Inforiau – 28 Oktober 2026 | Laga telstar vs almere di putaran pertama Piala KNVB berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah SC Telstar. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Velsen-Zuid, Telstar harus mengakui keunggulan Almere City dengan skor 0-2 pada Selasa malam (27/10/2026). Kekalahan ini tidak hanya menutup langkah mereka di kompetisi bergengsi tersebut, tetapi juga memicu kemarahan suporter yang tertuju kepada pelatih Henk Brugge.
Pertandingan telstar vs almere sebenarnya dimulai dengan cukup menjanjikan bagi tuan rumah. Telstar beberapa kali menciptakan peluang emas, salah satunya melalui Tyrone Owusu yang melepaskan tembakan dari jarak jauh, meski masih menyamping. Nökkvi Thorisson juga hampir membuka keunggulan lewat sepakan cungkil yang sayangnya berhasil disapu pemain bertahan Almere tepat di garis gawang. Hingga turun minum, skor kacamata bertahan.
Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Telstar. Pada menit ke-62, Teun Bijleveld berhasil menjebol gawang tuan rumah dan membawa Almere City unggul 1-0. Gol tersebut lantas memicu gelombang kekecewaan dari tribun. Suporter mulai melontarkan cemoohan, termasuk seruan keras ‘Henkie, rot op!’ yang ditujukan kepada pelatih Henk Brugge, serta meneriakkan nama Jeffrey Hardeveld, bek yang musim lalu menjadi pilar namun kini lebih sering menghuni bangku cadangan.
Penderitaan Telstar lengkap pada menit ke-80. Jochem Ritmeester van de Kamp, yang musim lalu masih berseragam Telstar sebagai pemain pinjaman, mencetak gol kedua bagi Almere City. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 0-2 dan mengubur asa Telstar untuk melaju ke babak 16 besar. Dalam laga telstar vs almere ini, Almere City yang merupakan kontestan Keuken Kampioen Divisie tampil lebih efektif dan disiplin.
Usai pertandingan, Henk Brugge mengakui bahwa cemoohan fans cukup menyakitkan. ‘Tentu saja itu menyentuh perasaan. Ada emosi dari para suporter. Saya tidak bisa mengubah perilaku mereka, jadi saya biarkan saja. Saya berbicara kepada para pemain di ruang ganti, menutup pertandingan ini, dan fokus untuk hari Minggu,’ ujarnya kepada ESPN. Ia menambahkan bahwa ruang ganti dalam keadaan sunyi senyap dan para pemain tampak hancur. ‘Marah? Iya, tapi saya pikir kita harus lebih marah pada diri sendiri,’ tegasnya.
Kekalahan dalam telstar vs almere ini memperpanjang tren negatif Telstar. Sejak promosi ke Eredivisie musim lalu dan berhasil bertahan di hari terakhir, klub berjuluk White Lions itu mendatangkan Brugge untuk menggantikan Anthony Correia. Namun performa musim ini jauh dari harapan. Setelah menang mengejutkan atas NEC di pekan pertama, Telstar belum meraih kemenangan lagi di liga. Kini, tersingkirnya mereka dari Piala KNVB menambah tekanan bagi Brugge.
Bagi Almere City, kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga. Mereka melangkah ke babak berikutnya dengan percaya diri. Sementara itu, bagi Telstar, laga telstar vs almere akan dikenang sebagai malam kelam yang diwarnai protes suporter. Kesempatan untuk bangkit akan datang pada hari Minggu, ketika Telstar menjamu FC Utrecht, klub yang kini dilatih oleh Correia, sosok yang pernah menjadi ikon di Velsen-Zuid.
Secara keseluruhan, hasil ini menjadi cerminan betapa rapuhnya performa Telstar musim ini. Kekalahan dari Almere City bukan sekadar kegagalan di satu kompetisi, tetapi sinyal bahwa ada masalah lebih dalam yang perlu segera dibenahi. Dukungan suporter yang selama ini begitu loyal kini berubah menjadi tekanan. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin posisi Brugge semakin terancam. Pertandingan telstar vs almere telah usai, namun badai di Telstar baru saja dimulai.
