico melawan Barcelona hanya berselang empat hari setelah laga ini, staf pelatih menegaskan bahwa konsentrasi tim sepenuhnya tertuju pada Leipzig. Filosofi carpe diem menjadi pegangan Mourinho, yang dalam konferensi pers menegaskan untuk melupakan Camp Nou dan hanya memikirkan Leipzig saat ini. Pendekatan ini tercermin dari rencana rotasi yang minim, meski beberapa penyesuaian tetap dilakukan.
Antonio Rüdiger diperkirakan kembali ke lini pertahanan setelah rotasi dengan Dean Huijsen, sementara Federico Valverde akan digeser dari posisi bek kanan ke peran yang lebih menyerang di sisi sayap. Posisi Valverde yang lebih maju mengingatkan pada peran yang ia mainkan ketika Madrid meraih trofi Liga Champions ke-14. Arda Güler diprediksi menjadi pengatur serangan di lini tengah, berduet dengan Aurélien Tchouaméni.
Di lini belakang, Thibaut Courtois tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Kuartet pertahanan kemungkinan besar dihuni Denzel Dumfries di kanan, Ibrahima Konaté dan Rüdiger di tengah, serta Marc Cucurella di kiri. Menariknya, Konaté akan menghadapi mantan klubnya, Leipzig, tempat ia bermain pada 2017 hingga 2021 sebelum diboyong Liverpool dengan mahar sekitar 46 juta dolar AS.
Vinícius dan Diomande Jadi Kunci
Nama Vinícius Júnior menjadi salah satu pembicaraan utama. Bintang Brasil itu hanya tersedia di Liga Champions dan laga tandang ke Athena sebelum jeda internasional berikutnya, sehingga kompetisi Eropa menjadi penyelamat baginya di tengah sanksi domestik. Kehadirannya di sisi kiri menjadi ancaman serius bagi pertahanan Leipzig.
Selain Vinícius, perhatian juga tertuju pada Yan Diomande, pemain muda 19 tahun yang baru saja mencuri perhatian. Diomande mencetak gol dan assist gemilang dalam kemenangan 4-1 atas Sevilla, penampilan terbaiknya sejak kepindahan bernilai rekor pada musim panas lalu. Kini ia bersiap menghadapi klub yang membesarkan namanya musim lalu, RB Leipzig, dalam reuni yang emosional sekaligus kompetitif.
Di kubu Leipzig, situasi tidak terlalu menguntungkan. Tim asuhan Martin Demichelis itu berada di peringkat 21 fase liga. Mereka menang 1-0 atas PSV di kandang, tetapi kalah telak 4-1 di markas Como, lalu dipermalukan Bayern Munich 6-1 di Bundesliga akhir pekan lalu. Leipzig juga tercatat kalah dalam lima dari enam laga tandang terakhir mereka, menambah beban berat saat bertandang ke Bernabéu. Marc Guiu dan Assan Ouédraogo dipastikan absen, sementara Raúl Asencio, Rodrygo, dan Ferland Mendy masih menjadi tanda tanya di kubu Madrid.
Dampak ke Barcelona
Menariknya, laga ini turut memengaruhi persiapan Barcelona. Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa kekalahan pertama musim ini di Paris sedikit banyak dipengaruhi oleh El Clásico yang membayangi. Ia mengistirahatkan Rodri, menarik Pedri dan Raphinha lebih awal, serta mencabut Xavi Espart demi menjaga kebugaran jelang bentrok melawan Real Madrid C.F. Flick kini menghadapi dilema karena Christensen dan Eric García dipastikan absen, sementara Koundé masih diragukan dan Dani Olmo berpotensi mengalami robekan pada adductor kanannya.
Dengan komposisi yang hampir ideal, Real Madrid C.F. berpeluang besar meraih kemenangan Eropa ketiga secara beruntun. Namun, sejarah laga-laga Madrid musim ini menunjukkan bahwa pertandingan jarang berjalan tanpa drama. Kemenangan dramatis atas Roma dan kemenangan nyaman atas Sevilla menjadi dua wajah berbeda yang bisa muncul kapan saja. Pelatih dan pemain dituntut menjaga keseimbangan antara ambisi menyerang dan soliditas pertahanan.
Secara keseluruhan, laga melawan Leipzig menjadi ujian penting bagi konsistensi Real Madrid C.F. di kompetisi paling bergengsi Eropa. Kembalinya Vinícius memberikan dimensi baru pada lini serang, sementara Diomande membawa energi muda yang tengah menemukan momentum. Jika mampu mengatasi Leipzig, Madrid tidak hanya menjaga rekor sempurna, tetapi juga membangun kepercayaan diri menjelang El Clásico. Sebaliknya, Leipzig datang dengan tekanan besar dan catatan tandang yang buruk, sehingga kejutan di Bernabéu akan menjadi hasil yang sangat mengejutkan. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Mourinho meracik strategi, apakah ia memilih menyerang sejak awal atau bermain sabar sebelum memaksimalkan kecepatan Vinícius dan Mbappé di babak kedua.
