Guadalajara Vs Necaxa: Chivas Menang Dramatis 1-0 Berkat Autogol, tapi Tetap Disoraki Fans Sendiri
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Laga guadalajara vs necaxa pada jornada ke-13 Torneo Apertura 2026 Liga MX berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah Guadalajara di Estadio Akron, Zapopan, Jalisco, Selasa malam waktu setempat. Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta meredakan ketegangan di tribun. Alih-alih mendapat aplaus, pasukan Chivas justru diantar keluar lapangan dengan sorakan dan siulan dari pendukungnya sendiri yang kecewa dengan performa tim.
Duel guadalajara vs necaxa ini sejatinya berjalan jauh dari ekspektasi. Chivas yang dilatih Gabriel Milito tampil dominan di awal pertandingan, tetapi gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Roberto “El Piojo” Alvarado menjadi aktor utama dalam dua kans berbahaya pada menit-menit awal, termasuk sebuah peluang satu lawan satu dengan kiper Necaxa, Javier Orantes, yang gagal dikonversi menjadi gol. Ricardo Marín juga sempat menyajikan bola matang untuk Alvarado, tetapi penyelesaian akhir tuan rumah tetap tumpul.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-77. Berawal dari penetrasi Alvarado di sisi kanan, umpan silang tajamnya berusaha dihalau bek Uruguay Agustín Oliveros. Naas, bola justru masuk ke gawang sendiri. Autogol itu menjadi satu-satunya pembeda dalam laga guadalajara vs necaxa kali ini, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Chivas selama empat pertandingan beruntun.
Kiper Guadalajara, Raúl “Tala” Rangel, tampil sebagai pahlawan sesungguhnya di balik hasil ini. Ia mencatat sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan sundulan berbahaya Oliveros pada menit ke-63 dan menepis tembakan Zaleta enam menit berselang. Pada menit ke-81 dan ke-89, Rangel kembali melakukan penyelamatan gemilang yang menyelamatkan Chivas dari kehinaan di kandang sendiri.
“Realmente fue un partido muy complejo, tuvimos oportunidades para abrir el marcador y cuando eso no sucede y pasa el tiempo, el partido se pone muy cuesta arriba ante la necesidad de ganar los tres puntos,” ujar Gabriel Milito seusai laga, mengakui kesulitan timnya meski akhirnya meraih tiga poin penuh.
Dengan tambahan tiga angka, Guadalajara kini menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi 23 poin, terpaut satu poin dari pemuncak klasemen América yang baru akan bertandang ke markas Atlas pada Rabu. Sementara itu, kekalahan ini memperpanjang penderitaan Necaxa di bawah asuhan pelatih Peru, Juan Reynoso.
Tim berjuluk Los Rayos tersebut mencatatkan kekalahan kedelapan mereka musim ini dan sudah sebelas jornada tanpa kemenangan. Necaxa masih terpuruk di posisi ke-17 dengan hanya mengoleksi sembilan poin. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada jornada kesembilan, Reynoso baru mengumpulkan satu hasil imbang dan empat kekalahan.
Menariknya, Reynoso justru melihat sisi positif dari kekalahan dalam laga guadalajara vs necaxa ini. Ia bahkan menyebut sorakan sinis yang ditujukan kepada Chivas sebagai bentuk apresiasi bagi timnya. “Los abucheos terminaron siendo más aplausos para nosotros que abucheos para Chivas,” ucap Reynoso dengan nada percaya diri.
“En el futbol a veces traes la racha en contra y estamos en ese momento. En el trámite del primer tiempo fue parejo, pero en el segundo tiempo sale figura su arquero. La verdad, perdimos padeciendo esa situación,” tambahnya, mengisyaratkan bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
Pelatih berusia 56 tahun itu juga menegaskan bahwa timnya terus menunjukkan perkembangan meski secara statistik belum menuai hasil. Ia memuji komitmen dan keberanian para pemainnya yang berani tampil menekan tuan rumah di hadapan pendukung lawan yang besar.
Bagi Chivas, kemenangan ini memang melegakan, tetapi tetap menyisakan pekerjaan rumah besar. Cedera yang menimpa sejumlah pemain seperti Castillo, Romo, Govea, serta absennya Gutiérrez dan Sepúlveda membuat skuad Milito tampak compang-camping. Ketajaman lini depan yang tumpul menjadi sorotan utama menjelang laga-laga krusial berikutnya.
Di pertandingan lain pada jornada yang sama, León meraih kemenangan penting 2-0 atas Tigres di Estadio Universitario, membawa mereka naik ke posisi keempat dengan 21 poin. Atlético San Luis juga menang 2-1 atas Querétaro, sementara Atlante menaklukkan Bravos de Juárez 1-0 yang membuat Juárez semakin terpuruk di dasar klasemen.
Secara keseluruhan, laga guadalajara vs necaxa menjadi potret nyata dari dua tim yang tengah berjuang dengan caranya masing-masing. Chivas bertahan di jalur perebutan gelar meski performa belum meyakinkan, sementara Necaxa terus mencari identitas permainan di tengah badai hasil buruk. Pertanyaan besar kini menggantung: apakah kemenangan dramatis ini menjadi titik balik bagi Chivas, atau justru menutupi masalah mendasar yang masih membayangi perjalanan mereka di Apertura 2026?
Bagi publik sepak bola Meksiko, khususnya para penggemar fanatik, duel guadalajara vs necaxa sekali lagi membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu soal penguasaan bola atau jumlah peluang. Kadang, satu momen keberuntungan—atau dalam hal ini, satu autogol—cukup untuk menentukan segalanya. Namun di atas segalanya, sepak bola tetap soal hasil, dan malam itu, hasil berpihak kepada Chivas meski tanpa tepuk tangan dari tribun sendiri.
