Juventus Terpuruk di Genoa: Kekalahan Kedua dalam Tiga Laga, McKennie Bantah Masalah Taktik
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Juventus kembali menelan pil pahit di Serie A. Bertandang ke Stadio Luigi Ferraris, raksasa Turin itu takluk 0-2 dari Genoa pada laga pekan kesembilan, sebuah hasil yang membuat posisi mereka di klasemen semakin terpuruk. Kekalahan ini menjadi pukulan kedua bagi Juventus dalam tiga pertandingan terakhir dan menempatkan mereka di peringkat kedelapan dengan koleksi 14 poin, terpaut enam angka dari zona Liga Champions.
Genoa membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat Kingsley Ehizibue. Berawal dari aksi Tommaso Baldanzi di sisi kanan, bola mengalir ke Ehizibue yang melepaskan tembakan. Kiper Andrea Cambiaso gagal mengantisipasi dengan baik, sehingga bola bersarang di gawang Justin Bijlow. Gol ini menjadi awal mimpi buruk bagi lini belakang Juventus yang tampil rapuh sepanjang babak pertama.
Petaka kedua datang pada menit ke-28. Memanfaatkan situasi sepak pojok yang berujung kontra, Vitinha merebut bola dari kesalahan Pierre Kalulu, lalu memberikan umpan kepada Baldanzi yang dengan tenang menaklukkan kiper. Kesalahan individu di lini pertahanan menjadi biang keladi dua gol tuan rumah, sesuatu yang sangat disesalkan mengingat Juventus sejatinya menguasai lebih banyak bola pada babak kedua.
Pelatih Luciano Spalletti, yang tengah menghadapi krisis cedera terutama di lini serang dan gelandang tengah, terpaksa beberapa kali mengubah sistem permainan. Jhon Lucumí dipercaya sebagai bek kiri dalam formasi tiga bek bersama Federico Gatti dan Bremer, sementara Juan Cabal masuk pada menit ke-58 menggantikan Cambiaso untuk menambah daya dorong dari sisi kiri. Meski permainan membaik, Juventus tetap kesulitan menembus pertahanan rapat Genoa.
Peluang terbaik Juventus hadir di masa injury time. Teun Koopmeiners mengeksekusi tendangan bebas tak langsung hasil kerja sama rekan setim, bola sempat menyentuh Johan Vásquez dan membentur tiang gawang, namun tidak melewati garis. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 untuk Genoa bertahan.
Weston McKennie menolak menyalahkan taktik atas kekalahan ini. Baginya, masalah Juventus bukan pada strategi, melainkan pada mentalitas dan kerja keras di lapangan. “Kita bisa bicara soal taktik sepuasnya, tetapi pada akhirnya ada 11 pemain di lapangan dan pertarungan sesungguhnya terjadi di sana. Genoa lebih baik dari kami hari ini,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Pemain asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa timnya harus berbuat lebih banyak. “Kami harus berlari, bertarung, dan berkorban lebih untuk rekan setim. Bukan soal taktik, tetapi soal kemauan untuk menyelesaikan serangan, mundur membantu pertahanan, dan berjuang satu sama lain,” tambahnya. Ia juga menyoroti inkonsistensi yang tak seharusnya terjadi di klub sebesar Juventus.
Sementara itu, Napoli menunjukkan kelasnya sebagai favorit dengan menghancurkan Monza 4-1 di laga lain. Rasmus Højlund membuka skor pada menit ke-10, disusul gol Mateo Politano, Rafa Marin, dan Kevin De Bruyne yang baru masuk sebagai pengganti. Monza sempat menyamakan kedudukan lewat Gustavo Varela pada menit ke-43, namun tak mampu membendung gempuran Napoli di babak kedua.
Kekalahan ini menambah tekanan bagi Juventus yang tengah berjuang menemukan identitas permainannya. Dengan jadwal berat menanti, termasuk menjamu Napoli di Turin pada pekan berikutnya, Spalletti dituntut segera menemukan solusi atas rapuhnya lini belakang dan tumpulnya lini depan. Bagi Genoa, kemenangan ini mengangkat mereka ke posisi ke-13 dengan 10 poin dan menjadi modal berharga menjelang lawatan ke markas Lecce.
Jika Juventus ingin kembali ke jalur kemenangan, mereka harus segera membenahi disiplin bertahan dan ketajaman penyelesaian akhir. Sejarah besar klub menuntut konsistensi, dan tanpa perbaikan menyeluruh, mimpi kembali ke papan atas Serie A akan semakin sulit diwujudkan musim ini.
