Di Giannantonio dan Bagnaia Tolak Team Order demi Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2026
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menjadi salah satu nama yang paling disorot menjelang bergulirnya MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang. Bersama Francesco Bagnaia, Fabio Di Giannantonio kompak menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan Ducati menerapkan team order untuk membantu Marc Marquez merebut gelar juara dunia kedelapannya. Isu ini kembali menghangat mengingat Marquez kini berada di ambang gelar dengan keunggulan 10 poin atas Jorge Martin sebelum balapan akhir pekan ini digelar.
Marquez berstatus juara bertahan dan datang ke Sepang dengan posisi yang sangat menguntungkan. Meski sempat terjatuh di Tikungan 15 saat sesi practice akibat ban depan kehilangan cengkeraman, pembalap Ducati Lenovo itu tetap tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 57,000 detik. Bahkan, tangan kirinya sempat menghantam aspal sebelum tubuhnya terpelanting ke area gravel, namun ia dilaporkan tidak mengalami masalah serius dan mampu melanjutkan sesi.
Pandangan Tegas dari Kubu Ducati
Di sisi lain, pembahasan mengenai team order biasanya kembali mencuat pada fase akhir musim seperti sekarang. Namun, Fabio Di Giannantonio menegaskan bahwa dirinya tidak ingin campur tangan tim dalam persaingan antarpembalap. Pembalap asal Italia itu masih berusaha mencapai hasil terbaik pada musim ini dan memiliki target pribadi yang ingin diwujudkan sebelum kompetisi berakhir.
“Saya tentu memikirkan kejuaraan yang saya jalani. Saya ingin berusaha mendapatkan hasil maksimal dari musim ini,” kata Fabio Di Giannantonio. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ia lebih memilih fokus pada performa dan target pribadinya ketimbang terlibat dalam skenario team order yang berpotensi menguntungkan salah satu pembalap.
Senada dengan Fabio Di Giannantonio, Francesco Bagnaia juga menolak kemungkinan Ducati menerapkan instruksi tim untuk membantu Marquez. Keduanya sama-sama tidak memiliki alasan cedera, sehingga dinilai masih mampu bersaing secara sportif di lintasan.
Prestasi dan Konsistensi di Sepanjang Musim
Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang musim 2026, Fabio Di Giannantonio telah menunjukkan performa impresif. Salah satu momen paling berkesan terjadi pada putaran keenam Kejuaraan Dunia MotoGP Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Spanyol. Dalam balapan yang berlangsung dramatis dan dua kali dihentikan akibat kecelakaan, ia merebut kemenangan setelah menyalip Pedro Acosta tiga lap menjelang finis, diikuti Joan Mir dan Francesco Bagnaia yang melengkapi podium.
Pada sesi latihan di Sepang, Fabio Di Giannantonio juga sempat memimpin catatan waktu dengan torehan 1 menit 57,982 detik pada awal sesi. Ia akhirnya menempati urutan kesembilan dalam daftar sepuluh besar, sementara Franco Morbidelli berada di posisi keenam. KTM menunjukkan performa kompetitif dengan menempatkan Enea Bastianini di urutan keempat dan Brad Binder di urutan kelima.
Tekanan pada Jorge Martin
Persaingan gelar juara dunia kian memanas karena Jorge Martin tetap akan tampil di Sirkuit Sepang meski mengalami patah pergelangan tangan akibat kecelakaan ketika memimpin posisi kedua dalam Sprint Race di Phillip Island, akhir pekan lalu. Pembalap Aprilia Racing itu dinyatakan fit setelah menjalani pemeriksaan medis lanjutan, tetapi masih kesulitan menemukan kecepatan terbaiknya. Ia hanya mampu mencatatkan waktu 2 menit 00,747 detik dari 12 putaran dan tertinggal 1,835 detik dari Marquez, menempatkannya pada urutan ke-20 dari 22 pembalap.
Kondisi Martin menjadi perhatian karena ia masih bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim ini dengan selisih hanya 10 poin dari Marquez yang memimpin klasemen sementara. Dengan situasi tersebut, Marquez berada dalam posisi menguntungkan, namun penolakan team order dari Fabio Di Giannantonio dan Bagnaia menunjukkan bahwa persaingan di lintasan tetap dijunjung tinggi secara sportif.
Menariknya, Ducati disebut tidak mempermasalahkan Aprilia yang menerapkan team order pada MotoGP 2026. Davide Tardozzi selaku pihak Ducati menyatakan bahwa tim lain bebas memilih strategi masing-masing. Sementara itu, Nicolo Bulega sempat mengungkap hampir bergabung dengan KTM di MotoGP 2027, namun Ducati ternyata menjadi prioritas utamanya.
Duel Sengit Menanti di Sepang
Dengan keunggulan 10 poin, Marquez berada dalam posisi yang menguntungkan menjelang persaingan gelar juara dunia. Namun, performa kompetitif dari para pembalap lain, termasuk Fabio Di Giannantonio yang konsisten tampil apik, membuat balapan di Sepang diprediksi berlangsung sengit. Sesi practice yang penuh insiden, mulai dari kecelakaan Marquez hingga momen menegangkan Martin di Tikungan 12, menjadi gambaran bahwa setiap putaran akan menentukan.
Bagi Fabio Di Giannantonio, MotoGP Malaysia 2026 menjadi panggung untuk membuktikan bahwa target pribadinya dapat tercapai tanpa perlu bergantung pada skenario team order. Penolakan yang disampaikan bersama Bagnaia menegaskan komitmen mereka terhadap semangat sportivitas dan persaingan yang sehat di lintasan.
Dengan persaingan yang masih terbuka dan selisih poin yang tipis, balapan di Sirkuit Sepang akan menjadi penentu arah gelar juara dunia MotoGP 2026. Sikap tegas Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia menjadi sinyal bahwa gelar juara seharusnya diraih melalui performa di lintasan, bukan melalui instruksi tim. Publik pun menantikan apakah Marquez mampu mempertahankan keunggulannya atau justru Martin dan para penantang lain memberikan kejutan di sisa musim ini.
