Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Jadi Kunci, PEVS 2026 Resmi Dibuka di Jakarta dengan Cashback Rp200 Juta
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Pameran kendaraan listrik terbesar di Tanah Air, Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, ajang ini menegaskan posisi stasiun pengisian kendaraan listrik sebagai tulang punggung percepatan adopsi kendaraan listrik nasional, seiring populasi kendaraan listrik yang telah menembus 541.678 unit hingga Agustus 2026 menurut catatan Kementerian Perindustrian.
Pameran yang digelar Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo ini menghadirkan lebih dari 45 peserta, aneka inovasi kendaraan listrik, hingga program cashback dengan total mencapai Rp200 juta. Pengunjung berkesempatan memperoleh cashback melalui aktivitas spin wheels di area cashback counter, khusus bagi transaksi kendaraan selama pameran berlangsung.
Pemerintah Dorong Ekosistem yang Terintegrasi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyambut positif penyelenggaraan PEVS 2026. Menurutnya, pameran tersebut dapat membantu pemerintah mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri global.
“Pemerintah terus berupaya mendukung transisi energi dan percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kami juga tak henti-hentinya menciptakan sinergi bersama dengan seluruh pemangku kepentingan lain, agar tujuan kita bersama membuat Indonesia sebagai pemain utama industri listrik dunia,” ujar Rachmat dalam pembukaan PEVS 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (29/10/2026).
Ketua Umum PERIKLINDO Moeldoko menambahkan, perkembangan industri kendaraan listrik membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Karena itu, PEVS tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan ekosistem.
“PEVS 2026 bukan hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi dan produk kendaraan listrik, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat,” kata Moeldoko.
Dari sisi industri, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat, Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta menilai peningkatan populasi kendaraan listrik menjadi indikator positif bagi perkembangan pasar domestik. Pertumbuhan ini sekaligus menandai kebutuhan untuk memperkuat industri pendukung dan infrastruktur pengisian daya, termasuk stasiun pengisian kendaraan listrik yang tersebar di berbagai wilayah.
Kolaborasi Lintas BUMN untuk Jaringan Pengisian dan Penukaran Baterai
Penguatan infrastruktur tidak berhenti pada pameran. PT Len Industri (Persero) resmi mengikat kerja sama strategis bersama lima mitra dari sektor pembiayaan, industri komponen, kelistrikan, hingga energi melalui tiga perjanjian guna mengakselerasi ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) terintegrasi. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan ekosistem pembiayaan bersama PT Mandiri Utama Finance, pengembangan komponen lokal bersama PT Pindad dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC), serta pengembangan jaringan pengisian dan penukaran baterai atau swapping station bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri menegaskan, kesuksesan penetrasi motor listrik tidak semata-mata bertumpu pada kesiapan produk kendaraan, melainkan pada kematangan ekosistem penunjang di lapangan.
“Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Melalui kolaborasi ini, Len mendorong keterhubungan berbagai mitra agar pengembangan Molinas dapat berjalan secara terintegrasi dan memperkuat kapabilitas industri dalam negeri,” ujar Amalia dalam keterangan PT Len di Bandung, Kamis.
Dalam peta jalan Molinas, PT Len Industri berperan sebagai koordinator pelaksanaan dan integrator ekosistem yang bertugas menyelaraskan peran teknis para mitra sesuai kompetensi masing-masing. Ekosistem ini dirancang terbuka agar lebih banyak pelaku industri lokal dapat terlibat, mulai dari riset teknologi, rantai pasok komponen, jaringan distribusi, pembiayaan, hingga layanan purnajual. Sinergi tersebut diharapkan mampu menaikkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memacu efisiensi energi nasional, serta mempercepat transisi mobilitas ramah lingkungan.
Hilirisasi Baterai hingga Pabrik CATL-Antam
Di sisi hulu, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia untuk membahas percepatan program listrik desa dan perkembangan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL-Antam. Menurut Bahlil, pabrik tersebut telah memasuki tahap produksi dan akan segera diresmikan.
“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Kamis.
Bahlil menyebut setidaknya tiga fasilitas dalam industri baterai kendaraan listrik nasional, yakni pabrik milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok, serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam. Integrasi rantai produksi dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi.
Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional tengah dibangun secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik yang memadai, jaringan penukaran baterai, serta kemudahan pembiayaan menjadi faktor penentu yang saling melengkapi. Tanpa infrastruktur pengisian yang andal, pertumbuhan populasi kendaraan listrik berpotensi tidak seimbang dengan kesiapan layanan di lapangan.
Kesimpulan
PEVS 2026 bukan sekadar panggung promosi produk, melainkan cermin komitmen bersama pemerintah, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang matang. Dengan populasi kendaraan listrik yang terus meningkat, kolaborasi lintas BUMN, serta percepatan hilirisasi baterai, penguatan stasiun pengisian kendaraan listrik menjadi prasyarat utama agar transisi energi berjalan mulus. Publik pun diajak melihat langsung perkembangan teknologi ini melalui test drive dan berbagai program menarik selama pameran berlangsung di JIExpo Kemayoran hingga 1 November 2026.
Editor: Sukri Mustakim
