Lukas Ullrich Jadi Penentu! Gladbach Tekuk Karlsruher SC 2-0 Meski Bermain 10 Orang
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Nama Lukas Ullrich mendadak menjadi sorotan utama publik sepak bola Jerman setelah pemain pengganti itu mencetak gol krusial yang membawa Borussia Mönchengladbach mengalahkan Karlsruher SC dengan skor 2-0 dalam laga putaran DFB-Pokal di Stadion Borussia-Park, Selasa malam. Gol Lukas Ullrich pada menit ke-49 menjadi titik balik yang menentukan nasib pertandingan, sekaligus menegaskan peran pentingnya sebagai pemain pelapis yang mampu mengubah jalannya laga.
Pertandingan sendiri berjalan dramatis bagi tuan rumah. Gladbach, yang tengah berjuang keluar dari keterpurukan di Bundesliga, memulai laga dengan sangat meyakinkan. Robin Hack membuka keunggulan pada menit ketujuh lewat serangan balik yang tersusun rapi, memanfaatkan kerja sama apik Shuto Machino dan Joe Scally sebelum menuntaskan bola ke gawang Karlsruhe.
Namun situasi berubah drastis pada menit ke-39. Kapten Gladbach, Philipp Sander, melakukan pelanggaran terhadap mantan rekan setimnya, Shio Fukuda, yang sedang berlari sendirian menuju gawang. Wasit Florian Lechner awalnya hanya memberi kartu kuning, tetapi setelah meninjau tayangan VAR, ia mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung karena pelanggaran itu dinilai menghalangi peluang emas mencetak gol.
Pelatih Gladbach, Alexander Blessin, mengakui kesalahan posisi yang berujung pada kartu merah tersebut. Menurutnya, jarak antar lini terlalu lebar sehingga Sander harus mengambil keputusan dalam sepersekian detik. “Pada dasarnya saya selalu berkata: biarkan dia menembak. Kamu mungkin masih bisa memberi sedikit dorongan dari belakang yang tidak dinilai sebagai pelanggaran, dan kita masih punya kiper. Bermain dengan sebelas orang tetap memberi saya perasaan yang lebih baik,” ujar Blessin dalam konferensi pers usai laga.
Blessin pun mengambil langkah taktis dengan menarik keluar Hugo Bolin saat jeda dan memasukkan Lukas Ullrich sebagai bek kiri baru, sementara David Herold bergeser ke lini belakang tiga pemain. Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Lukas Ullrich memanfaatkan umpan gagal Lilian Egloff, berduel dengan Hack, lalu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Karlsruhe, Hans Christian Bernat.
“Itu seperti pukulan mematikan. Segalanya menjadi menentukan karena terlihat bahwa KSC tidak mampu bangkit lagi,” kata Blessin menggambarkan momen gol Lukas Ullrich. Gol tersebut mengingatkan pada pola serangan balik pertama Gladbach, sekaligus menegaskan kualitas Lukas Ullrich sebagai pemain yang siap memanfaatkan setiap peluang.
Bagi Karlsruher SC, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain selama lebih dari satu babak, anak asuh Maximilian Senft justru gagal memanfaatkannya. Mereka memang menguasai bola lebih banyak setelah gol kedua, tetapi serangan mereka selalu kandas di hadapan lini pertahanan Gladbach yang tampil disiplin. Senft menyayangkan keputusan anak asuhnya yang terlalu mudah memberi ruang bagi Gladbach untuk melakukan serangan balik.
“Kami tidak boleh mengundang Gladbach untuk melakukan serangan balik seperti itu. Yang penting adalah membuat lawan lelah terlebih dahulu dan bersabar,” ujar Senft.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Gladbach yang baru saja meraih kemenangan pertama di Bundesliga setelah enam kekalahan beruntun. Dengan hasil ini, Gladbach melangkah ke babak 16 besar DFB-Pokal yang akan digelar pada 1 dan 2 Desember mendatang. Performa Lukas Ullrich pun memberikan sinyal bahwa skuad asuhan Blessin memiliki kedalaman yang cukup untuk menghadapi jadwal padat.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu berpihak pada tim dengan jumlah pemain lebih banyak. Ketajaman serangan balik, disiplin bertahan, dan keputusan pergantian pemain yang tepat menjadi kunci keberhasilan Gladbach. Lukas Ullrich, yang masuk sebagai pengganti, menjelma menjadi pahlawan tak terduga yang mengubah arah pertandingan dan membawa Die Fohlen melaju ke babak berikutnya.
