Marli Salmon Jadi Korban, Arsenal Dipermalukan Fleetwood Town di Carabao Cup
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Nama Marli Salmon mendadak menjadi sorotan setelah Arsenal mengalami kekalahan memalukan dari klub divisi empat Fleetwood Town di ajang Carabao Cup. Dalam laga yang digelar di Highbury Stadium, Rabu (28/10/2026), Marli Salmon gagal menghentikan pergerakan Aaron Loupalo-Bi yang berujung pada gol pembuka Fleetwood. Kekalahan Arsenal semakin lengkap setelah Max Dowman, pemain muda berusia 16 tahun, menerima kartu merah pertamanya di karier senior, dan The Gunners akhirnya tumbang melalui adu penalti 5-3 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Pertandingan sempat terhenti selama lebih dari delapan menit akibat keberadaan drone yang melayang di atas stadion. Wasit Michael Salisbury terpaksa menghentikan permainan sebelum berkonsultasi dengan petugas keamanan. Setelah laga dilanjutkan, Arsenal mendominasi penguasaan bola hingga 78 persen dan melepaskan 26 tembakan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka kesulitan mencetak gol. Fleetwood justru tampil disiplin dan memanfaatkan celah pada menit ke-21. Umpan Harrison Neal membuka ruang bagi Loupalo-Bi, yang dengan mudah melewati hadangan Marli Salmon sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan kiper Arsenal, Illan Meslier.
Gol tersebut menjadi titik balik yang mengejutkan. Arsenal yang seharusnya menjadi favorit justru tampil frustrasi. Statistik expected goals (xG) Arsenal mencapai 2,21, angka yang menunjukkan betapa banyak peluang gagal dikonversi menjadi gol. Sementara itu, Fleetwood yang bermain di League Two (divisi empat) menunjukkan keberanian dan taktik bertahan yang solid. Kemenangan ini membawa Fleetwood untuk pertama kalinya melaju ke perempat final Carabao Cup, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub kecil tersebut.
Kekalahan Arsenal semakin diperparah dengan kartu merah yang diterima Max Dowman. Pemain muda yang sebelumnya mencetak dua gol saat melawan Ipswich di putaran sebelumnya itu terpaksa meninggalkan lapangan setelah melakukan gerakan menendang ke arah pemain Fleetwood, Harrison Neal, sebagai reaksi atas tekel keras. Insiden tersebut membuat manajer Mikel Arteta kecewa berat. Arteta terlihat memberikan tatapan tajam dan mengatakan sesuatu kepada Dowman saat pemain itu meninggalkan lapangan. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arteta mengungkapkan bahwa pesan tersebut adalah hal yang sudah dibicarakan sebelum pertandingan. “Kami sudah membahasnya sebelum laga. Dia masih 16 tahun, tetapi dia harus belajar dari kesalahan ini,” ujar Arteta.
Legenda Arsenal, Paul Merson, melalui Sky Sports, memberikan pembelaan kepada Dowman. Menurutnya, pemain muda tersebut sedang frustrasi karena tidak tampil maksimal. “Ingat, dia baru 16 tahun. Dia masih anak-anak. Dia tidak menjalani malam yang mudah, jadi wajar jika dia frustrasi. Dia mendapat kesempatan bermain untuk Arsenal, dan ini adalah pelajaran berharga,” kata Merson.
Bagi Marli Salmon, laga ini menjadi pengalaman pahit. Sebagai bek yang dipercaya mengawal pertahanan Arsenal, ia harus menerima kenyataan bahwa timnya kebobolan akibat kelengahan di area pertahanan. Meski demikian, Marli Salmon masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa di pertandingan selanjutnya. Nama Marli Salmon pun menjadi perbincangan di media sosial, terutama di kalangan penggemar Arsenal yang kecewa dengan hasil ini.
Kekalahan ini juga menghancurkan mimpi Arsenal untuk meraih quadruple musim ini. The Gunners yang sedang dalam performa apik di Premier League harus mengubur ambisi mereka di Carabao Cup. Fleetwood Town, di sisi lain, pantas berbangga hati. Klub yang bermarkas di Highbury Stadium—nama yang sama dengan bekas kandang Arsenal dari 1913 hingga 2006—berhasil menyingkirkan raksasa Premier League. Bahkan, Fleetwood mengenakan jersey merah dengan lengan putih, mirip dengan seragam kebesaran Arsenal.
Dengan hasil ini, Arsenal harus segera bangkit dan fokus pada kompetisi lain. Sementara itu, Marli Salmon dan rekan-rekannya harus mengevaluasi penampilan mereka. Kekalahan dari Fleetwood menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada tim yang bisa diremehkan. Kualitas individu memang penting, tetapi kerja sama tim dan mentalitas juara jauh lebih menentukan. Fleetwood telah membuktikan bahwa semangat dan disiplin bisa mengalahkan nama besar. Arsenal pun harus menerima kenyataan pahit ini sebagai pelajaran berharga untuk sisa musim.
Kejutan di Carabao Cup ini juga menjadi sorotan utama media olahraga internasional. Banyak yang menyayangkan keputusan Arteta menurunkan pemain muda dalam laga krusial, meski di sisi lain ia memiliki alasan karena beberapa pemain sayap utama cedera. Terlepas dari itu, Marli Salmon dan seluruh skuad Arsenal harus segera melupakan laga ini dan fokus pada pertandingan berikutnya. Kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi cara bangkit dari kekalahan itulah yang akan menentukan kualitas sebenarnya dari sebuah tim.
