Georges Niang Jadi Kunci Comeback Warriors, Curry Pimpin Pembalasan 25 Poin atas Lakers
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Golden State Warriors menampilkan salah satu comeback paling dramatis musim ini ketika menjamu Los Angeles Lakers di Chase Center, San Francisco. Dalam laga NBA Cup tersebut, Georges Niang tampil sebagai salah satu pemain cadangan yang memberikan kontribusi penting. Niang, yang sebelumnya sempat turun dari bangku cadangan, mencetak 11 poin dan membantu Warriors membalikkan defisit 25 poin menjadi kemenangan meyakinkan 112-95. Penampilan Georges Niang menjadi bukti kedalaman skuad Golden State yang mampu bangkit meski tertinggal jauh di kuarter pertama.
Pertandingan dimulai dengan dominasi Lakers. Luka Doncic, yang absen di laga sebelumnya karena cedera, langsung panas dengan mencetak 21 poin di kuarter pertama melalui 7 dari 12 tembakan, termasuk lima tripoin. Lakers melesat 38-15 dan sempat memimpin hingga 25 poin. Namun, Warriors tidak tinggal diam. Di kuarter kedua, mereka membalas dengan skor identik 38-15, membuat kedudukan imbang 53-53 saat turun minum. Ini menjadikan Golden State tim pertama di era shot clock yang tertinggal 23 poin atau lebih di akhir kuarter pertama namun mampu menyamakan kedudukan atau lebih baik di paruh waktu.
Stephen Curry menjadi motor serangan Warriors dengan 31 poin, enam assist, dan empat rebound. Pada kuarter keempat, Curry melewati Dominique Wilkins (26.668 poin) untuk menempati peringkat ke-18 dalam daftar pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah NBA. Brandin Podziemski menambahkan 21 poin, enam assist, dan lima rebound, sementara De’Anthony Melton menyumbang 16 poin dari bangku cadangan. Georges Niang yang masuk sebagai pengganti memberikan 11 poin, memperlihatkan peran vitalnya sebagai penembak jitu dan penguat energi tim.
Di sisi lain, Luka Doncic menyelesaikan laga dengan 37 poin, tujuh rebound, dan lima assist, tetapi tidak cukup untuk membawa Lakers meraih kemenangan kedua berturut-turut atas Warriors. Doncic juga mencatat sejarah dengan menjadi pemain Lakers kedua setelah Kobe Bryant yang memiliki setidaknya 10 kuarter dengan 20 poin atau lebih sejak tahun 2000. Bryant sendiri mencatat 36 kuarter 20 poin antara tahun 2000 hingga pensiun pada 2016. Doncic kini telah mengoleksi 33 kuarter 20 poin sepanjang karier, melampaui James Harden sebagai pemain ketiga terbanyak sejak 2000. Delapan dari 33 kuarter tersebut terjadi di kuarter pertama, terbanyak dalam sejarah kompetisi.
Meski kalah, Lakers sempat unggul jauh di awal. Namun, 22 turnover yang mereka lakukan dimanfaatkan Warriors menjadi 27 poin. Golden State juga memanfaatkan 17 turnover Lakers untuk 25 poin, dengan 10 di antaranya terjadi di kuarter pertama. Doncic dan Matisse Thybulle masing-masing menerima technical foul akibat frustrasi. Sementara itu, Georges Niang dan rekan-rekan cadangan lainnya menjaga intensitas Warriors tetap tinggi sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini mempertegas reputasi Warriors sebagai tim yang pantang menyerah. Georges Niang, yang rata-rata mencetak 6,0 poin dan 2,8 rebound dalam 18,5 menit per game sebagai pemain cadangan musim ini, menunjukkan bahwa perannya bisa membesar dalam momen-momen krusial. Pelatih Steve Kerr tampaknya akan terus memanfaatkan fleksibilitas Niang untuk memperkuat rotasi tim. Dengan hasil ini, Warriors menyeimbangkan rekor menjadi 3-3, sementara Lakers harus puas dengan catatan 4-2.
Comeback ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling menarik di awal musim NBA Cup. Ketangguhan mental dan kontribusi merata dari seluruh pemain, termasuk Georges Niang, menjadi pembeda. Bagi Lakers, evaluasi terutama pada turnover dan konsistensi di kuarter kedua dan ketiga menjadi pekerjaan rumah. Sementara bagi Warriors, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat berikutnya.
