Kritik Pedas Wasit Berujung Sanksi: Pelatih Mesir Hossam Hassan Dilarang Mendampingi Tiga Laga, Zico Absen Lima Pertandingan
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Kontroversi seputar kepemimpinan wasit kembali memanas di pentas sepak bola internasional. FIFA resmi menjatuhkan sanksi disiplin kepada pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, dan penyerang Mostafa Zico, setelah keduanya melontarkan kritik tajam terhadap wasit seusai kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan oleh Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) pada Senin, dan langsung menjadi sorotan dunia olahraga.
Hossam Hassan, yang kini berusia 60 tahun, dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan. Sementara itu, Mostafa Zico harus menerima skorsing lima laga karena dianggap menghina wasit dalam wawancara pascapertandingan. Tak hanya itu, Ibrahim Hassan, saudara kembar Hossam yang menjabat sebagai direktur tim nasional Mesir, juga terkena sanksi larangan mengikuti tiga pertandingan. Secara total, ketiganya menerima hukuman akumulatif 11 pertandingan.
Insiden ini bermula dari kemarahan kubu Mesir terhadap sejumlah keputusan wasit dalam laga melawan Argentina. Gol yang dicetak Zico sempat dianulir karena dianggap terdapat pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Menjelang akhir pertandingan, ketika skor masih imbang 2-2, para pemain Mesir juga mengajukan protes keras dan menuntut hadiah penalti. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada penalti yang diberikan, dan Mesir harus tersingkir setelah Argentina mencetak gol kemenangan.
Kritik Hossam Hassan yang menyalahkan wasit sebagai penyebab utama kegagalan timnya melaju ke babak berikutnya berbuntut panjang. EFA menyatakan telah meminta FIFA melalui Komite Disiplin untuk memberikan penjelasan rinci mengenai dasar keputusan tersebut. Langkah ini diambil guna mengevaluasi opsi hukum yang tersedia, termasuk kemungkinan mengajukan banding. “Keputusan tersebut mencakup larangan bertanding bagi Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan selama masing-masing tiga pertandingan, sedangkan Zico dijatuhi hukuman larangan bermain selama lima pertandingan,” demikian pernyataan resmi EFA.
Di sisi lain, Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, membela kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut. Ia memperingatkan bahwa tuduhan terhadap wasit dapat memicu ancaman yang tidak hanya ditujukan kepada mereka, tetapi juga kepada anggota keluarga mereka. Pernyataan Collina ini menegaskan bahwa FIFA tidak akan mentolerir segala bentuk intimidasi terhadap wasit, yang sering menjadi sasaran empuk kritik publik.
Sanksi tersebut berpotensi membuat Hossam dan Ibrahim Hassan absen saat Mesir menghadapi Malawi dalam lanjutan kualifikasi Piala Afrika pada November mendatang. Keduanya juga terancam tidak dapat mendampingi tim dalam pertandingan pertama pada kalender internasional Maret tahun depan. Adapun Zico diperkirakan baru dapat kembali merumput pada Juni, setelah menjalani hukuman larangan bertanding selama lima laga.
Kontroversi wasit bukan hanya terjadi di Piala Dunia 2026. Di Asia, dua wasit yang pernah memimpin laga Timnas Indonesia, Ma Ning (China) dan Sivakorn Pu Udom (Thailand), kembali mendapat kepercayaan bertugas di Piala Asia 2027. Ma Ning akan bertugas sebagai wasit utama, sedangkan Sivakorn sebagai petugas Video Assistant Referee (VAR). Keduanya bukan sosok asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Ma Ning pernah memimpin duel Timnas Indonesia versus Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B di Stadion King Abdullah Sport City pada 12 Oktober 2025. Laga itu berakhir dengan kekalahan 0-1 Indonesia, yang sekaligus memupus mimpi skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Keputusan Ma Ning yang tidak memberikan penalti meski terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang memancing reaksi keras dari ofisial Timnas Indonesia, hingga manajer Sumardji turut mendapat kartu merah.
Selain itu, Sivakorn Pu Udom juga kerap menjadi sorotan karena dianggap sebagai penyandung prestasi Timnas Indonesia. Ia pernah bertugas di ruang VAR saat Timnas Indonesia berlaga di Piala Asia 2023 dan dua kali memimpin laga Merah Putih di Piala Asia U-23 2024. Penunjukan mereka di Piala Asia 2027 tentu menjadi perhatian tersendiri bagi publik sepak bola Tanah Air.
Sementara itu, di level domestik, pelatih Java United, Fabio Lefundes, melayangkan protes kepada Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, terkait penunjukan wasit pada laga melawan Isenmulang FC di BRI Super League 2026/2027. Usai pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (20/10/2026), Lefundes mempertanyakan keabsahan gol Isenmulang FC yang ia nilai berawal dari pelanggaran. Meski telah direview melalui VAR, gol tersebut tetap disahkan. “Saya sebetulnya selalu berhati-hati dalam berkomentar, tetapi rasanya saya ingin bicara dengan Mr. Ogawa. Mr. Ogawa, tolong jangan jadikan pertandingan kami sebagai bahan uji coba,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Kritik terhadap wasit memang menjadi bumerang bagi Hossam Hassan dan Zico. Sanksi yang dijatuhkan FIFA menjadi peringatan keras bahwa integritas perangkat pertandingan harus dihormati. Di sisi lain, kubu Mesir berencana mengajukan banding atas hukuman tersebut. Sementara itu, di Indonesia, penunjukan kembali Ma Ning dan Sivakorn Pu Udom di Piala Asia 2027 menambah daftar panjang kontroversi wasit yang mewarnai dunia sepak bola.
Dengan demikian, kasus ini menunjukkan bahwa kritik terhadap wasit tidak boleh disampaikan dengan cara yang melanggar etika. FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia terus berupaya menjaga martabat wasit, meskipun di lapangan sering terjadi keputusan kontroversial. Ke depan, diharapkan ada komunikasi yang lebih baik antara federasi, klub, dan perangkat pertandingan agar polemik serupa tidak terulang.
