Baumgartner Jadi Penyelamat! RB Leipzig Selamat dari Kejutan Rot-Weiss Essen di DFB-Pokal
Inforiau – 28 Oktober 2026 | RB Leipzig akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati ujian berat di putaran kedua DFB-Pokal. Bermain di Stadion an der Hafenstraße, markas Rot-Weiss Essen, RB Leipzig harus bersusah payah meraih kemenangan tipis 2:1 atas tim tuan rumah yang tampil ngotot sepanjang pertandingan. Kemenangan ini terasa istimewa lantaran diraih dalam kondisi bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari 45 menit.
Suasana panas sudah terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Fans tuan rumah menampilkan banner bernada provokatif, sementara insiden misterius terjadi ketika akses menuju area pendukung tamu sempat diblokir dengan beton oleh pihak tak dikenal. Namun, yang lebih mengejutkan adalah performa Rot-Weiss Essen di atas lapangan. Tim tuan rumah tampil tanpa beban dan justru mendominasi awal pertandingan.
Petaka bagi RB Leipzig datang pada menit kesembilan. Kesalahan beruntun di lini belakang membuat kiper Ørjan Nyland keluar dari sarangnya dan tergelincir, sehingga Lucas Brumme dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu membangkitkan semangat 17.467 penonton yang memadati stadion. Tim asuhan Martín Demichelis tampak gelisah, apalagi mereka datang dengan catatan buruk lima kekalahan beruntun di laga tandang, termasuk kekalahan telak dari Bayern München dan Real Madrid.
Penderitaan RB Leipzig bertambah pada menit ke-44. Gelandang asal Austria, Nicolas Seiwald, menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran berulang dan harus meninggalkan lapangan lebih awal. Bermain dengan sepuluh orang, tekanan semakin berat. Sepanjang babak pertama, para pendukung tamu yang berjumlah sekitar 500 orang belum menyaksikan satu pun tembakan ke arah gawang dari tim kesayangan mereka.
Namun, babak kedua menjadi cerita yang berbeda. Meski kekurangan jumlah pemain, RB Leipzig mulai bangkit dan menguasai jalannya pertandingan. Pelatih memasukkan Christoph Baumgartner sebagai pemain pengganti, dan keputusan itu terbukti jitu. Gelandang timnas Austria tersebut menjadi pahlawan dengan dua gol yang lahir hanya dalam selang empat menit, tepatnya pada menit ke-78 dan ke-82.
Gol pertama Baumgartner lahir dari serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Essen. Empat menit berselang, ia kembali menaklukkan kiper tuan rumah lewat penyelesaian tenang di dalam kotak penalti. Dua gol itu sontak membungkam stadion dan menyelamatkan RB Leipzig dari potensi blamage besar di kompetisi domestik.
Penampilan Apik Rot-Weiss Essen
Meski harus menelan pil pahit, para pemain Rot-Weiss Essen mendapat pujian luas atas perjuangan mereka. Ruben Reisig menjadi salah satu pemain yang paling menonjol berkat konsistensinya mematahkan serangan di lini tengah sekaligus menginisiasi banyak serangan balik. Media lokal bahkan memberikan nilai tinggi bagi hampir seluruh pemain RWE, dengan satu pemain memperoleh nilai nyaris sempurna atas penampilan heroiknya.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa tim tuan rumah tidak kalah dalam hal penguasaan bola dan agresivitas. Seiwald sendiri dipastikan absen pada laga putaran berikutnya karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi RB Leipzig yang tengah berusaha memperbaiki performa tidak stabil mereka musim ini.
Tantangan Berikutnya Menanti
Setelah lolos ke babak 16 besar, RB Leipzig langsung dihadapkan pada jadwal padat. Berikutnya, mereka akan bertandang ke markas FC Schalke 04 di Veltins Arena pada akhir pekan. Laga bertajuk Der Klassiker versi modern ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Schalke tengah berjuang keluar dari zona bawah klasemen.
Bagi RB Leipzig, konsistensi menjadi kunci. Kemenangan dramatis di Essen menunjukkan bahwa tim ini memiliki mentalitas juang yang tinggi, tetapi juga memperlihatkan kerentanan di lini belakang yang harus segera dibenahi. Pelatih Martín Demichelis dituntut menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas pertahanan.
Dengan performa yang sempat menurun di beberapa laga tandang, keberhasilan mengatasi tekanan di Hafenstraße bisa menjadi titik balik. Para penggemar RB Leipzig berharap momentum ini berlanjut saat menghadapi Schalke, sekaligus menjaga asa untuk bersaing di papan atas Bundesliga.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa di DFB-Pokal, status sebagai tim favorit tidak menjamin apa pun. Rot-Weiss Essen telah membuktikan bahwa semangat dan kerja keras bisa menandingi kualitas individu. Sementara RB Leipzig belajar bahwa kemenangan kadang harus diraih dengan cara yang tidak indah, dan itulah yang membuat sepak bola tetap menarik untuk disaksikan.
Editor: Abuzar Samad
