Server TKA Tumbang di Berbagai Daerah, Ratusan Siswa Terpaksa Ikut Tes Susulan
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 diwarnai sejumlah kendala teknis yang membuat ratusan siswa di berbagai daerah harus mengikuti tes susulan. Gangguan paling menonjol terjadi pada sesi pertama hari kedua pelaksanaan, Selasa (27/10/2026), ketika sejumlah peserta gagal memuat paket soal akibat masalah pada sistem pusat. Kendala pada TKA ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan berdampak di beberapa provinsi sekaligus, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, gangguan server menyebabkan ratusan murid madrasah aliyah (MA) negeri harus menjalani asesmen ulang. Kendala teknis paling banyak terjadi saat peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris. Dampaknya dirasakan sejumlah madrasah, termasuk MAN 1 Banyumas, MAN 2 Banyumas, dan MAN 3 Banyumas. Di MAN 2 Banyumas, seluruh 80 murid yang mengikuti sesi pertama hari kedua mengalami gangguan server sehingga tidak dapat mengerjakan soal sesuai jadwal. Pihak madrasah pun harus menunggu informasi resmi mengenai pelaksanaan tes susulan bagi para murid terdampak.
Persoalan serupa muncul di Mojokerto Raya, Jawa Timur. Ratusan siswa SMA dan SMK negeri maupun swasta yang gagal ujian dipastikan bisa mengikuti asesmen ulang pada Jumat (30/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kepala Seksi PMA-PKLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto, Imron Rosadi, menyebut pihaknya telah menerima instruksi resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menggelar sesi khusus. Menurutnya, sejak Selasa pagi banyak proktor melaporkan laman ujian kosong saat akan membentuk paket soal pada moda full online, berbeda dengan sekolah yang memakai moda semi online yang relatif lancar. Ia menegaskan tidak ada siswa Mojokerto yang dirugikan selama sekolah membuat berita acara lengkap berisi nama peserta, sesi, dan bukti kendala.
Meski demikian, tidak semua daerah mengalami hambatan berarti. Di Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperketat pengawasan pelaksanaan TKA bagi siswa kelas XII SMA dan sederajat. Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amrico, menyatakan seluruh persiapan teknis telah dirampungkan, termasuk simulasi di awal untuk memitigasi potensi gangguan. Ia mengakui sempat muncul dinamika di Kabupaten Lampung Timur terkait rekaman video pelaksanaan ujian yang tidak sesuai prosedur, namun persoalan itu telah ditangani cepat oleh tim teknis sehingga tidak mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan.
Skala pelaksanaan TKA tahun ini memang sangat besar. Di Jawa Barat, sebanyak 558.521 siswa dari 4.725 satuan pendidikan mengikuti TKA berbasis komputer untuk jenjang SMA, SMK, dan SMALB. Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, merinci peserta terdiri atas 261.425 siswa SMA dari 1.843 sekolah, 296.794 siswa SMK dari 2.779 sekolah, serta 302 siswa SMALB dari 103 sekolah. Rangkaian ujian utama berlangsung 26 Oktober hingga 8 November 2026, disusul ujian susulan pada 16-29 November 2026, dan pengumuman resmi hasil TKA pada 23 Desember 2026. Di tingkat sekolah, SMAN 3 Bandung menerapkan skema pengawasan silang ketat bagi 357 siswanya yang terbagi dalam tiga sesi, sementara SLBN Cicendo mengoordinasikan 18 siswa dengan hambatan intelektual menggunakan infrastruktur komputer yang disesuaikan.
Di sisi lain, sejumlah siswa mengeluhkan format soal TKA yang dinilai terlalu panjang dan mengecoh, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa format soal yang panjang sengaja dirancang karena sistem evaluasi TKA kini telah distandarisasi mengikuti standar internasional dan mengadopsi model tes Programme for International Student Assessment (PISA). Ia menyampaikan penjelasan tersebut saat meninjau pelaksanaan ujian di SMAN 3 Tangerang Selatan.
Berikut rangkuman dinamika pelaksanaan TKA di sejumlah daerah:
- Banyumas, Jawa Tengah: Ratusan murid MA negeri mengikuti tes susulan akibat gangguan server, termasuk seluruh 80 murid MAN 2 Banyumas.
- Mojokerto Raya, Jawa Timur: Ratusan siswa SMA/SMK dijadwalkan tes susulan pada 30 Oktober 2026, didominasi pengguna moda full online.
- Lampung: Pengawasan diperketat dengan pengawas silang antarsekolah, pelaksanaan berjalan kondusif.
- Jawa Barat: 558.521 siswa mengikuti TKA berbasis komputer dengan jadwal susulan 16-29 November 2026.
Hasil TKA nantinya akan digunakan untuk memetakan kemampuan siswa serta membantu guru merancang pembelajaran yang lebih tepat sesuai kebutuhan anak. Meski bukan penentu tunggal kelulusan, capaian nilai TKA menjadi instrumen krusial dalam persiapan siswa menuju jenjang perguruan tinggi.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, pelaksanaan TKA tahun ini menunjukkan dua sisi yang perlu menjadi perhatian bersama. Di satu sisi, skala ujian yang masif dan standar soal yang mengadopsi model internasional menuntut kesiapan infrastruktur teknologi yang jauh lebih matang. Di sisi lain, respons cepat pemerintah melalui penyediaan sesi susulan menjadi bukti komitmen agar tidak ada siswa yang dirugikan akibat kendala teknis. Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem server, penguatan simulasi, serta penyederhanaan naskah soal yang lebih ramah aksesibilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus menjadi pekerjaan rumah penting. Dengan begitu, TKA dapat benar-benar berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan yang adil, transparan, dan bermakna bagi seluruh peserta di berbagai daerah.
