Drama Dortmund vs Bremen: Sabitzer Selamatkan BVB di Detik Terakhir, Modal Percaya Diri Hadapi Bayern
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Laga dortmund vs bremen di putaran kedua DFB-Pokal berlangsung bak roller coaster yang tak memberi jeda bagi jantung para pendukung. Borussia Dortmund sempat berada di ambang kemenangan nyaman, namun Werder Bremen bangkit secara dramatis sebelum Marcel Sabitzer memastikan kemenangan 3:2 lewat tendangan bebas indah di menit ketiga masa tambahan waktu. Hasil ini membawa BVB melaju ke babak 16 besar sekaligus menjadi pemanasan sempurna sebelum menjamu Bayern München di Bundesliga akhir pekan nanti.
Pertandingan dortmund vs bremen di Signal Iduna Park itu disaksikan 81.365 penonton yang memadati stadion. Sejak awal, tuan rumah tampil agresif. Serhou Guirassy membuka keunggulan pada menit keenam setelah menerima umpan datar dari sisi kiri, lalu Carney Chukwuemeka menggandakan skor pada menit ke-17 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti usai memanfaatkan sundulan Jude Bellingham yang menyambut umpan Veerman. Dortmund mendominasi jalannya pertandingan, sementara Bremen tampak kesulitan membangun serangan.
Namun, babak kedua menyajikan cerita yang berbeda. Pelatih Werder Bremen melakukan empat pergantian sekaligus sekitar menit ke-60, memasukkan Reis dan Niclas Füllkrug. Keputusan itu berbuah manis. Füllkrug, mantan striker Dortmund yang memulai laga dari bangku cadangan, mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-65, lalu hanya tiga menit berselang menuntaskan serangan balik dengan tembakan ke sudut kanan bawah gawang Kobel. Skor berubah 2:2 dan tensi dortmund vs bremen pun melonjak drastis.
Dortmund berusaha bangkit. Peluang demi peluang tercipta, termasuk tendangan melengkung Nmecha yang masih tipis di sisi gawang. Ketika laga seolah menuju perpanjangan waktu, Sabitzer tampil sebagai pahlawan. Tendangan bebasnya di menit 90+3 tak mampu dijangkau kiper Bremen, memicu euforia di tribun. “Ini salah satu momen paling emosional selama saya berseragam BVB,” ujar gelandang asal Austria itu seusai laga.
Dari kubu Bremen, Mitchell Weiser mengaku kecewa berat. “Sangat menyakitkan. Hal paling menyedihkan di kompetisi piala adalah tidak bisa melanjutkan langkah,” katanya. Kekalahan ini terasa getir karena Bremen untuk kedua kalinya dalam sebulan mampu bangkit dari ketertinggalan 0:2 melawan Dortmund, tetapi kali ini tak berbuah hasil.
Statistik Singkat Pertandingan
| Keterangan | Dortmund | Bremen |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 3 | 2 |
| Pencetak Gol | Guirassy 6′, Chukwuemeka 17′, Sabitzer 90+3′ | Füllkrug 65′ (pen), 68′ |
| Penonton | 81.365 | |
| Babak Selanjutnya | Achtelfinale | Tersingkir |
Kemenangan di laga dortmund vs bremen ini memberi Dortmund modal moral berharga. Usai pertandingan, tribun bergema dengan nyanyian dukungan menjelang duel melawan Bayern München pada Sabtu malam. Pelatih Kovac sendiri melakukan sejumlah rotasi, menurunkan Beier, Bellingham, dan Chukwuemeka sejak awal, sementara Sabitzer baru masuk dari bangku cadangan sebelum menjadi penentu.
Performa Füllkrug juga menjadi sorotan. Meski berada di kubu yang kalah, ketajamannya kembali membuktikan kualitas sebagai ujung tombak andal. Pertemuan dortmund vs bremen kali ini sekaligus menegaskan bahwa piala domestik selalu menyimpan kejutan, bahkan ketika satu tim sudah unggul dua gol.
Dengan hasil ini, Dortmund menjaga asa untuk meraih gelar di kompetisi domestik sekaligus menambah kepercayaan diri menghadapi Bayern. Sementara itu, Bremen harus menerima kenyataan pahit mengakhiri perjalanan di DFB-Pokal, meski penampilan mereka di babak kedua patut diapresiasi. Drama dortmund vs bremen akan dikenang sebagai salah satu laga paling menegangkan musim ini, dengan Sabitzer sebagai nama yang paling bersinar di malam itu.
