Ancelotti Tegas Panggil Raphinha, Timnas Brasil Tantang Jepang dan Singapura di FIFA Matchday
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Pelatih kepala timnas brasil, Carlo Ancelotti, kembali menjadi sorotan setelah memanggil Raphinha untuk dua laga persahabatan internasional pada November 2026. Keputusan tersebut memicu polemik baru antara Barcelona dan federasi sepak bola Brasil, namun Ancelotti bergeming dan menegaskan bahwa kebutuhan timnas brasil selalu diutamakan selama periode yang ditetapkan FIFA.
Raphinha, bintang Barcelona berusia 29 tahun, baru saja pulih dari cedera otot yang dialaminya saat membela timnas brasil pada jeda internasional sebelumnya melawan Australia di Brisbane. Meski demikian, Ancelotti tetap memasukkannya ke dalam skuad yang akan bertolak ke Singapura untuk menghadapi Jepang pada 14 November 2026 dan tuan rumah Singapura pada 17 November 2026.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, sebelumnya menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai klub-klub dirugikan secara tidak adil oleh padatnya kalender internasional. Perjalanan pulang-pergi ke Singapura yang mencapai hampir 22.000 kilometer menjadi kekhawatiran besar di Camp Nou, mengingat Raphinha belum sepenuhnya pulih. Namun, Ancelotti menegaskan bahwa keputusan pemilihan pemain berada di tangannya.
“Kami menjaga hubungan baik dengan klub-klub Brasil dan Eropa, yang saling berbagi informasi dengan kami mengenai para pemain. Secara umum, hubungan ini baik,” kata Ancelotti dalam konferensi pers di markas CBF di Rio de Janeiro, seperti dikutip dari SPORT.
Mantan pelatih Real Madrid itu juga mengambil sikap tegas ketika ditanya soal tekanan dari direktur klub Eropa. Ia menegaskan bahwa timnas brasil akan selalu memanggil pemain yang dianggap penting, terlepas dari situasi klub masing-masing. “Kami tidak menerima permintaan khusus, dan kami juga tidak membutuhkannya. Pada periode yang ditetapkan FIFA, kami akan memanggil pemain yang kami anggap penting bagi timnas Brasil,” jelasnya.
Ancelotti menjelaskan bahwa pemanggilan Raphinha merupakan bagian dari strategi regenerasi skuad. Saat ini, timnas brasil memiliki lima belas pemain berusia di bawah 23 tahun, termasuk sembilan pemain dalam kelompok usia Olimpiade. Namun, ia meyakini keberadaan pemain senior seperti Raphinha tetap diperlukan untuk membimbing generasi muda.
“Kami telah memulai proyek regenerasi dan sekarang adalah waktu yang ideal untuk melakukannya. Kami telah menyusun daftar panggilan yang seimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Singapura dipastikan menjadi lawan timnas brasil dalam turnamen bertajuk Kallang Football Series. Selain Brasil, Singapura juga akan menghadapi Paraguay pada 13 November 2026. Semua pertandingan digelar di Stadion National Kallang, stadion termegah di Singapura.
Di sisi lain, Timnas Indonesia belum mengumumkan lawan untuk FIFA Matchday November 2026. PSSI masih menunggu konfirmasi terkait kondisi keamanan di Yordania, yang dijadwalkan menjadi lawan Indonesia pada 14 November 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan akan menghubungi negara-negara terkait dalam satu hingga dua hari ke depan.
Polemik antara klub dan timnas memang kerap terjadi, terutama bagi pemain bintang yang membela klub Eropa. Namun, Ancelotti menunjukkan bahwa ia tidak akan terpengaruh tekanan eksternal. Fokusnya tetap pada pembangunan timnas brasil menuju turnamen-turnamen besar mendatang.
Dengan kepemimpinan Ancelotti, timnas brasil berupaya bangkit dari keterpurukan di turnamen major beberapa tahun terakhir. Setiap jeda internasional dimanfaatkan sebagai tahap penting dalam proses regenerasi. Laga melawan Jepang dan Singapura akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda serta menjaga kekompakan tim.
Keputusan Ancelotti untuk tetap memanggil Raphinha menuai pro dan kontra. Namun, satu hal yang pasti: timnas brasil akan tampil dengan kekuatan terbaiknya di Singapura. Publik sepak bola dunia pun menantikan aksi Vinicius Jr, Raphinha, dan Bruno Guimaraes dalam dua laga tersebut.
