Drama di Hafenstraße: Leipzig Selamat dari Kejutan Rot-Weiss Essen Berkat Brace Baumgartner
Inforiau – 28 Oktober 2026 | RB Leipzig nyaris menelan pil pahit di putaran kedua DFB-Pokal. Bermain di Stadion an der Hafenstraße, markas klub kasta ketiga Rot-Weiss Essen, Leipzig harus bekerja keras sebelum akhirnya menang 2-1 pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, berkat dua gol Christoph Baumgartner di menit-menit akhir. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren buruk Leipzig yang sebelumnya menelan lima kekalahan beruntun di laga tandang.
Laga berlangsung panas sejak awal. Pendukung tuan rumah dihadiahi start sempurna ketika Lucas Brumme membuka keunggulan pada menit kesembilan. Berawal dari umpan balik Castello Lukeba yang terlalu pendek, kiper Leipzig Ørjan Nyland—yang tampil menggantikan Maarten Vandevoordt—tergelincir, dan Brumme dengan tenang melewati penjaga gawang sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Sebelum pertandingan, sekelompok orang tak dikenal bahkan mengecor pintu masuk area suporter tamu, memaksa petugas membersihkannya pagi hari sebelum kick-off.
Main dengan Sepuluh Pemain
Posisi Leipzig semakin sulit menjelang turun minum. Gelandang Nicolas Seiwald menerima kartu kuning kedua pada menit ke-44 akibat pelanggaran berulang, sehingga Leipzig harus bermain dengan sepuluh orang sepanjang babak kedua. Di babak pertama, sekitar 500 suporter tamu yang hadir nyaris tak melihat satu pun tembakan ke arah gawang dari tim kesayangan mereka.
Essen yang tampil percaya diri bahkan hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-25 melalui tendangan bebas Brumme yang membentur jaring luar gawang. Namun, tekanan demi tekanan yang dibangun Leipzig akhirnya membuahkan hasil. Martín Demichelis, pelatih Leipzig, memasukkan Baumgartner sebagai pemain pengganti, dan keputusan itu terbukti jitu. Pemain asal Austria tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-78, lalu membalikkan keadaan pada menit ke-82. Dua gol dalam rentang lima menit itu memastikan langkah Leipzig ke babak 16 besar.
Kontroversi Usai Laga
Selepas pertandingan, suasana sempat memanas. Kiper Leipzig, Ørjan Nyland, dilaporkan memancing emosi pendukung Rot-Weiss Essen sehingga mendapat kartu kuning setelah peluit akhir. Insiden ini menambah bumbu drama di Hafenstraße, di mana suporter tuan rumah sebelumnya juga memajang spanduk bernada provokatif yang menyoroti identitas klub Leipzig.
Kemenangan Leipzig ini menjadi bagian dari malam yang penuh kejutan di DFB-Pokal. Sebanyak lima klub Bundesliga tersingkir, sementara Borussia Dortmund harus berjuang keras mengalahkan Werder Bremen 3-2 lewat tendangan bebas indah Marcel Sabitzer di menit akhir perpanjangan waktu. Niclas Füllkrug, yang kini dipinjam dari West Ham, sempat mencetak dua gol dalam empat menit untuk menyamakan kedudukan bagi Bremen sebelum Sabitzer menjadi pahlawan Dortmund. Sementara itu, Eintracht Frankfurt menang 3-1 atas Hamburg berkat gol Robin Koch, Jonathan Burkardt, dan Younes Ebnoutalib.
Jadwal Padat Leipzig
Bagi Leipzig, lolosnya mereka ke babak berikutnya menjadi modal berharga sebelum menghadapi jadwal padat. Di kompetisi Eropa, Leipzig dijadwalkan menjamu RC Lens pada 24 November dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Menariknya, UEFA telah menjatuhkan sanksi kepada Lens berupa larangan membawa suporter tamu untuk dua laga tandang sisa, yaitu melawan Leipzig dan Liverpool, menyusul insiden penyalaan suar dan pelemparan kembang api ke arah steward saat laga melawan Club Brugge. Lens juga didenda 80.000 euro akibat ulah fans mereka.
Di pentas domestik, Leipzig masih harus memperbaiki performa tandang yang buruk. Kekalahan telak dari Bayern München dan Real Madrid menjadi catatan tersendiri bagi Demichelis. Namun, semangat juang yang ditunjukkan anak asuhnya di Essen, bermain lebih dari 45 menit dengan sepuluh pemain dan tetap mampu membalikkan keadaan, menjadi sinyal positif bahwa Leipzig belum kehabisan tenaga dalam perburuan gelar musim ini.
Dengan hasil ini, Leipzig menjaga asa untuk kembali menjuarai DFB-Pokal seperti pada 2022 dan 2023. Perjalanan mereka memang belum mulus, tetapi kemenangan dramatis di Hafenstraße membuktikan bahwa Leipzig masih memiliki mentalitas juara yang dibutuhkan untuk melangkah jauh di kompetisi bergengsi ini.
