Kurs USD Hari Ini Melonjak: Rupiah Terpuruk ke Rp18.176, Dolar AS Makin Perkasa di Pasar Global
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pergerakan kurs USD kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini, menandai tekanan yang masih belum mereda di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Berdasarkan data pasar spot exchange, rupiah dibuka melemah 20 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp18.176 per dolar AS, sementara indeks dolar AS justru menguat 0,09 persen ke level 102,414.
Pelemahan kurs USD terhadap rupiah ini tercermin jelas pada penetapan harga di sejumlah bank besar nasional. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mematok harga beli dolar AS sebesar Rp18.175 dan harga jual Rp18.195 di e-rate. Adapun dalam TT counter, BCA menetapkan harga beli Rp17.945 dan harga jual Rp18.225. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS untuk special rate masing-masing sebesar Rp18.125 dan Rp18.155 per dolar AS.
Di TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.890 dan harga jual Rp18.190 per dolar AS. Kemudian pada bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp17.935 per dolar AS dengan harga jual Rp18.235 per dolar AS. Perbedaan spread antara harga beli dan harga jual ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi valuta asing.
Dampak Kurs USD terhadap Kinerja Korporasi
Dinamika kurs USD yang cenderung menguat ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian sektor usaha. PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan bahwa pertumbuhan pendapatan segmen Kontraktor Penambangan sebagian didorong oleh penguatan kurs dolar AS. Meski demikian, emiten anak usaha Astra International ini tetap membukukan penurunan laba bersih menjadi Rp7,9 triliun hingga triwulan III-2026, turun 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, menyampaikan bahwa pendapatan bersih UNTR tercatat Rp90,3 triliun, turun 10 persen dibandingkan Rp100,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen Alat Berat serta Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi yang tertekan oleh penyesuaian alokasi RKAB batu bara nasional 2026.
Segmen Alat Berat mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 17 persen menjadi 3.026 unit. Penurunan terutama terjadi pada penjualan alat berat berukuran besar untuk sektor pertambangan yang merosot 48 persen menjadi 481 unit. Meski penjualan alat berat melemah, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan justru meningkat 2 persen menjadi Rp8,5 triliun dari Rp8,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbandingan Kurs USD di Berbagai Bank
| Bank | Jenis Kurs | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | e-rate | 18.175 | 18.195 |
| BCA | TT Counter | 17.945 | 18.225 |
| Bank Mandiri | Special Rate | 18.125 | 18.155 |
| Bank Mandiri | TT Counter | 17.890 | 18.190 |
| Bank Mandiri | Bank Notes | 17.935 | 18.235 |
Melihat pergerakan kurs USD yang terus menguat, pelaku pasar diimbau untuk lebih cermat dalam mengelola eksposur valuta asing. Fluktuasi kurs dolar AS tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Federal Reserve, tetapi juga oleh kondisi geopolitik dan arus modal global. Pelemahan rupiah yang berlanjut dapat menekan daya beli masyarakat serta meningkatkan beban biaya impor bagi dunia usaha.
Di sisi lain, pasar kripto juga menunjukkan dinamika yang tak kalah menarik. Boner Coin (BONER) tercatat diperdagangkan pada level 0,0181 euro atau setara 0,0202 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar 18,1 juta euro. Dalam 24 jam terakhir, harga koin ini bergerak 44,38 persen dengan rentang perdagangan antara 0,0124 euro hingga 0,0195 euro. Sementara itu, SqueekChain (SQUEEK) mengalami penurunan drastis hingga 99,56 persen dalam 24 jam ke level 0,00000544 euro, meski kapitalisasi pasarnya hanya 5.439 euro.
Secara keseluruhan, pergerakan kurs USD hari ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian nasional. Masyarakat diharapkan memantau perkembangan kurs secara berkala sebelum melakukan transaksi valuta asing, baik untuk keperluan pendidikan, perjalanan, maupun investasi. Penguatan dolar AS yang berlanjut menjadi sinyal bagi pemerintah dan bank sentral untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
