Konser Andrea Bocelli di Borobudur: Antara Geliat Ekonomi dan Gelombang Penolakan
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Rencana konser penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia terus menuai sorotan. Konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour ini dijadwalkan berlangsung di dua lokasi bergengsi, yakni Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026), dan Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026). Di tengah antusiasme penikmat musik klasik, gelombang penolakan dari sejumlah elemen masyarakat turut mewarnai perhelatan akbar tersebut.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Rhenald Kasali, menilai kehadiran Andrea Bocelli membawa dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Menurutnya, konser tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia, tetapi juga menciptakan fenomena yang disebut experience economy. Dalam fenomena ini, penonton tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga merasakan pengalaman berwisata di Indonesia.
Rhenald menjelaskan bahwa sejumlah konten media sosial yang diunggah penonton berkewarganegaraan asing menjadi bukti nyata. Mereka tidak hanya membagikan pengalaman menyaksikan Andrea Bocelli bernyanyi, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat dan berbagai tempat menarik di Indonesia. “Mereka juga buat konten sebarin ternyata Indonesia seperti apa, kafenya bagaimana, transportasinya bagaimana, masyarakat, para pedagangnya, semua kebahagiaan dapat cerita di dunia internasional,” ujar Rhenald melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (30/10).
Dampak positif ini, lanjut Rhenald, lazim muncul dari aktivitas yang berkaitan dengan kegemaran seseorang. Penikmat musik tetap tertarik menonton konser musisi idolanya secara langsung meskipun karya-karya mereka dapat diakses melalui platform digital. Konser Andrea Bocelli pun dinilai mampu mendorong promosi wisata Borobudur sebagai destinasi kelas dunia.
Namun, di sisi lain, gelombang penolakan datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Ulama nasional sekaligus aktivis kemerdekaan Palestina, KH Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan penolakan keras terhadap rencana konser tersebut. UBN menegaskan pemerintah semestinya tidak memberikan ruang dan panggung bagi figur yang memiliki rekam jejak mendukung agresi militer maupun penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.
“Jangan beri panggung kepada pelaku sekaligus pendukung penjajah dan pelaku genosida di Gaza dan Palestina,” tegas UBN di Jakarta, Jumat (30/10). Penolakan ini juga disuarakan Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar aksi menolak konser Andrea Bocelli di Jakarta. Meski demikian, perizinan dari pihak berwenang tetap diterbitkan, sehingga memicu kritik publik.
Kepolisian memastikan tetap mengizinkan dan mengawal penyelenggaraan konser di kawasan Candi Borobudur. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Yuliyanto, menegaskan pihaknya memahami dan menghormati dinamika aspirasi yang berkembang di publik. “Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan dialog, saling menghormati, serta menjaga situasi agar tetap aman dan damai,” ujarnya di Mapolda Jateng, Jumat (30/10/2026).
Polda Jateng juga mengimbau penonton, wisatawan, dan warga lokal untuk disiplin menjaga kebersihan serta kelestarian Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia UNESCO. Rangkaian konser bernuansa kemanusiaan dan perdamaian ini diharapkan menjadi cerminan keramahan serta kesiapan Jawa Tengah menyambut perhelatan berkelas internasional. Skema pengamanan terpadu telah disiapkan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan pengelola kawasan Candi Borobudur.
Guna mengantisipasi kemacetan di koridor utama Magelang–Yogyakarta, pengguna jalan dan penonton diminta mematuhi rekayasa arus lalu lintas, menggunakan kantong parkir resmi, serta memanfaatkan layanan shuttle bus. Pengunjung disarankan hadir lebih awal dan dilarang memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Terkait rencana aksi penyampaian pendapat, Polda Jateng mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi isu simpang siur di media sosial dan menyampaikan aspirasi secara santun tanpa tindakan provokatif atau vandalisme.
Dinamika pro dan kontra menyertai konser Andrea Bocelli di Indonesia. Di satu sisi, perhelatan ini diyakini mendorong experience economy dan promosi pariwisata tanah air. Di sisi lain, penolakan dari sejumlah ormas Islam menyoroti isu solidaritas terhadap Palestina. Kepolisian berkomitmen mengawal acara secara profesional dengan mengedepankan dialog dan menjaga situasi tetap kondusif. Bagaimanapun, konser Andrea Bocelli menjadi cermin kompleksnya dinamika sosial-politik yang menyertai perhelatan seni berskala internasional di Indonesia.
