Teka-teki 52 Tahun Terjawab: DNA Buktikan Ted Bundy Bunuh Melissa Ann Smith pada 1974
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Nama melissa kembali mencuat dalam pemberitaan dunia, kali ini bukan karena tren hiburan, melainkan lantaran sebuah kasus pembunuhan dingin yang akhirnya menemukan titik terang setelah lebih dari setengah abad. Melissa Ann Smith, gadis berusia 17 tahun asal Utah, Amerika Serikat, resmi dinyatakan sebagai korban pembunuhan berantai Ted Bundy berdasarkan hasil uji DNA modern. Pengumuman yang disampaikan pada 27 Oktober 2026 itu menutup salah satu misteri paling gelap dalam sejarah kriminal Amerika dan sekaligus mengukuhkan kembali nama Bundy sebagai salah satu pembunuh berantai paling kejam yang pernah tercatat.
Hilang di Malam Oktober 1974
Melissa Ann Smith menghilang pada 18 Oktober 1974 di kawasan sekitar Salt Lake City, Utah. Sembilan hari kemudian, jasadnya ditemukan seorang pemburu di kawasan hutan Summit Park, di perbatasan Kabupaten Summit dan Salt Lake. Hasil pemeriksaan forensik saat itu menunjukkan tanda-tanda pemerkosaan, penganiayaan, dan pencekikan. Meski penyelidikan dilakukan secara ekstensif, kasus tersebut bertahun-tahun lamanya berstatus sebagai cold case alias kasus yang membeku tanpa tersangka.
Bundy memang lama dicurigai sebagai pelaku, namun aparat penegak hukum ketika itu tidak memiliki bukti yang cukup untuk menutup penyelidikan. Melissa Ann Smith, yang merupakan putri Kepala Kepolisian Midvale, Louis Smith, menjadi salah satu dari sekian banyak korban yang nasibnya menggantung tanpa kejelasan selama puluhan tahun.
Terobosan dari Teknologi DNA
Titik cerah muncul ketika penyidik Utah berhasil menghubungkan Bundy dengan kasus pembunuhan remaja lain, Laura Ann Aime, yang juga berusia 17 tahun dan menghilang sekitar sebulan setelah kematian Melissa, tepatnya usai pesta Halloween. Keterkaitan itu diumumkan pada April 2026 setelah pengujian forensik mendalam. Dari sanalah penyidik mulai menelaah kembali berkas lama yang selama ini tersimpan rapi.
Laboratorium Kejahatan Negara Bagian Utah kemudian mencocokkan DNA yang ditemukan dalam penyelidikan kasus Melissa dengan bukti dari kasus Aime pada 14 Juli 2026. Pengacara Kabupaten Summit, Margaret Olson, menegaskan bahwa kecocokan DNA tersebut, bila dibandingkan dengan pola, motif, sarana, dan kesempatan, membuktikan bahwa Ted Bundy bertanggung jawab atas kematian Melissa Ann Smith.
Kepala Kepolisian Kabupaten Salt Lake, Rosie Rivera, menyebut hasil ini sebagai bukti nyata betapa pentingnya penyimpanan barang bukti lama. Menurutnya, kasus yang tampak tak mungkin dipecahkan sekalipun dapat dibuka kembali bila teknologi terus berkembang dan barang bukti dijaga dengan baik.
Dedikasi Detektif yang Tak Sempat Menyaksikan Hasilnya
Di balik keberhasilan ini tersimpan kisah haru. Letnan Alan Siddoway, detektif dari Kantor Kepolisian Kabupaten Summit yang berusia 62 tahun, meninggal dunia akibat kanker pankreas pada 11 Oktober 2026, hanya 16 hari sebelum pengumuman resmi disampaikan. Pria yang mengabdi hampir 42 tahun di kepolisian itu dikenal sebagai penyidik kematian yang bekerja langsung mendampingi keluarga korban. Sheriff Kacey Bates mengenang Siddoway lewat kutipan Voltaire yang sering diucapkannya: kepada yang hidup kita berutang rasa hormat, kepada yang telah tiada kita berutang kebenaran.
Penutupan kasus Melissa Ann Smith didedikasikan kepada mendiang Siddoway, yang sebelumnya juga mendapat penghormatan berupa penamaan sebuah pusat pencarian dan penyelamatan di Kamas, Kabupaten Summit, dengan namanya. Keluarga Melissa telah diberi tahu mengenai perkembangan terbaru ini, namun memilih tidak hadir dalam konferensi pers. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Sosok di Balik Puluhan Nyawa
Ted Bundy merupakan salah satu pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah Amerika. Antara 1974 hingga 1978, ia membunuh puluhan korban di berbagai negara bagian, terutama perempuan muda dan remaja. Ia kerap mendekati korban di tempat umum, kadang berpura-pura sebagai mahasiswa atau polisi, dan di lain waktu berpura-pura terluka lalu meminta bantuan untuk membawa sesuatu ke mobilnya. Setelah kepercayaan korban diraih, ia menculik dan menghabisi nyawa mereka. Sedikitnya 30 pembunuhan berhasil dikaitkan dengannya, meski para penyidik meyakini jumlah sebenarnya lebih besar. Bundy dieksekusi di Florida pada 1989.
Kasus Melissa Ann Smith kini menjadi penutup yang pahit namun melegakan bagi dunia penegakan hukum. Nama Melissa akan terus dikenang bukan hanya sebagai korban, tetapi sebagai simbol bahwa kebenaran, seberapa pun lambatnya, pada akhirnya akan menemukan jalannya. Teknologi DNA telah membuktikan bahwa waktu bukanlah tembok yang tak tertembus bagi keadilan, dan bahwa mereka yang telah tiada tetap berhak atas kebenaran.
