Seoul FC Bantai Thể Công Viettel 5-0 di Liga Champions Asia, Harapan Tuan Rumah Nyaris Pupus
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Seoul FC tampil menggila saat bertandang ke markas Thể Công Viettel dalam laga lanjutan Grup E AFC Champions League Two 2026/27 di Stadion Hàng Đẫy, Hanoi, Selasa (28/10/2026) malam. Tim tamu asal Korea Selatan itu menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 5-0, sekaligus mempertegas kualitas mereka meski sempat terseok-seok di awal kompetisi. Kemenangan ini menjadi pukulan berat bagi Thể Công Viettel yang semakin terpuruk di dasar klasemen dan nyaris kehilangan peluang lolos ke babak berikutnya.
Pertandingan baru berjalan delapan menit ketika Seoul FC sudah membuka keunggulan. Berawal dari serangan balik cepat, Moon Seon-Min dengan tenang menyelesaikan peluang dari jarak dekat setelah menerima umpan matang dari rekannya, menaklukkan kiper Văn Việt. Keunggulan cepat itu langsung mengubah dinamika pertandingan. Thể Công Viettel yang sejatinya tampil di hadapan pendukung sendiri justru tampak tertekan dan kesulitan mengembangkan permainan.
Belum sempat tuan rumah menata barisan pertahanan, Seoul FC menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Anderson Oliveira menunjukkan kualitas individunya dengan mengontrol bola menggunakan dada, melewati bek lawan, lalu melepaskan tembakan keras yang menghujam bagian atas gawang Văn Việt. Gol tersebut menjadi bukti kelas pemain asing Seoul FC yang tak mampu diantisipasi lini belakang Thể Công Viettel.
Kebobolan dua gol dalam waktu singkat membuat mental para pemain tuan rumah goyah. Seoul FC pun memanfaatkan situasi tersebut dengan menambah pundi-pundi gol. Pada menit ke-29, Hwang Do Yun dengan mudah menyundul bola memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri, mengubah skor menjadi 3-0. Lima menit berselang, giliran Cho Young Wook yang mencatatkan namanya di papan skor setelah mendapat ruang tembak yang luas di sisi kanan pertahanan Thể Công Viettel. Empat gol tercipta hanya dalam kurun 34 menit, sebuah catatan yang sangat menyakitkan bagi tim besutan pelatih Velizar Popov.
Memasuki babak kedua, Thể Công Viettel mencoba bangkit dan memperbaiki organisasi permainan. Namun, Seoul FC tetap mendominasi jalannya pertandingan. Pada menit ke-54, Leonardo Ruiz melengkapi pesta gol tim tamu dengan penyelesaian dari jarak dekat setelah berputar mengelabui bek lawan. Skor 5-0 untuk keunggulan Seoul FC bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Thể Công Viettel di pentas kontinental. Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni, mereka baru mengoleksi satu poin hasil dari sekali imbang dan dua kali kalah, serta terpuruk di dasar klasemen Grup E. Sebelumnya, anak asuh Popov bermain imbang 1-1 melawan Melbourne Victory dan takluk 0-1 dari Persib Bandung. Sementara itu, bagi Seoul FC, kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dari Persib Bandung dan Melbourne Victory.
Menariknya, sebelum laga dimulai, pelatih Velizar Popov sempat menyampaikan rasa hormatnya kepada Seoul FC yang baru saja meraih gelar juara K-League 1 setelah 10 tahun. Ia menyebut bahwa tim tamu sempat tampil dengan skema rotasi pada dua laga awal, namun kali ini membawa skuad terbaiknya ke Vietnam. “Saya tidak tahu apakah mereka akan bermain dengan formasi apa, tetapi mereka membawa pemain-pemain kunci ke sini,” ujar Popov dalam sesi konferensi pers.
Kekalahan telak ini juga menjadi sorotan tersendiri bagi sepak bola Vietnam. Padahal, pada hari yang sama, wakil Vietnam lainnya, CLB CAHN, berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Cảng Thượng Hải di ajang AFC Champions League Elite. Hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Thể Công Viettel, namun kenyataannya di lapangan berkata lain. Seoul FC tampil jauh lebih superior dalam segala aspek, mulai dari kecepatan, kekuatan, hingga efektivitas penyelesaian akhir.
Dengan hasil ini, peluang Thể Công Viettel untuk melaju ke babak selanjutnya praktis sangat tipis. Mereka harus meraih kemenangan di sisa pertandingan sambil berharap hasil lain berpihak kepada mereka. Sementara itu, Seoul FC berhasil memperbaiki posisinya dan kembali membuka asa untuk bersaing di papan atas grup. Kualitas dan pengalaman bermain di level Asia menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Bagi publik sepak bola Tanah Air, kekalahan ini menjadi evaluasi penting. Thể Công Viettel perlu segera membenahi lini pertahanan yang tampak rapuh serta meningkatkan konsistensi permainan jika ingin tetap bersaing di kancah internasional. Sementara Seoul FC telah menunjukkan bahwa meskipun sempat tertinggal di klasemen, mereka tetap merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan di Grup E AFC Champions League Two musim ini.
