Tragedi Subuh di Nanga Pinoh: Pusat Ekonomi dan Kelenteng Berusia Seabad Luluh Lantak Dilalap Api
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Duka menyelimuti warga Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, setelah kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, pada Rabu (28/10/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu tidak hanya menghanguskan puluhan rumah toko (ruko), tetapi juga melalap bangunan bersejarah Kelenteng Fuk Tet Chie yang telah berdiri sejak tahun 1925. Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Nanga Pinoh karena kawasan tersebut merupakan jantung aktivitas perekonomian sekaligus menyimpan jejak sejarah panjang kehidupan warga setempat.
Api Cepat Membesar di Kawasan Padat Penduduk
Kobaran api yang melanda kawasan padat bangunan itu membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri. Salah seorang warga, Rina, mengaku belum mengetahui secara pasti dari mana api pertama kali muncul. Saat kejadian, ia bersama warga lain hanya berfokus menyelamatkan diri dari amukan si jago merah.
“Belum tahu di mana titik pastinya api bermula, kami hanya bisa menyelamatkan diri,” ujar Rina di lokasi kejadian.
Besarnya kobaran api serta lokasi kejadian yang berada di tengah permukiman dan pertokoan padat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tim gabungan pemadam kebakaran, seperti Badan Sosial Pemadam Kebakaran (BSPBK) Bhakti Mulia Nanga Pinoh, langsung menerjunkan seluruh armada yang tersedia. Personel TNI, kepolisian, Tagana, PMI, serta Damkar daerah juga disiagakan untuk mengendalikan situasi di lapangan.
Hingga pukul 07.30 WIB, petugas masih terlihat berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar sejumlah bangunan ruko. Baru sekitar pukul 09.00 WIB, api di kawasan pertokoan Jalan Merak berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kelenteng Fuk Tet Chie, Saksi Sejarah yang Ikut Terbakar
Salah satu aspek paling memilukan dari musibah ini adalah terbakarnya Kelenteng Fuk Tet Chie. Bangunan ibadah yang berdiri sejak 1925 tersebut merupakan satu-satunya kelenteng di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Keberadaannya selama lebih dari satu abad menjadikannya bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah dan kehidupan sosial-budaya masyarakat di kawasan tersebut.
Bagi warga Tionghoa dan masyarakat Melawi pada umumnya, kelenteng ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol akulturasi dan warisan budaya yang dirawat lintas generasi. Terbakarnya bangunan bersejarah itu menambah duka atas musibah yang menimpa Nanga Pinoh.
Kerugian Material Ditaksir Miliaran Rupiah
Kebakaran ini diperkirakan mengakibatkan kerugian material hingga miliaran rupiah. Puluhan bangunan ruko beserta seluruh barang dagangan milik warga ludes terbakar sebelum sempat diselamatkan dari kobaran api. Mayoritas pemilik toko tidak sempat menyelamatkan stok barang berharga di dalam toko, sehingga kerugian ekonomi para pedagang kian diperberat.
Kerusakan parah pada pusat perdagangan ini diprediksi melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat Pasar Nanga Pinoh dalam jangka panjang. Lokasi musibah tepat berhadapan dengan titik kebakaran pertokoan lain yang terjadi beberapa bulan sebelumnya pada tahun 2026, sehingga warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
Penyebab dan Jumlah Kerugian Masih Didata
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai jumlah keseluruhan bangunan yang terbakar serta kemungkinan adanya korban jiwa juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Pendataan menyeluruh, termasuk dampak terhadap bangunan bersejarah Kelenteng Fuk Tet Chie, masih terus dilakukan oleh instansi terkait.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Waktu kejadian | Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 03.30 WIB |
| Lokasi | Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi |
| Objek terdampak | Puluhan ruko dan Kelenteng Fuk Tet Chie (berdiri sejak 1925) |
| Estimasi kerugian | Miliaran rupiah (masih dalam pendataan) |
| Tim penanganan | BSPBK Bhakti Mulia Nanga Pinoh, TNI, Polri, Tagana, PMI, Damkar |
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama di kawasan padat bangunan yang sekaligus menjadi pusat ekonomi dan menyimpan aset bersejarah. Dukungan bagi para korban, baik berupa bantuan tempat tinggal sementara maupun pemulihan usaha, menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Bagi warga Nanga Pinoh, kehilangan Kelenteng Fuk Tet Chie bukan sekadar kehilangan sebuah bangunan, melainkan kehilangan sebagian memori kolektif yang telah merawat identitas kawasan selama hampir seabad. Semoga pemulihan dapat segera terwujud dan kawasan Jalan Merak kembali bangkit sebagai pusat denyut perekonomian masyarakat Melawi.
