Mobil Tesla Roadster Terbang Bikin Geger Dunia, Tapi Pakar Ragukan Produksi Massal
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Dunia otomotif kembali dihebohkan oleh kehadiran mobil Tesla Roadster generasi kedua yang baru saja diperkenalkan secara resmi di Waco, Texas, Amerika Serikat, pada 15 Oktober 2026. Mobil Tesla Roadster terbaru ini bukan sekadar kendaraan listrik berperforma tinggi, melainkan sebuah demonstrasi teknologi yang memungkinkan mobil melayang, berputar di udara, bahkan melakukan gerakan salto layaknya pesawat akrobatik. Peluncuran yang berlangsung di fasilitas pengembangan roket SpaceX di McGregor, Texas, ini menjadi puncak dari penantian hampir satu dekade sejak rencana pengembangan versi generasi berikutnya pertama kali diumumkan pada 2017 silam.
Fitur paling mencuri perhatian tentu saja kemampuan terbang yang disematkan pada mobil Tesla Roadster varian Rocket. Teknologi ini menggunakan sistem pendorong gas dingin bertekanan tinggi yang dikembangkan langsung oleh SpaceX. Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja tidak menggunakan afterburner yang membakar bahan bakar karena dianggap tidak sesuai dengan karakteristik Tesla. Sebagai gantinya, nitrogen dialirkan dari tangki COPV (Composite Overwrapped Pressure Vessel) berbentuk bulat berwarna hitam di belakang dua jok depan, kemudian mengalir melalui dua pipa panjang yang bercabang ke empat corong di atas bemper belakang.
Gas tersebut dikeluarkan dengan kecepatan melebihi suara melalui aliran yang diatur oleh katup digerakkan piston. Sistem ini dirancang mampu memberikan satu kali isi gas yang cukup untuk satu lintasan seperempat mil atau sekitar 400 meter. Pendorong nitrogen dapat bertahan sekitar lima detik, memungkinkan mobil Tesla Roadster melesat dari 0 hingga 97 kilometer per jam hanya dalam 0,85 detik. Untuk varian Rocket yang menjadi satu-satunya model mampu terbang, Tesla menambahkan tabung udara berkapasitas 600 liter yang dapat diisi ulang, empat corong tambahan di belakang roda untuk mengangkat mobil, serta dua corong di bagian depan agar mobil dapat berputar, sehingga totalnya ada sepuluh corong pendorong gas dingin.
Selain kemampuan melayang, mobil Tesla Roadster juga dilengkapi kipas penghisap yang berfungsi menempelkan mobil ke permukaan jalan saat menikung pada kecepatan tinggi. Kipas ini menyedot udara dari bawah mobil dan didukung oleh empat sekat bergerak yang menutup celah demi menjaga stabilitas berkendara. Dengan dua motor listrik berdaya 1 megawatt atau setara 1.341 daya kuda, performa yang ditawarkan memang terbilang luar biasa. Tesla menyiapkan empat varian, yakni Roadster, Performance, Thrust, dan Rocket, dengan spesifikasi paling ekstrem hanya melekat pada model tertentu.
Meski demonstrasinya tampak futuristis, sejumlah pihak meragukan realisasi produksi massalnya. Pakar keuangan dan pasar modal dari Universitas Florida, Jay Ritter, menilai kendaraan ini kecil kemungkinan diproduksi secara luas. Ia menyoroti risiko keselamatan dan tanggung jawab hukum sebagai kendala utama. Menurutnya, jumlah kendaraan yang dapat diproduksi kemungkinan akan sangat terbatas karena risiko yang melekat pada konsep mobil yang dapat terangkat dari permukaan tanah.
Ritter juga menyoroti bahaya apabila kendaraan mengalami gangguan saat sedang melayang. Dengan bobot mobil Tesla Roadster yang disebut mencapai sekitar 2.000 kilogram, kegagalan sistem berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi pengemudi maupun orang di sekitarnya. Ia mempertanyakan apa yang terjadi jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana dan seseorang tewas akibat mobil seberat dua ton yang jatuh dari langit. Meski demikian, Ritter tidak meragukan keaslian demonstrasi tersebut karena telah melihat video yang memperlihatkan kendaraan melakukan sejumlah gerakan di hadapan penonton secara langsung.
Di sisi lain, publik di media sosial justru ramai memperdebatkan klaim akselerasi ekstrem, bahkan menjadikannya bahan meme lucu. Tesla disebut mengklaim akselerasi 0 hingga 60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam dalam waktu hanya 0,55 detik. Elon Musk sendiri mengakui bahwa kendaraan tersebut belum tentu memenuhi ketentuan hukum di semua wilayah dan belum dioptimalkan sepenuhnya dari sisi keselamatan. Tesla juga menegaskan bahwa sistem terbangnya tidak diperbolehkan digunakan di jalan umum. Perhatian pun datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan terkesan dengan demonstrasi tersebut, walau mengaku kemungkinan besar tidak akan pernah berada di dalam kendaraan baru itu.
Soal harga, produksi mobil Tesla Roadster disebut ditargetkan mulai 2028 dengan harga awal di atas 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,6 miliar. Tesla juga mencantumkan versi Performance dengan uang deposit 50.000 poundsterling atau sekitar Rp900 jutaan dan versi Thrust dengan deposit 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,5 miliar. Demonstrasi teknologi pendorong roket ini memang tidak berarti mobil dapat diterbangkan bebas di jalan raya layaknya pesawat.
Secara keseluruhan, kehadiran mobil Tesla Roadster generasi kedua membuktikan bahwa batas antara fiksi dan realitas teknologi otomotif semakin tipis. Namun, euforia peluncuran perlu diimbangi dengan sikap kritis terhadap aspek keselamatan, legalitas, dan kelayakan produksi. Hingga kini, mobil Tesla Roadster masih berstatus proyek yang perlu dibuktikan lebih jauh sebelum benar-benar dinilai sebagai kendaraan terbang yang siap dipasarkan kepada konsumen luas.
